alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Yang Rusak Parah Didahulukan

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin belum lama ini menyambangi sejumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Salah satunya SDN Inklusi Banua Anyar 4 di Banjarmasin Timur.

Ketua Komisi IV, Noorlatifah menjelaskan, kunjungan ke sekolah di Jalan Banua Anyar Gang Pahlawan Perintis itu merupakan yang kesekian kalinya.

Lantas, apa tindaklanjutnya? Diungkapkannya, pembenahan bangunan yang rusak seperti ruang guru sudah mulai dikerjakan. “Menggunakan APBD Perubahan 2021 ini,” jelasnya, kemarin (7/10).

Tapi untuk rehab lebih menyeluruh, masih harus menunggu tahun depan. Seperti membangun kembali ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan beberapa kelas.

“Kami perlu melihat skala prioritasnya. Karena ruang guru yang paling parah, maka itu dulu yang diperbaiki,” jelasnya.

Dia menjamin, sekolah-sekolah lainnya akan diperjuangkan untuk mendapat alokasi dari APBD 2022.

Seperti SDN Pangeran 1 dan SDN Kebun Bunga 9 yang beberapa waktu lalu ditimpa musibah kebakaran.

“Jenis bantuannya macam-macam. Ada yang dibangunkan ruang kelas baru atau penambahan ruang kelas, atau cukup direhab saja. Disesuaikan saja dengan kebutuhan sekolah,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Bidang Bina SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, Nuryadi mengatakan perbaikan gedung SD yang rusak harus menunggu tahun depan.

Lalu, Disdik juga lebih berharap kepada APBN. “Renovasi total akan diakomodir DAK (Dana Alokasi Khusus). Sedangkan perbaikan yang sudah mendesak akan memakai APBD,” tuntasnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin belum lama ini menyambangi sejumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Salah satunya SDN Inklusi Banua Anyar 4 di Banjarmasin Timur.

Ketua Komisi IV, Noorlatifah menjelaskan, kunjungan ke sekolah di Jalan Banua Anyar Gang Pahlawan Perintis itu merupakan yang kesekian kalinya.

Lantas, apa tindaklanjutnya? Diungkapkannya, pembenahan bangunan yang rusak seperti ruang guru sudah mulai dikerjakan. “Menggunakan APBD Perubahan 2021 ini,” jelasnya, kemarin (7/10).

Tapi untuk rehab lebih menyeluruh, masih harus menunggu tahun depan. Seperti membangun kembali ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan beberapa kelas.

“Kami perlu melihat skala prioritasnya. Karena ruang guru yang paling parah, maka itu dulu yang diperbaiki,” jelasnya.

Dia menjamin, sekolah-sekolah lainnya akan diperjuangkan untuk mendapat alokasi dari APBD 2022.

Seperti SDN Pangeran 1 dan SDN Kebun Bunga 9 yang beberapa waktu lalu ditimpa musibah kebakaran.

“Jenis bantuannya macam-macam. Ada yang dibangunkan ruang kelas baru atau penambahan ruang kelas, atau cukup direhab saja. Disesuaikan saja dengan kebutuhan sekolah,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Bidang Bina SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, Nuryadi mengatakan perbaikan gedung SD yang rusak harus menunggu tahun depan.

Lalu, Disdik juga lebih berharap kepada APBN. “Renovasi total akan diakomodir DAK (Dana Alokasi Khusus). Sedangkan perbaikan yang sudah mendesak akan memakai APBD,” tuntasnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/