alexametrics
31.5 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Kemendikbud Bantu 14 SD Rusak di Banjarmasin

BANJARMASIN – Banjir yang merendam Banjarmasin pada Januari lalu turut merusak sejumlah gedung sekolah.

Begitu banjir surut, Dinas Pendidikan Banjarmasin mendata, setidaknya ada 40 SD yang rusak. Ditambah satu SMP, yakni SMPN 19.

Kondisi itu rupanya menyedot perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dijanjikan, bantuan dari pos anggaran tanggap darurat dan pasca bencana akan digelontorkan. Khususnya untuk SD.

Teknisnya, bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah.

“Nominalnya Rp17 juta per SD. Insyaallah dalam waktu dekat sudah disalurkan,” kata Kabid Bina SD Disdik, Nuryadi, kemarin (30/9).

Tapi tak semua SD dibantu. Hanya ada 14 sekolah yang dibantu. Rinciannya adalah SDN Kelayan Timur 12, SDN Sungai Bilu 1, SDN Kelayan Dalam 3, SDN Sungai Bilu 3, SDN Sungai Lulut 7, dan SDN Karang Mekar 9.

Kemudian SDN Karang Mekar 6, SDN Pekapuran Raya 5, SDN Benua Anyar 2, SDN Sungai Jingah 5, SDN Sungai Miai 4, SDN Sungai Andai 3, SDN Pemurus Luar 1 dan SD Kartika V-6 Tengah.

“Bantuan ini untuk mengganti fasilitas belajar yang rusak karena banjir. Melengkapi persiapan PTM (Pembelajaran Tatap Muka),” jelasnya.

Mengingat ada puluhan SD yang terdampak banjir, bagaimana nasib sisanya? Nuryadi mengaku tak bisa menjawab. Karena Disdik hanya mengusulkan. “Mungkin di pusat juga ada keterbatasan dana,” duganya.

Ketika dikonfirmasi, Plt Kepala SDN Sungai Bilu 3, Eka Yuliwati mensyukuri kabar bantuan dari kementerian itu.

Dia merencanakan, dana itu akan dipakai untuk pembersihan sisa banjir, pembelian APD (alat pelindung diri) dan sarana penunjang belajar. “Termasuk untuk program literasi. Misalkan membeli buku-buku cerita,” ujar Eka. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Banjir yang merendam Banjarmasin pada Januari lalu turut merusak sejumlah gedung sekolah.

Begitu banjir surut, Dinas Pendidikan Banjarmasin mendata, setidaknya ada 40 SD yang rusak. Ditambah satu SMP, yakni SMPN 19.

Kondisi itu rupanya menyedot perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dijanjikan, bantuan dari pos anggaran tanggap darurat dan pasca bencana akan digelontorkan. Khususnya untuk SD.

Teknisnya, bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing sekolah.

“Nominalnya Rp17 juta per SD. Insyaallah dalam waktu dekat sudah disalurkan,” kata Kabid Bina SD Disdik, Nuryadi, kemarin (30/9).

Tapi tak semua SD dibantu. Hanya ada 14 sekolah yang dibantu. Rinciannya adalah SDN Kelayan Timur 12, SDN Sungai Bilu 1, SDN Kelayan Dalam 3, SDN Sungai Bilu 3, SDN Sungai Lulut 7, dan SDN Karang Mekar 9.

Kemudian SDN Karang Mekar 6, SDN Pekapuran Raya 5, SDN Benua Anyar 2, SDN Sungai Jingah 5, SDN Sungai Miai 4, SDN Sungai Andai 3, SDN Pemurus Luar 1 dan SD Kartika V-6 Tengah.

“Bantuan ini untuk mengganti fasilitas belajar yang rusak karena banjir. Melengkapi persiapan PTM (Pembelajaran Tatap Muka),” jelasnya.

Mengingat ada puluhan SD yang terdampak banjir, bagaimana nasib sisanya? Nuryadi mengaku tak bisa menjawab. Karena Disdik hanya mengusulkan. “Mungkin di pusat juga ada keterbatasan dana,” duganya.

Ketika dikonfirmasi, Plt Kepala SDN Sungai Bilu 3, Eka Yuliwati mensyukuri kabar bantuan dari kementerian itu.

Dia merencanakan, dana itu akan dipakai untuk pembersihan sisa banjir, pembelian APD (alat pelindung diri) dan sarana penunjang belajar. “Termasuk untuk program literasi. Misalkan membeli buku-buku cerita,” ujar Eka. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/