alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Dipukul, Balas Menikam Hingga Tewas, Satu Persatu Pelaku Dicokok

BANJARMASIN – Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir (22) di  Jalan Sutoyo S Gang Serumpun RT 48,  Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat, dihadirkan dalam rilis perkara, Senin (18/10). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Andri Aprilianto alias Aan (18), warga Sungai Bilu Laut RT 01 Banjarmasin Timur, Erfan Erlangga (21), warga Pematang Panjang Km 01 Kompleks Dinar Mas 3  Kabupaten Banjar dan Hidayatullah (26),warga Jalan Sakapermai Gang Irham RT 09 Belitung Selatan Banjarmasin Barat. Ketiganya mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan dikawal ketat polisi.

Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman didampingi Kanit Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkapkan, penyelidikan kasus ini cukup sulit. Namun, berkat kerja keras tim, melibatkan pula Resmob Polda Kalsel, Timsus dan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, pihaknya berhasil menangkap satu pe rsatu pelaku.

“Pertama Aan diringkus di rumahnya, Senin (11/10). Lalu dua orang rekannya pada Selasa (12/10) dini hari,” kata Faizal.

Motif pengeroyokan itu dilatarbelakangi rasa kesal Aan kepada korban. “Waktu itu istri Aan dihalang-halangi korban ketika melintas di depan Gang Serumpun. Bahkan, hendak dipukul dengan kayu. Istrinya menelepon dan menceritakan. Kemudian,  bersama dua temannya, Aan mencari korban,” ceritanya.

Selang waktu hanya setengah jam, Aan dan dua temannya menemukan korban. Awalnya hanya menanyakan saja, tetapi dijawab dengan pukulan. Sehingga memancing dua temannya untuk menyerang menggunakan sajam. Korban luka lima tusukan,” beber Faizal.

Dalam kasus itu,  ketiga pelaku terancam Pasal 338 KUHP jo Pasal 170 KUHP, ayat (3), dengan ancaman kurungan selama-lamanya 15 tahun pernjara.

Diwartakan sebelumnya, Kamis (8/10) dini hari sekitar pukul tiga,  warga Jalan Sutoyo S Gang Serumpun Banjarmasin Barat digegerkan dengan kegaduhan. Ternyata Ahmad Muzakir ditemukan terkapar di depan rumahnya.

Oleh warga dia dilarikan ke RS dr Soerharsono Banjarmasin. Namun nyawanya tak tertolong. Polisi sempat kesulitan karena tak ada saksi mata yang melihat kejadian. Bahkan, upaya mengungkap kasus ini sempat menggunakan anjing pelacak, setelah menemukan sandal yang ditemukan di TKP. Namun dari beberapa orang yang diamankan satupun tak mengarah. (lan)

BANJARMASIN – Tiga orang pelaku pengeroyok yang menewaskan Ahmad Muzakir (22) di  Jalan Sutoyo S Gang Serumpun RT 48,  Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat, dihadirkan dalam rilis perkara, Senin (18/10). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah Andri Aprilianto alias Aan (18), warga Sungai Bilu Laut RT 01 Banjarmasin Timur, Erfan Erlangga (21), warga Pematang Panjang Km 01 Kompleks Dinar Mas 3  Kabupaten Banjar dan Hidayatullah (26),warga Jalan Sakapermai Gang Irham RT 09 Belitung Selatan Banjarmasin Barat. Ketiganya mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan dikawal ketat polisi.

Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman didampingi Kanit Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkapkan, penyelidikan kasus ini cukup sulit. Namun, berkat kerja keras tim, melibatkan pula Resmob Polda Kalsel, Timsus dan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, pihaknya berhasil menangkap satu pe rsatu pelaku.

“Pertama Aan diringkus di rumahnya, Senin (11/10). Lalu dua orang rekannya pada Selasa (12/10) dini hari,” kata Faizal.

Motif pengeroyokan itu dilatarbelakangi rasa kesal Aan kepada korban. “Waktu itu istri Aan dihalang-halangi korban ketika melintas di depan Gang Serumpun. Bahkan, hendak dipukul dengan kayu. Istrinya menelepon dan menceritakan. Kemudian,  bersama dua temannya, Aan mencari korban,” ceritanya.

Selang waktu hanya setengah jam, Aan dan dua temannya menemukan korban. Awalnya hanya menanyakan saja, tetapi dijawab dengan pukulan. Sehingga memancing dua temannya untuk menyerang menggunakan sajam. Korban luka lima tusukan,” beber Faizal.

Dalam kasus itu,  ketiga pelaku terancam Pasal 338 KUHP jo Pasal 170 KUHP, ayat (3), dengan ancaman kurungan selama-lamanya 15 tahun pernjara.

Diwartakan sebelumnya, Kamis (8/10) dini hari sekitar pukul tiga,  warga Jalan Sutoyo S Gang Serumpun Banjarmasin Barat digegerkan dengan kegaduhan. Ternyata Ahmad Muzakir ditemukan terkapar di depan rumahnya.

Oleh warga dia dilarikan ke RS dr Soerharsono Banjarmasin. Namun nyawanya tak tertolong. Polisi sempat kesulitan karena tak ada saksi mata yang melihat kejadian. Bahkan, upaya mengungkap kasus ini sempat menggunakan anjing pelacak, setelah menemukan sandal yang ditemukan di TKP. Namun dari beberapa orang yang diamankan satupun tak mengarah. (lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/