alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai angin puting beliung yang sering terjadi saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan berbagai langkah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten HSS, Syamsudin mengatakan, antisipasi yang dilakukan diantaranya mulai dari menetapkan status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Draf penyusunan status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung masih dilakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/10).

Menunggu proses penyusunan, jajaran BPBD Kabupaten HSS terus melakukan pemberian informasi kepada masyarakat melalui camat dan kepala desa (Kades) supaya waspada terhadap bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Sampai menyiapkan segala peralatan dan melanjutkan keaktifan posko BPBD Kabupaten HSS,” katanya.

BPBD Kabupaten HSS juga menginventarisir berbagai lokasi yang bisa dijadikan tempat pengungsian apabila sampai terjadi bencana banjir besar, seperti kawasan Pasar Los Batu Kandangan dan Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aluh Idut Kandangan.

“Sampai lokasi perkantoran yang memiliki bangunan tinggi,” katanya.

Upaya lain mengantisipasi bencana, banjir tanah longsor dan angin puting beliung, BPBD terus menghimpun potensi-potensi para relawan. Melakukan imbauan kepada masyarakat bantaran sungai atau rawan banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri dan evakuasi mandiri ke daerah aman apabila terjadi banjir. Serta aktif melakukan pemantauan debit air di titik pemantauan sudah ditentukan, yaitu di emergency warning system (EWS) di daerah hulu wilayah Kecamatan Loksado dan kawasan bendungan Malutu, Kecamatan Padang Batung.

“Kondisi air di Kabupaten HSS saat ini masih normal. Tapi kita tetap siaga dan waspada,” ucap mantan Camat Kalumpang ini.

Dari data BPBD Kabupaten HSS, daerah rawan banjir kategori tinggi yaitu Kecamatan Daha Utara, Kecamatan Daha Selatan, Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Kalumpang. Kemudian daerah rawan banjir bandang yaitu Kecamatan Loskado dan Padang Batung. Sedangkan daerah rawan longsor yaitu Kecamatan Loskado, Padang Batung dan Telaga Langsat.

Aji, salah satu warga yang berada di sekitar bantaran sungai mengaku, ia bersama keluarganya selalu waspada jika hujan terjadi saat musim penghujan. Ketika debit air meninggi, meninformasikan ke tetangga lainnya supaya lebih waspada.

“Kalau debit air tinggi, segera mencari lokasi tinggi,” katanya. (shn)

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai angin puting beliung yang sering terjadi saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan berbagai langkah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten HSS, Syamsudin mengatakan, antisipasi yang dilakukan diantaranya mulai dari menetapkan status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Draf penyusunan status siaga banjir, tanah longsor dan angin puting beliung masih dilakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/10).

Menunggu proses penyusunan, jajaran BPBD Kabupaten HSS terus melakukan pemberian informasi kepada masyarakat melalui camat dan kepala desa (Kades) supaya waspada terhadap bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

“Sampai menyiapkan segala peralatan dan melanjutkan keaktifan posko BPBD Kabupaten HSS,” katanya.

BPBD Kabupaten HSS juga menginventarisir berbagai lokasi yang bisa dijadikan tempat pengungsian apabila sampai terjadi bencana banjir besar, seperti kawasan Pasar Los Batu Kandangan dan Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aluh Idut Kandangan.

“Sampai lokasi perkantoran yang memiliki bangunan tinggi,” katanya.

Upaya lain mengantisipasi bencana, banjir tanah longsor dan angin puting beliung, BPBD terus menghimpun potensi-potensi para relawan. Melakukan imbauan kepada masyarakat bantaran sungai atau rawan banjir untuk meningkatkan kesiapsiagaan mandiri dan evakuasi mandiri ke daerah aman apabila terjadi banjir. Serta aktif melakukan pemantauan debit air di titik pemantauan sudah ditentukan, yaitu di emergency warning system (EWS) di daerah hulu wilayah Kecamatan Loksado dan kawasan bendungan Malutu, Kecamatan Padang Batung.

“Kondisi air di Kabupaten HSS saat ini masih normal. Tapi kita tetap siaga dan waspada,” ucap mantan Camat Kalumpang ini.

Dari data BPBD Kabupaten HSS, daerah rawan banjir kategori tinggi yaitu Kecamatan Daha Utara, Kecamatan Daha Selatan, Kecamatan Daha Barat dan Kecamatan Kalumpang. Kemudian daerah rawan banjir bandang yaitu Kecamatan Loskado dan Padang Batung. Sedangkan daerah rawan longsor yaitu Kecamatan Loskado, Padang Batung dan Telaga Langsat.

Aji, salah satu warga yang berada di sekitar bantaran sungai mengaku, ia bersama keluarganya selalu waspada jika hujan terjadi saat musim penghujan. Ketika debit air meninggi, meninformasikan ke tetangga lainnya supaya lebih waspada.

“Kalau debit air tinggi, segera mencari lokasi tinggi,” katanya. (shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/