alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Cedera Tulang Rusuk Ferdi Kambuh

MERAUKE – Satu pegulat Kalsel, Ferdinandus Tambuk terpaksa harus mendapat perawatan dari tim medis panitia dan tim kesehatan Kontingen Kalsel. Pegulat dengan sapaan Ferdi itu mengalami cedera usai menjalani laga kedua kontra pegulat asal Jawa Timur, Lulut Gilang Saputra di kategori grego romawi kelas 87 kilogram dengan poin 0-9, Kamis (14/10) sore.
Ferdi terlihat meringis kesakitan di tepi matras sambil memegangi dada kanannya.

 

Ia tak bisa bangkit usai digulingkan lawannya yang menguncinya dari tubuh bagian belakang. Sontak, tim medis panitia langsung menghampiri Ferdi yang menahan rasa sakit.

Setelah dikompres sebagai penanganan pertama, pria berusia 29 tahun itu akhirnya mampu bangkit dan mulai kuat berjalan menghampiri pelatihnya untuk menuju ke ruang ganti di gedung latihan. Di sana, pegulat yang sudah mualaf pada tahun 2017 itu mendapat penanganan medis dari dokter kontingen Kalsel yakni dr Muhammad Arif Zainuddin Noor. Ferdi diberi obat pereda nyeri secara injeksi ke tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak akibat cederanya tersebut. 

 “Sekarang sudah tidak bengkak lagi. Ferdi juga sudah mulai normal napasnya,” jelas dr Arif usai pertandingan.

Ferdi sempat terlihat sangat kesulitan untuk bernapas. Bahkan untuk berdiri dan mengeluarkan kalimat dari mulutnya saja harus merasakan sakit di dadanya.

Menurut diagnosa sementara, tulang rusuk Ferdi mengalami sedikit keretakan di bagian kanan bawah dadanya. Menurut Ferdi, cedera yang dialaminya sudah diderita sejak pemusatan latihan di Kiram, Kabupaten Banjar. “Sekitar tiga bulan yang lalu, waktu latihan di Kiram bersama atlet lainnya (terkena cedera, Red),” ungkap warga Kertak Hanyar, Pal 7 itu.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya patah semangat untuk kembali terjun bergulat. “Sama sekali tidak ada rencana pensiun kalau gara-gara ini saja. Karena saya pribadi merasa belum puas bertanding. Keringatan saja belum. Tapi sayang musuh membuat cedera saya kambuh,” tuturnya.

Setibanya di Banjarmasin nanti, Ferdi akan menjalani pemeriksaan guna menyembuhkan cederanya tersebut. “Mau rawat jalan saja di Banjarmasin. Kalau sudah sembuh siap kembali untuk berlaga,” tuntasnya.(bir/gr/dye)
 

MERAUKE – Satu pegulat Kalsel, Ferdinandus Tambuk terpaksa harus mendapat perawatan dari tim medis panitia dan tim kesehatan Kontingen Kalsel. Pegulat dengan sapaan Ferdi itu mengalami cedera usai menjalani laga kedua kontra pegulat asal Jawa Timur, Lulut Gilang Saputra di kategori grego romawi kelas 87 kilogram dengan poin 0-9, Kamis (14/10) sore.
Ferdi terlihat meringis kesakitan di tepi matras sambil memegangi dada kanannya.

 

Ia tak bisa bangkit usai digulingkan lawannya yang menguncinya dari tubuh bagian belakang. Sontak, tim medis panitia langsung menghampiri Ferdi yang menahan rasa sakit.

Setelah dikompres sebagai penanganan pertama, pria berusia 29 tahun itu akhirnya mampu bangkit dan mulai kuat berjalan menghampiri pelatihnya untuk menuju ke ruang ganti di gedung latihan. Di sana, pegulat yang sudah mualaf pada tahun 2017 itu mendapat penanganan medis dari dokter kontingen Kalsel yakni dr Muhammad Arif Zainuddin Noor. Ferdi diberi obat pereda nyeri secara injeksi ke tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak akibat cederanya tersebut. 

 “Sekarang sudah tidak bengkak lagi. Ferdi juga sudah mulai normal napasnya,” jelas dr Arif usai pertandingan.

Ferdi sempat terlihat sangat kesulitan untuk bernapas. Bahkan untuk berdiri dan mengeluarkan kalimat dari mulutnya saja harus merasakan sakit di dadanya.

Menurut diagnosa sementara, tulang rusuk Ferdi mengalami sedikit keretakan di bagian kanan bawah dadanya. Menurut Ferdi, cedera yang dialaminya sudah diderita sejak pemusatan latihan di Kiram, Kabupaten Banjar. “Sekitar tiga bulan yang lalu, waktu latihan di Kiram bersama atlet lainnya (terkena cedera, Red),” ungkap warga Kertak Hanyar, Pal 7 itu.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya patah semangat untuk kembali terjun bergulat. “Sama sekali tidak ada rencana pensiun kalau gara-gara ini saja. Karena saya pribadi merasa belum puas bertanding. Keringatan saja belum. Tapi sayang musuh membuat cedera saya kambuh,” tuturnya.

Setibanya di Banjarmasin nanti, Ferdi akan menjalani pemeriksaan guna menyembuhkan cederanya tersebut. “Mau rawat jalan saja di Banjarmasin. Kalau sudah sembuh siap kembali untuk berlaga,” tuntasnya.(bir/gr/dye)
 

Most Read

Artikel Terbaru

GOR Hasanuddin Memerah

Kejurprov Atletik Dihelat Agustus

/