alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Kader Posyandu Tanbu Dilatih Jadi Kader Pangan, Begini Konsepnya

BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan Kalsel menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kader Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Senin (27/9) di Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir. Bimtek ini bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanah Bumbu.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Tanbu menyampaikan, kegiatan ini ditujukan untuk kader pangan yang ada di posyandu. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menyukseskan konsep Posyandu Banua.

Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno saat membuka kegiatan berharap, apa yang disampaikan narasumber dapat bermanfaat dalam mengembangkan pangan sehat. Menurutnya, Tanbu memiliki banyak potensi pangan lokal yang tidak kalah bergizi dibanding makanan lain.

Potensi itu dapat dimanfaatkan dan dikembangkan peserta untuk kepentingan konsumsi keluarga maupun komersil.

Sumber pangan yang beredar saat ini, lanjutnya, banyak memiliki tampilan yang bagus. Tapi memiliki kandungan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi tubuh dan menjadi sumber penyakit.

Karenanya, ia meminta para peserta untuk bisa mengubah pola pikir dalam memilih sumber pangan. Jangan hanya melihat tampilan,  namun perhatikan pula nilai gizi dan dampaknya bagi kesehatan.

“Sehingga kita bisa menghasilkan generasi berkualitas, yang dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tutupnya. (diskominfo/zal)

BATULICIN – Dinas Ketahanan Pangan Kalsel menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kader Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Senin (27/9) di Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir. Bimtek ini bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanah Bumbu.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Tanbu menyampaikan, kegiatan ini ditujukan untuk kader pangan yang ada di posyandu. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam menyukseskan konsep Posyandu Banua.

Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno saat membuka kegiatan berharap, apa yang disampaikan narasumber dapat bermanfaat dalam mengembangkan pangan sehat. Menurutnya, Tanbu memiliki banyak potensi pangan lokal yang tidak kalah bergizi dibanding makanan lain.

Potensi itu dapat dimanfaatkan dan dikembangkan peserta untuk kepentingan konsumsi keluarga maupun komersil.

Sumber pangan yang beredar saat ini, lanjutnya, banyak memiliki tampilan yang bagus. Tapi memiliki kandungan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi tubuh dan menjadi sumber penyakit.

Karenanya, ia meminta para peserta untuk bisa mengubah pola pikir dalam memilih sumber pangan. Jangan hanya melihat tampilan,  namun perhatikan pula nilai gizi dan dampaknya bagi kesehatan.

“Sehingga kita bisa menghasilkan generasi berkualitas, yang dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tutupnya. (diskominfo/zal)

Most Read

Artikel Terbaru

/