alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

[BANUA PEDIA] Fakta Menarik dari Masjid Syuhada Balangan: Markas Pejuang Melawan Belanda

Masjid Syuhada yang berada di Desa Hujan Mas Kecamatan Paringin merupakan masjid tertua kedua di Kabupaten Balangan. Adapun masjid tertua pertama berada di Kecamatan Juai yakni Masjid Jannatul Ma’wa. Namun dari segi histori, Masjid Syuhada memiliki perjalanan yang panjang sebagai saksi bisu perjuangan rakyat Balangan melawan tentara Belanda.

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1930 oleh seorang ulama sekaligus pahlawan ternama di Balangan, H Arsyad bin H Syukur atau Kyai Martasura. Dengan jejak rekam sejarah yang begitu panjang, masjid ini ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2011. Sejarah dan fakta itu juga yang membuat masjid ini sekarang menjadi salah satu tempat tujuan masyarakat lokal maupun luar Balangan untuk berwisata religi.(why/az/dye)

Ornamen masjid syhada tetap terjaga

 

Ornamen Masjid Masih Terjaga

Ornamen dan desain Masjid Syuhada sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Dari bagian depan, masjid ini sudah menyajikan ornamen-ornamen klasik yang indah. Arsitektur masjid ini juga seolah bercerita seberapa tua masjid ini.

Hanya saja, demi menjaga kenyamanan dan keamanan, dilakukan dua kali renovasi pada masjid ini, yakni tahun 1990 dan tahun 2013. Beberapa bagian fondasi lantai dan teras dicor beton secara permanen. 

Tiang Utama

 

Tiang Utama Tidak Bersambung

Masjid di tepi sungai Balangan ini dulu memiliki dua tiang penyangga utama atau tiang guru dari kayu Ulin. Namun satu tiang jatuh ke sungai setelah serangan tentara Belanda. Dengan diameter sekitar 1 m dan panjang sekitar 13 meter, tiang ini tidak memiliki sambungan sama sekali dari atas sampai bawah. Selain itu ada 12 tiang penyangga lainnya berukuran lebih kecil yang juga dari kayu ulin utuh.

Sempat dibakar be;landa

 

Sempat Dibakar Tentara Belanda

Informasi bahwa Masjid Syuhada yang dijadikan tempat berkumpul para pejuang diendus oleh tentara Belanda. Kemudian masjid ini diporak-porandakan dengan dibakar. Menyisakan beberapa puing masjid yang tersisa, termasuk satu tiang utama sebagai fondasi. (*)

 

Masjid Syuhada yang berada di Desa Hujan Mas Kecamatan Paringin merupakan masjid tertua kedua di Kabupaten Balangan. Adapun masjid tertua pertama berada di Kecamatan Juai yakni Masjid Jannatul Ma’wa. Namun dari segi histori, Masjid Syuhada memiliki perjalanan yang panjang sebagai saksi bisu perjuangan rakyat Balangan melawan tentara Belanda.

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1930 oleh seorang ulama sekaligus pahlawan ternama di Balangan, H Arsyad bin H Syukur atau Kyai Martasura. Dengan jejak rekam sejarah yang begitu panjang, masjid ini ditetapkan sebagai cagar budaya sejak tahun 2011. Sejarah dan fakta itu juga yang membuat masjid ini sekarang menjadi salah satu tempat tujuan masyarakat lokal maupun luar Balangan untuk berwisata religi.(why/az/dye)

Ornamen masjid syhada tetap terjaga

 

Ornamen Masjid Masih Terjaga

Ornamen dan desain Masjid Syuhada sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Dari bagian depan, masjid ini sudah menyajikan ornamen-ornamen klasik yang indah. Arsitektur masjid ini juga seolah bercerita seberapa tua masjid ini.

Hanya saja, demi menjaga kenyamanan dan keamanan, dilakukan dua kali renovasi pada masjid ini, yakni tahun 1990 dan tahun 2013. Beberapa bagian fondasi lantai dan teras dicor beton secara permanen. 

Tiang Utama

 

Tiang Utama Tidak Bersambung

Masjid di tepi sungai Balangan ini dulu memiliki dua tiang penyangga utama atau tiang guru dari kayu Ulin. Namun satu tiang jatuh ke sungai setelah serangan tentara Belanda. Dengan diameter sekitar 1 m dan panjang sekitar 13 meter, tiang ini tidak memiliki sambungan sama sekali dari atas sampai bawah. Selain itu ada 12 tiang penyangga lainnya berukuran lebih kecil yang juga dari kayu ulin utuh.

Sempat dibakar be;landa

 

Sempat Dibakar Tentara Belanda

Informasi bahwa Masjid Syuhada yang dijadikan tempat berkumpul para pejuang diendus oleh tentara Belanda. Kemudian masjid ini diporak-porandakan dengan dibakar. Menyisakan beberapa puing masjid yang tersisa, termasuk satu tiang utama sebagai fondasi. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/