alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Status PPKM Banjarmasin Ditentukan Hari Ini

BANJARMASIN – Status PPKM level 4 di Banjarmasin akan ditentukan hari ini. Apakah akan turun, atau malah diperpanjang atau dilanjutkan kembali seperti sebelumnya?

Hasil evaluasi Mingguan pada awal pekan sebelumnya, Komite Penanganan Covid-19 Nasional, Banjarmasin bersama Kota Padang disebut turun level. Alasannya adalah kasus Covid-19 mulai membaik.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim optimistis indikator penilaian menunjukkan hasil yang bagus. Hal ini diketahui saat evaluasi bersama Kemenkes belum lama tadi.

“Hasil asessmen saat evaluasi lalu Banjarmasin masuk dalam level 2. Memang saat ini baik transmisi, kapasitas respon hingga angka kasus kematian menunjukkan hasil yang bagus,” ujar Muslim kemarin.

Meski demikian, dia mengatakan akan ada penilaian lain dari Mendagri. “Bisa saja soal capaian vaksinasi yang sudah terlaksana. Intinya hasil evaluasi belum bisa dijadikan kesimpulan sebelum Inmendagri keluar,” tambahnya.

Soal capaian vaksinasi, Muslim meyakini tak akan menjadikan Banjarmasin tetap bertahan di level 4. Pasalnya, capaiannya sudah 50 persen lebih yang rata-rata di atas nasional. “Memang untuk lansia masih rendah. Makanya kita tunggu besok (hari ini),” ucapnya.

Tak kunjung turunnya status PPKM level 4 di Banjarmasin membuat masyarakat sudah mengaku bosan. Mereka bahkan tak lagi menganggap serius status PPKM. “Mau level berapa, saya sudah tak memikirkan. Lihat saja, kerumunan di pasar, mall juga sudah buka, sekolah juga sudah mulai, apa bedanya dengan PPKM atau tidak,” ujar Joko salah satu warga Banjarmasin kemarin.

Dikatakannya, status PPK level 4 ini hanya menyusahkan warga. Dia mencontohkan, para pelaku usaha kecil tak bisa leluasa karena ada batasan jam operasional. “Tapi, di warung-warung seperti di Pasar Lama, masih buka sampai dini hari.” tukasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat tak boleh mengambil kebijakan sepihak. “Atau jangan-jangan laporan dari pemerintah daerah ada yang tak beres, sehingga penilaian pemerintah pusat kasus Covid-19 di Banjarmasin masih tak bisa ditanggulangi,” tanyanya.

Sampai kemarin, dari data Satgas Covid-19 Kalsel, penambahan kasus baru tak terjadi di Banjarmasin. Begitu pula kasus kematian dinyatakan nol kasus. (mof/by/ran) 
 

BANJARMASIN – Status PPKM level 4 di Banjarmasin akan ditentukan hari ini. Apakah akan turun, atau malah diperpanjang atau dilanjutkan kembali seperti sebelumnya?

Hasil evaluasi Mingguan pada awal pekan sebelumnya, Komite Penanganan Covid-19 Nasional, Banjarmasin bersama Kota Padang disebut turun level. Alasannya adalah kasus Covid-19 mulai membaik.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim optimistis indikator penilaian menunjukkan hasil yang bagus. Hal ini diketahui saat evaluasi bersama Kemenkes belum lama tadi.

“Hasil asessmen saat evaluasi lalu Banjarmasin masuk dalam level 2. Memang saat ini baik transmisi, kapasitas respon hingga angka kasus kematian menunjukkan hasil yang bagus,” ujar Muslim kemarin.

Meski demikian, dia mengatakan akan ada penilaian lain dari Mendagri. “Bisa saja soal capaian vaksinasi yang sudah terlaksana. Intinya hasil evaluasi belum bisa dijadikan kesimpulan sebelum Inmendagri keluar,” tambahnya.

Soal capaian vaksinasi, Muslim meyakini tak akan menjadikan Banjarmasin tetap bertahan di level 4. Pasalnya, capaiannya sudah 50 persen lebih yang rata-rata di atas nasional. “Memang untuk lansia masih rendah. Makanya kita tunggu besok (hari ini),” ucapnya.

Tak kunjung turunnya status PPKM level 4 di Banjarmasin membuat masyarakat sudah mengaku bosan. Mereka bahkan tak lagi menganggap serius status PPKM. “Mau level berapa, saya sudah tak memikirkan. Lihat saja, kerumunan di pasar, mall juga sudah buka, sekolah juga sudah mulai, apa bedanya dengan PPKM atau tidak,” ujar Joko salah satu warga Banjarmasin kemarin.

Dikatakannya, status PPK level 4 ini hanya menyusahkan warga. Dia mencontohkan, para pelaku usaha kecil tak bisa leluasa karena ada batasan jam operasional. “Tapi, di warung-warung seperti di Pasar Lama, masih buka sampai dini hari.” tukasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat tak boleh mengambil kebijakan sepihak. “Atau jangan-jangan laporan dari pemerintah daerah ada yang tak beres, sehingga penilaian pemerintah pusat kasus Covid-19 di Banjarmasin masih tak bisa ditanggulangi,” tanyanya.

Sampai kemarin, dari data Satgas Covid-19 Kalsel, penambahan kasus baru tak terjadi di Banjarmasin. Begitu pula kasus kematian dinyatakan nol kasus. (mof/by/ran) 
 

Most Read

Artikel Terbaru

/