alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Terima Kasih Haerul dan Amri

JAYAPURA – Perjuangan atlet sepak takraw Kalsel harus terhenti di babak perempat final PON XX 2021. Bertanding kontra tim tetangga Kalimantan Timur, duet Amri dan Haerul takluk saat berlaga di GOR Trikora, Kota Jayapura, kemarin (6/10) siang.

Turun di nomor pertandingan double event, Erlangga Amri dan Haerul Fahmi kesulitan menghadapi tekanan yang dilancarkan lawan. Kaltim terus mendominasi dan mencetak poin demi poin. Set pertama ditutup dengan angka 21-10 untuk Kaltim.

Memasuki set kedua, tim Kalsel tampil lebih atraktif. Kedua tim saling balas mencetak poin hingga 17-17. Namun, Kaltim berhasil meminimalkan kesalahan di poin-poin kritis. Lantas menutup set kedua dengan skor 21-18.

Amri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, faktor utama kegagalan yang paling utama karena minimnya persiapan. “Kami latihan bersama cuma selama 3 hari. Untuk sekelas PON, tentu itu tidak ideal,” ujarnya.

Secara permainan, Amri menegaskan tidak kalah dengan provinsi lain. Tapi, persiapan tentu sangat penting untuk membangun permainan yang rapi dan akurat. “Kita bisa bersaing. Namun dengan persiapan yang minim tentu mustahil akan mendapat hasil maksimal,” yakinnya.

Selama latihan lebih banyak dilakukan secara mandiri dan virtual. Terlebih lagi kedua atlet tinggal di kabupaten berbeda. Ia berharap ada pemusatan latihan yang sama seperti provinsi lain.

Perjuangan atlet takraw Kalsel patut diapresiasi. Mereka mampu melewati babak penyisihan grup yang dihuni tim-tim kuat yaitu Kepulauan Riau, Aceh dan Sumatera Selatan. “Terima kasih atas perjuangan atlet. Mereka sudah luar biasa berjuang. Saya sangat salut dengan perjuangan mereka di atas lapangan. Untuk kekalahan ini biar akan menjadi evaluasi saat pulang,” tegas pelatih sepak takraw Wasaka, Naharuddin.(bir/gr/dye)
 

JAYAPURA – Perjuangan atlet sepak takraw Kalsel harus terhenti di babak perempat final PON XX 2021. Bertanding kontra tim tetangga Kalimantan Timur, duet Amri dan Haerul takluk saat berlaga di GOR Trikora, Kota Jayapura, kemarin (6/10) siang.

Turun di nomor pertandingan double event, Erlangga Amri dan Haerul Fahmi kesulitan menghadapi tekanan yang dilancarkan lawan. Kaltim terus mendominasi dan mencetak poin demi poin. Set pertama ditutup dengan angka 21-10 untuk Kaltim.

Memasuki set kedua, tim Kalsel tampil lebih atraktif. Kedua tim saling balas mencetak poin hingga 17-17. Namun, Kaltim berhasil meminimalkan kesalahan di poin-poin kritis. Lantas menutup set kedua dengan skor 21-18.

Amri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, faktor utama kegagalan yang paling utama karena minimnya persiapan. “Kami latihan bersama cuma selama 3 hari. Untuk sekelas PON, tentu itu tidak ideal,” ujarnya.

Secara permainan, Amri menegaskan tidak kalah dengan provinsi lain. Tapi, persiapan tentu sangat penting untuk membangun permainan yang rapi dan akurat. “Kita bisa bersaing. Namun dengan persiapan yang minim tentu mustahil akan mendapat hasil maksimal,” yakinnya.

Selama latihan lebih banyak dilakukan secara mandiri dan virtual. Terlebih lagi kedua atlet tinggal di kabupaten berbeda. Ia berharap ada pemusatan latihan yang sama seperti provinsi lain.

Perjuangan atlet takraw Kalsel patut diapresiasi. Mereka mampu melewati babak penyisihan grup yang dihuni tim-tim kuat yaitu Kepulauan Riau, Aceh dan Sumatera Selatan. “Terima kasih atas perjuangan atlet. Mereka sudah luar biasa berjuang. Saya sangat salut dengan perjuangan mereka di atas lapangan. Untuk kekalahan ini biar akan menjadi evaluasi saat pulang,” tegas pelatih sepak takraw Wasaka, Naharuddin.(bir/gr/dye)
 

Most Read

Artikel Terbaru

/