alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Penamaan Jembatan Alalak Ditarget 10 Hari

BANJARMASIN – Mencuatnya sejumlah usulan nama jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) tampaknya membuat bingung semua pihak. DPRD Provinsi Kalsel pun menggelar rapat bersama sejumlah perangkat eksekutif.

Rapat dengan agenda penamaan jembatan digelar di Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (13/10) pagi.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua dewan H Supian HK mengungkapkan, ada beberapa usulan nama yang masuk.

“Sejauh ini ada sejumlah usulan dalam bentuk surat mau pun lisan yang direkomendasikan,” katanya.

Diantaranya adalah, Aberani Sulaiman, yang merupakan Gubernur Kalsel ketiga yang menjabat pada tahun 1963-1968, yang juga turut serta sebagai Ketua Panitia Persiapan Proklamasi Kalimantan pada 17 Mei 1949 bersama Hasan Basri. Kemudian, Muhammad Said yang pernah menjabat Gubernur Kalimantan Selatan pada tahun 1984-1995 silam.

Penamaan jembatan berkonsep cable stayed pertama di Indonesia itu dengan nama tokoh daerah merupakan bentuk penghargaan atas pengabdiannya terhadap Kalsel.  Dan itu sudah ada peraturan daerah di provinsi ini yang mengatur penamaan jalan dan jembatan boleh menggunakan nama tokoh, namun yang sudah meninggal dunia.

Dewan memberikan kesempatan kepada eksekutif untuk mengkaji secara komprehensif, untuk menentukan nama dan diusulkan kepada DPRD Kalsel, selanjutnya dapat diresmikan melalui rapat paripurna. “Kita beri waktu sepuluh hari kepada eksekutif,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria R, selaku cucu dari H Aberani Sulaiman berterimakasih kepada masyarakat yang mengusulkan nama kakeknya untuk diabadikan sebagai nama jembatan Alalak tersebut.

“Kami selaku keluarga, jikalau nama tersebut diterima dan diresmikan menjadi jembatan megah tersebut, tentunya ikut mendukung,” ucap wanita yang biasa disapa Tatum ini. (gmp)

BANJARMASIN – Mencuatnya sejumlah usulan nama jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) tampaknya membuat bingung semua pihak. DPRD Provinsi Kalsel pun menggelar rapat bersama sejumlah perangkat eksekutif.

Rapat dengan agenda penamaan jembatan digelar di Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (13/10) pagi.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua dewan H Supian HK mengungkapkan, ada beberapa usulan nama yang masuk.

“Sejauh ini ada sejumlah usulan dalam bentuk surat mau pun lisan yang direkomendasikan,” katanya.

Diantaranya adalah, Aberani Sulaiman, yang merupakan Gubernur Kalsel ketiga yang menjabat pada tahun 1963-1968, yang juga turut serta sebagai Ketua Panitia Persiapan Proklamasi Kalimantan pada 17 Mei 1949 bersama Hasan Basri. Kemudian, Muhammad Said yang pernah menjabat Gubernur Kalimantan Selatan pada tahun 1984-1995 silam.

Penamaan jembatan berkonsep cable stayed pertama di Indonesia itu dengan nama tokoh daerah merupakan bentuk penghargaan atas pengabdiannya terhadap Kalsel.  Dan itu sudah ada peraturan daerah di provinsi ini yang mengatur penamaan jalan dan jembatan boleh menggunakan nama tokoh, namun yang sudah meninggal dunia.

Dewan memberikan kesempatan kepada eksekutif untuk mengkaji secara komprehensif, untuk menentukan nama dan diusulkan kepada DPRD Kalsel, selanjutnya dapat diresmikan melalui rapat paripurna. “Kita beri waktu sepuluh hari kepada eksekutif,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria R, selaku cucu dari H Aberani Sulaiman berterimakasih kepada masyarakat yang mengusulkan nama kakeknya untuk diabadikan sebagai nama jembatan Alalak tersebut.

“Kami selaku keluarga, jikalau nama tersebut diterima dan diresmikan menjadi jembatan megah tersebut, tentunya ikut mendukung,” ucap wanita yang biasa disapa Tatum ini. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/