alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Angkat Besi Persembahkan Perunggu

JAYAPURA – Lifter Kalsel, Riska Nur Amanda menempati peringkat ketiga pada cabang angkat besi PON XX Papua yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Cendrawasih, Kota Jayapura, kemarin (6/10) siang. Turun di kelas 49 kilogram, Riska mengoleksi total angkatan 127 kilogram.

Riska hanya terpaut tiga kilogram dari peraih medali perak Siti Nafisatul dari Jawa Tengah yang mengoleksi 130 kilogram. Sedangkan dengan peraih medali emas Windi Cantika dari Jawa Barat terpaut 12 kilogram dengan total angkatan 139 kilogram.

Pada angkatan snatch, Riska mencatat angkatan tertinggi 78 kilogram. Sedangkan Siti Nafisatul menyelesaikan 77 kilogram, dan Windi Cantika menyelesaikan 97 kilogram. Di angkatan clean and jerk, Riska membukukan angkatan 91 kilogram. Pesaingnya Siti Nafisatul membukukan 97 kilogram. Sedangkan Windi Cantika mencatat angkatan 103 kilogram.

Raihan medali perunggu ini disambut haru Riska. Soalnya tak menyangka bisa menyumbang medali untuk Banua. “Sangat tidak menyangka. Sebelumnya memang tidak menargetkan apapun. Nothing to lose saja,” ujarnya.

Pelatih angkat besi Kalsel, Mudjianto juga mengucap syukur atas medali yang diperoleh ini. Ini membuktikan tanpa ada perhatian khusus dari KONI Kalsel dan Dispora Kalsel, cabor ini masih bisa meraih prestasi. Riska menjadi satu-satunya atlet angkat besi Kalsel yang berlaga di multievent empat tahunan terbesar Indonesia.

“Alhamdulillah lega. Terima kasih atas dukungannya. Kami hanya bisa menyumbang medali perunggu. Kami enggak ditargetin, enggak dapat uang saku. Alhamdulillah kami bisa membuktikan,” ungkap Muji.(bir/gr/dye)
 

JAYAPURA – Lifter Kalsel, Riska Nur Amanda menempati peringkat ketiga pada cabang angkat besi PON XX Papua yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Cendrawasih, Kota Jayapura, kemarin (6/10) siang. Turun di kelas 49 kilogram, Riska mengoleksi total angkatan 127 kilogram.

Riska hanya terpaut tiga kilogram dari peraih medali perak Siti Nafisatul dari Jawa Tengah yang mengoleksi 130 kilogram. Sedangkan dengan peraih medali emas Windi Cantika dari Jawa Barat terpaut 12 kilogram dengan total angkatan 139 kilogram.

Pada angkatan snatch, Riska mencatat angkatan tertinggi 78 kilogram. Sedangkan Siti Nafisatul menyelesaikan 77 kilogram, dan Windi Cantika menyelesaikan 97 kilogram. Di angkatan clean and jerk, Riska membukukan angkatan 91 kilogram. Pesaingnya Siti Nafisatul membukukan 97 kilogram. Sedangkan Windi Cantika mencatat angkatan 103 kilogram.

Raihan medali perunggu ini disambut haru Riska. Soalnya tak menyangka bisa menyumbang medali untuk Banua. “Sangat tidak menyangka. Sebelumnya memang tidak menargetkan apapun. Nothing to lose saja,” ujarnya.

Pelatih angkat besi Kalsel, Mudjianto juga mengucap syukur atas medali yang diperoleh ini. Ini membuktikan tanpa ada perhatian khusus dari KONI Kalsel dan Dispora Kalsel, cabor ini masih bisa meraih prestasi. Riska menjadi satu-satunya atlet angkat besi Kalsel yang berlaga di multievent empat tahunan terbesar Indonesia.

“Alhamdulillah lega. Terima kasih atas dukungannya. Kami hanya bisa menyumbang medali perunggu. Kami enggak ditargetin, enggak dapat uang saku. Alhamdulillah kami bisa membuktikan,” ungkap Muji.(bir/gr/dye)
 

Most Read

Artikel Terbaru

/