alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Ada Kampung Haruan Simonika Gaharmas di HSS

KANDANGAN – Sebagai upaya menekan inflasi, Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dicanangkan sebagai kampung haruan (Gabus) melalui diseminasi model pembenihan ikan gabus haruan di masyarakat (Simonika Gaharmas) yang pertama kali di Indonesia, Rabu (13/10).

Pencanangan Desa Asam sebagai kampung haruan di kelompok budidaya ikan air tawar (Pokdatan) Sumber Pulau Basar ini ditandai dengan pembukaan oleh Bupati HSS Achmad Fikry dirangkai dengan kegiatan panen dan penyerahan bibit ikan haruan kepada KWT Anugerah Terindah, Karang Taruna serta Kader KB Desa Asam. Juga penandatanganan komitmen bersama pengembangan kawasan kampung haruan Desa Asam Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, pencanangan Desa Asam sebagai kampung haruan melalui Simonika Gaharmas yang pertama kali dilakukan di Indonesia ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan yang merupakan salah satu terobosan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Karena ikan gabus di Kalsel hampir dua tahun terakhir merupakan salah satu penyumbang inflasi. Sementara kebutuhan akan ikan haruan selama ini hanya diperoleh dari penangkapan. Dengan kondisi ketersedian yang berkurang di alam, tentunya ketersediannya terbatas,” ujarnya.

Dengan konsep Simonika Gaharmas yang selama ini benih-benih ikan ditangkap dari alam dilakukan budi daya. Sehingga tidak lagi bergantung dengan alam.

“Budi daya ini nantinya juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sampai menjamin kepastian ketersedian benih,” tuturnya.

Budi daya haruan yang dilakukan di Desa Asam ini nantinya menjadi salah satu model dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam pembenihan ikan haruan

“Kami nanti akan terus melakukan pendampingan dalam proses pembenihan sampai budi daya ikannya,” tuturnya.

Keuntungan dari model pembenihan ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Kapasitas produksinya 300 ribu ekor per tahun. Serta tidak membutuhkan investasi yang besar. Karena hanya menggunakan kolam terpal dan langsung bisa dilihaat masyarakat, sehingga bisa dicontoh warga.

“Serta pemeliharaannya terkontrol dibandingkan dengan di alam,” sebutnya.

Dalam pencanangannya kampung haruan di Desa Asam ini disediakan dua kolam induk untuk memisahkan jantan dan betina. Kemudian 20 kolam pemijahannya, serta 12 kolam pembesarannya yang sudah dipisah antara jantan dan betina.

“Untuk pembenihan, setiap 35 hari sudah bisa panen satu siklus. Setelah 35 hari setiap dua pekan bisa panen parsial,” ucapnya.

Kuncinya, dalam pembenihan adalah menentukan induk jantan dan betina. Kemudian menyediakan pakan alaminya.

Dengan Simonika Gaharmas ini kualitas ikan haruan tetap sama seperti hasil tangkap ikan alam.

“Budi daya ini kita dapat mengontrol, karena bisa panen lebih cepat, sekitar empat bulan,” katanya. 

Bupati HSS, Achmad Fikry mengaku senang, gembira dan bangga atas pencanangan kampung haruan di Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya ini, karena ini masih satu-satunya di Indonesia. Sehingga, kemungkinan banyak orang akan belajar ke Desa Asam.

“Jangan sampai nanti orang datang untuk belajar, ikannya habis. Pengembangan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Pencanangan kampung haruan di Kabupaten HSS ini juga sudah dilaporkan ke Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Gubernur sangat senang dan gembira, serta berharap dengan adanya kampung haruan tidak ada lagi menu Katupat Kandangan menggunakan ikan toman sebagai lauknya.

“Kalau sudah berkembang, harus memprioritaskan menyuplai ikan untuk pedagang Katupat di Kandangan,” pinta bupati dua periode ini.

Untuk terus mengembangkan kampung haruan di Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya, Pemkab HSS nantinya, akan berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar yang berpusat di Mandiangin Kabupaten Banjar.

“Kami ingin melihat proses pembenihan di sana secara langsung,” ucapnya.

Dengan adanya komitmen bersama untuk mengembangkan kampung haruan ini, Fikry juga meminta Bappelitbangda untuk segera membuat master plannya.

“Sehingga, semua OPD yang terlibat yang menandatangi komitmen ini memiliki program yang jelas terhadap pengembangan kampung haruan di Desa Asam ini,” ucapnya. (shn)

KANDANGAN – Sebagai upaya menekan inflasi, Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dicanangkan sebagai kampung haruan (Gabus) melalui diseminasi model pembenihan ikan gabus haruan di masyarakat (Simonika Gaharmas) yang pertama kali di Indonesia, Rabu (13/10).

Pencanangan Desa Asam sebagai kampung haruan di kelompok budidaya ikan air tawar (Pokdatan) Sumber Pulau Basar ini ditandai dengan pembukaan oleh Bupati HSS Achmad Fikry dirangkai dengan kegiatan panen dan penyerahan bibit ikan haruan kepada KWT Anugerah Terindah, Karang Taruna serta Kader KB Desa Asam. Juga penandatanganan komitmen bersama pengembangan kawasan kampung haruan Desa Asam Kecamatan Sungai Raya.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, pencanangan Desa Asam sebagai kampung haruan melalui Simonika Gaharmas yang pertama kali dilakukan di Indonesia ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan yang merupakan salah satu terobosan dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Karena ikan gabus di Kalsel hampir dua tahun terakhir merupakan salah satu penyumbang inflasi. Sementara kebutuhan akan ikan haruan selama ini hanya diperoleh dari penangkapan. Dengan kondisi ketersedian yang berkurang di alam, tentunya ketersediannya terbatas,” ujarnya.

Dengan konsep Simonika Gaharmas yang selama ini benih-benih ikan ditangkap dari alam dilakukan budi daya. Sehingga tidak lagi bergantung dengan alam.

“Budi daya ini nantinya juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sampai menjamin kepastian ketersedian benih,” tuturnya.

Budi daya haruan yang dilakukan di Desa Asam ini nantinya menjadi salah satu model dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam pembenihan ikan haruan

“Kami nanti akan terus melakukan pendampingan dalam proses pembenihan sampai budi daya ikannya,” tuturnya.

Keuntungan dari model pembenihan ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Kapasitas produksinya 300 ribu ekor per tahun. Serta tidak membutuhkan investasi yang besar. Karena hanya menggunakan kolam terpal dan langsung bisa dilihaat masyarakat, sehingga bisa dicontoh warga.

“Serta pemeliharaannya terkontrol dibandingkan dengan di alam,” sebutnya.

Dalam pencanangannya kampung haruan di Desa Asam ini disediakan dua kolam induk untuk memisahkan jantan dan betina. Kemudian 20 kolam pemijahannya, serta 12 kolam pembesarannya yang sudah dipisah antara jantan dan betina.

“Untuk pembenihan, setiap 35 hari sudah bisa panen satu siklus. Setelah 35 hari setiap dua pekan bisa panen parsial,” ucapnya.

Kuncinya, dalam pembenihan adalah menentukan induk jantan dan betina. Kemudian menyediakan pakan alaminya.

Dengan Simonika Gaharmas ini kualitas ikan haruan tetap sama seperti hasil tangkap ikan alam.

“Budi daya ini kita dapat mengontrol, karena bisa panen lebih cepat, sekitar empat bulan,” katanya. 

Bupati HSS, Achmad Fikry mengaku senang, gembira dan bangga atas pencanangan kampung haruan di Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya ini, karena ini masih satu-satunya di Indonesia. Sehingga, kemungkinan banyak orang akan belajar ke Desa Asam.

“Jangan sampai nanti orang datang untuk belajar, ikannya habis. Pengembangan harus terus dilakukan,” ujarnya.

Pencanangan kampung haruan di Kabupaten HSS ini juga sudah dilaporkan ke Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Gubernur sangat senang dan gembira, serta berharap dengan adanya kampung haruan tidak ada lagi menu Katupat Kandangan menggunakan ikan toman sebagai lauknya.

“Kalau sudah berkembang, harus memprioritaskan menyuplai ikan untuk pedagang Katupat di Kandangan,” pinta bupati dua periode ini.

Untuk terus mengembangkan kampung haruan di Desa Asam, Kecamatan Sungai Raya, Pemkab HSS nantinya, akan berkunjung ke Balai Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar yang berpusat di Mandiangin Kabupaten Banjar.

“Kami ingin melihat proses pembenihan di sana secara langsung,” ucapnya.

Dengan adanya komitmen bersama untuk mengembangkan kampung haruan ini, Fikry juga meminta Bappelitbangda untuk segera membuat master plannya.

“Sehingga, semua OPD yang terlibat yang menandatangi komitmen ini memiliki program yang jelas terhadap pengembangan kampung haruan di Desa Asam ini,” ucapnya. (shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/