alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Coaching Clinic Percepatan Sanitasi di Tanah Bumbu

BATULICIN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Coaching Clinic 2 Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2021.

Kegiatan ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani, Kamis (9/10). Peserta coaching clinic adalah kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Disdikbud, BPS dan pihak terkait lainnya. Acara ini juga dihadiri Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kalsel dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel.

Hj Mariani mengatakan, sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menjadi bagian dalam tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, merupakan amanat RPJMD 2020-2024.

Sasaran sanitasi kabupaten berfungsi sebagai acuan pembagian peran antar pelaku pembangunan. Menjadi kendali bagi realisasi pembangunan sanitasi yang berbasis kinerja,  serta sebagai gambaran umum kebutuhan sanitasi tahunan dan jangka menengah.

“Dari data yang ada, masih terdapat perbedaan dengan target yang ditetapkan oleh  Bappenas untuk tahun 2024 mendatang. Oleh karena itu, kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai target tersebut,” ucapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mencapai target akses sanitasi, serta sebagai fungsi advokasi, advisori, koordinasi, fasilitasi, supervisi dan sinkronisasi. (diskominfo/zal)

 

BATULICIN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Coaching Clinic 2 Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) 2021.

Kegiatan ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj Mariani, Kamis (9/10). Peserta coaching clinic adalah kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Disdikbud, BPS dan pihak terkait lainnya. Acara ini juga dihadiri Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kalsel dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel.

Hj Mariani mengatakan, sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar yang menjadi bagian dalam tujuan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, merupakan amanat RPJMD 2020-2024.

Sasaran sanitasi kabupaten berfungsi sebagai acuan pembagian peran antar pelaku pembangunan. Menjadi kendali bagi realisasi pembangunan sanitasi yang berbasis kinerja,  serta sebagai gambaran umum kebutuhan sanitasi tahunan dan jangka menengah.

“Dari data yang ada, masih terdapat perbedaan dengan target yang ditetapkan oleh  Bappenas untuk tahun 2024 mendatang. Oleh karena itu, kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk mencapai target tersebut,” ucapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mencapai target akses sanitasi, serta sebagai fungsi advokasi, advisori, koordinasi, fasilitasi, supervisi dan sinkronisasi. (diskominfo/zal)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/