alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Atlet Gantole Kesulitan di Papua

SENTANI – Kiprah atlet gantole Kalsel di ajang PON XX 2021 Papua tak semulus rencananya. Meski bukan cabor unggulan, mereka sebenarnya punya tekad kuat mempersembahkan medali untuk Banua. Namun, banyak kendala yang dihadapi di pertandingan yang digelar 22 September hingga 5 Oktober tadi.

Tiba di Papua sehari menjelang pertandingan harus dihadapi atlet binaan Syamsuri tersebut. Mereka berangkat pada 20 September, dan tiba keesokan harinya langsung menjalani technical meeting tanpa ada tes lapangan di Lapangan Terbang Advent, Doyo Baru, Kabupaten Sentani, Papua. “Tentu terlalu sangat singkat bagi kami, tanpa harus melihat bahkan mencoba lapangan terlebih dahulu,” keluh Syamsuri.

Hasilnya di kelas KTM B perorangan (ketepatan mendarat), Roki Rogalo Saputra dan Ilham Firmansyah tidak mampu berbuat banyak. Roki berada di urutan 14 dengan perolehan poin 3.711. Sedangkan Ilham berada di urutan 18 dengan 4.213 poin.

Di kelas KTM B Beregu, duet Roki dan Ilham hanya mampu berada di peringkat 8 karena mengoleksi poin terlalu banyak yakni 7.924. Sedangkan di nomor RTG (Race to Goal) atau lintas alam, Roki berada di urutan 18 dengan perolehan 521. Sedangkan untuk Ilham dengan 568 poin berada di peringkat 15.
Ilham Firmansyah mengungkapkan bahwa kondisi lapangan di Papua jauh dari standar pertandingan terbang, khususnya di nomor RTG. Buktinya ada dua atlet yang mengalami cedera cukup parah. “Tempat landing, tempat darurat, dan sistem start yang tidak di satu titik adalah kekurangan penyelenggaraan PON Papua,” ungkapnya. “Untuk sekelas PON, tentu tidak ideal. Ditambah adaptasi kami sangat terbatas di sini. Semoga di PON selanjutnya yang lebih layak, kami mampu membuat prestasi untuk Kalsel,” tutupnya.(bir/gr/dye)
 

SENTANI – Kiprah atlet gantole Kalsel di ajang PON XX 2021 Papua tak semulus rencananya. Meski bukan cabor unggulan, mereka sebenarnya punya tekad kuat mempersembahkan medali untuk Banua. Namun, banyak kendala yang dihadapi di pertandingan yang digelar 22 September hingga 5 Oktober tadi.

Tiba di Papua sehari menjelang pertandingan harus dihadapi atlet binaan Syamsuri tersebut. Mereka berangkat pada 20 September, dan tiba keesokan harinya langsung menjalani technical meeting tanpa ada tes lapangan di Lapangan Terbang Advent, Doyo Baru, Kabupaten Sentani, Papua. “Tentu terlalu sangat singkat bagi kami, tanpa harus melihat bahkan mencoba lapangan terlebih dahulu,” keluh Syamsuri.

Hasilnya di kelas KTM B perorangan (ketepatan mendarat), Roki Rogalo Saputra dan Ilham Firmansyah tidak mampu berbuat banyak. Roki berada di urutan 14 dengan perolehan poin 3.711. Sedangkan Ilham berada di urutan 18 dengan 4.213 poin.

Di kelas KTM B Beregu, duet Roki dan Ilham hanya mampu berada di peringkat 8 karena mengoleksi poin terlalu banyak yakni 7.924. Sedangkan di nomor RTG (Race to Goal) atau lintas alam, Roki berada di urutan 18 dengan perolehan 521. Sedangkan untuk Ilham dengan 568 poin berada di peringkat 15.
Ilham Firmansyah mengungkapkan bahwa kondisi lapangan di Papua jauh dari standar pertandingan terbang, khususnya di nomor RTG. Buktinya ada dua atlet yang mengalami cedera cukup parah. “Tempat landing, tempat darurat, dan sistem start yang tidak di satu titik adalah kekurangan penyelenggaraan PON Papua,” ungkapnya. “Untuk sekelas PON, tentu tidak ideal. Ditambah adaptasi kami sangat terbatas di sini. Semoga di PON selanjutnya yang lebih layak, kami mampu membuat prestasi untuk Kalsel,” tutupnya.(bir/gr/dye)
 

Most Read

Artikel Terbaru

/