alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Ibnu Sina – Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN – Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar Senin (18/10). Bertempat di ballroom Best Western Kindai Hotel, ada dua nama yang diusulkan sebagai calon ketua periode 2022-2026. Yakni, Ibnu Sina dan Rusian.

Seperti diketahui, Ibnu Sina adalah Wali Kota Banjarmasin. Ia resmi menjadi kader Demokrat pada 2020 lalu.

Bernaungnya Ibnu ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, diumumkan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Banjarmasin pada 13 Januari 2021.

Memastikan Ibnu sebagai kader, Partai Demokrat juga menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA), yang diteken ketua umum  Agus Harimurti Yudhoyono.

Sedangkan Rusian adalah bukan orang baru di partai itu. Ia, tak lain adalah Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel periode 2017-2021.

Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BP-OKK) Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan, kedua calon tersebut akan mengikuti tahap fit and proper test atau uji kelayakan.

“Itu dilakukan tim tiga yang terdiri dari ketua umum, sekjen dan ketua BP-OKK di DPP Partai Demokrat,” ungkapnya, Senin (18/10) sore.

“Setelah itu,  akan ada penetapan elemen formatur. Barulah ditetapkan ketua DPD terpilih, selanjutnya pelantikan,” tambahnya.

Herman menjelaskan, proses demokrasi telah dibuka lebar sejak tahapan pra musda, yang merupakan bagian dari penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel.

Menurutnya, dalam proses penjaringan tersebut keluar dua nama. Yakni Ibnu Sina dan Rusian. Kedua kandidat ini telah dinyatakan memenuhi kriteria dan syarat. Termasuk mendapatkan dukungan suara sebanyak 20 persen.

“Kemudian, bakal calon itu ditetapkan dalam musda dan melakukan pemilihan tahap dua. Yaitu, disepakati secara aklamasi, keduanya diusulkan ke DPP untuk ditetapkan salah satunya,” ucapnya.

Disinggung kapan hasinya bakal diketahui, Herman menyebut akan menyesuaikan. Sebab Musda DPD Partai Demokrat Kalsel adalah musda yang ke-13 di Indonesia.

Kendati demikian, Herman menekankan  minimal dalam kurun waktu dua pekan, atau 14 hari ke depan, kedua kandidat akan diundang untuk melakukan uji kelayakan. Setelah itu, akan ditetapkan ketua DPD terpilih. Selanjutnya tim formatur menyusun kepengurusan periode selanjutnya.

Dimintai tanggapan terkait hasil musda itu, Rusian hanya memaparkan, bahwa di partai ini ada sistem penjaringan. Yakni satu Dewan Perwakilan Cabang (DPC) satu suara.

Hal itu, menurutnya, sebagaimana disampaikan ketua BPO-KK. Yakni, syarat untuk maju itu mendapat dukungan 20 persen. “Di Partai Demokrat sendiri ada 15 suara, maka DPD bisa mendapatkan lebih dari satu calon. Karena syaratnya cukup mudah dan mendapatkan dukungan, maka kami sama-sama diajukan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan Ibnu Sina? Ia mengaku sudah memaparkan visi dan misi seandainya diberikan amanah untuk memimpin. Bahkan dokumennya juga sudah diserahkan langsung ke DPP.

“Artinya secara pribadi sudah sangat siap diberikan amanah. Tentu setelah mengikuti tahapan oleh Tim Tiga. Apapun hasilnya kami akan terima,” tutupnya.

Seperti diketahui, musda tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel Rusian,  serta Dewan Perwakilan Cabang (DPC) ke 13 kabupaten/kota.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut antusias musda ke IV di Kalsel ini. Ia berharap, musda ini bisa menjadi momentum penting untuk melanjutkan perjuangan Partai Demokrat, terutama di Kalsel.

“Semoga musda ini bisa membawa kebaikan dan keberkahan untuk kita semua,” ucapnya, kemarin, secara virtual.

AHY berpesan, kepada siapapun nanti yang terpilih, tidak hanya melanjutkan perjuangan partai demokrat saja. Tapi, diharapkan mampu mengedepankan kepentingan dan tanggung jawab bersama dari seluruh kader cabang.

“Kita ingin siapa pun nanti yang memimpin itu bisa membuat kita semakin solid, harmonis dan bisa mencapai target  bersama,” pungkasnya. (war)

BANJARMASIN – Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar Senin (18/10). Bertempat di ballroom Best Western Kindai Hotel, ada dua nama yang diusulkan sebagai calon ketua periode 2022-2026. Yakni, Ibnu Sina dan Rusian.

Seperti diketahui, Ibnu Sina adalah Wali Kota Banjarmasin. Ia resmi menjadi kader Demokrat pada 2020 lalu.

Bernaungnya Ibnu ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, diumumkan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Banjarmasin pada 13 Januari 2021.

Memastikan Ibnu sebagai kader, Partai Demokrat juga menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA), yang diteken ketua umum  Agus Harimurti Yudhoyono.

Sedangkan Rusian adalah bukan orang baru di partai itu. Ia, tak lain adalah Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel periode 2017-2021.

Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BP-OKK) Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan, kedua calon tersebut akan mengikuti tahap fit and proper test atau uji kelayakan.

“Itu dilakukan tim tiga yang terdiri dari ketua umum, sekjen dan ketua BP-OKK di DPP Partai Demokrat,” ungkapnya, Senin (18/10) sore.

“Setelah itu,  akan ada penetapan elemen formatur. Barulah ditetapkan ketua DPD terpilih, selanjutnya pelantikan,” tambahnya.

Herman menjelaskan, proses demokrasi telah dibuka lebar sejak tahapan pra musda, yang merupakan bagian dari penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel.

Menurutnya, dalam proses penjaringan tersebut keluar dua nama. Yakni Ibnu Sina dan Rusian. Kedua kandidat ini telah dinyatakan memenuhi kriteria dan syarat. Termasuk mendapatkan dukungan suara sebanyak 20 persen.

“Kemudian, bakal calon itu ditetapkan dalam musda dan melakukan pemilihan tahap dua. Yaitu, disepakati secara aklamasi, keduanya diusulkan ke DPP untuk ditetapkan salah satunya,” ucapnya.

Disinggung kapan hasinya bakal diketahui, Herman menyebut akan menyesuaikan. Sebab Musda DPD Partai Demokrat Kalsel adalah musda yang ke-13 di Indonesia.

Kendati demikian, Herman menekankan  minimal dalam kurun waktu dua pekan, atau 14 hari ke depan, kedua kandidat akan diundang untuk melakukan uji kelayakan. Setelah itu, akan ditetapkan ketua DPD terpilih. Selanjutnya tim formatur menyusun kepengurusan periode selanjutnya.

Dimintai tanggapan terkait hasil musda itu, Rusian hanya memaparkan, bahwa di partai ini ada sistem penjaringan. Yakni satu Dewan Perwakilan Cabang (DPC) satu suara.

Hal itu, menurutnya, sebagaimana disampaikan ketua BPO-KK. Yakni, syarat untuk maju itu mendapat dukungan 20 persen. “Di Partai Demokrat sendiri ada 15 suara, maka DPD bisa mendapatkan lebih dari satu calon. Karena syaratnya cukup mudah dan mendapatkan dukungan, maka kami sama-sama diajukan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan Ibnu Sina? Ia mengaku sudah memaparkan visi dan misi seandainya diberikan amanah untuk memimpin. Bahkan dokumennya juga sudah diserahkan langsung ke DPP.

“Artinya secara pribadi sudah sangat siap diberikan amanah. Tentu setelah mengikuti tahapan oleh Tim Tiga. Apapun hasilnya kami akan terima,” tutupnya.

Seperti diketahui, musda tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel Rusian,  serta Dewan Perwakilan Cabang (DPC) ke 13 kabupaten/kota.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut antusias musda ke IV di Kalsel ini. Ia berharap, musda ini bisa menjadi momentum penting untuk melanjutkan perjuangan Partai Demokrat, terutama di Kalsel.

“Semoga musda ini bisa membawa kebaikan dan keberkahan untuk kita semua,” ucapnya, kemarin, secara virtual.

AHY berpesan, kepada siapapun nanti yang terpilih, tidak hanya melanjutkan perjuangan partai demokrat saja. Tapi, diharapkan mampu mengedepankan kepentingan dan tanggung jawab bersama dari seluruh kader cabang.

“Kita ingin siapa pun nanti yang memimpin itu bisa membuat kita semakin solid, harmonis dan bisa mencapai target  bersama,” pungkasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/