alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Gagal di PON XX Papua, Akhir Karir Atlet Wushu Andalan Kalsel

MERAUKE – Atlet wushu andalan Kalsel, Muhammad Sofi’i harus angkat koper lebih dulu dalam perhelatan PON Papua XX 2021 di GOR Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Papua, kemarin (30/9). Kebetulan Sofi’i yang turun di kategori sanda kelas 75 kilogram langsung menghadapi lawan kuat Jeka Aspardio dari Sumatera Utara.

Jeka Aspardio merupakan peraih medali emas Pra-PON 2019. Sempat memberikan perlawanan sengit kepada Jeka Aspardio, Sofi’i harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir 0-2.
Usai pertandingan, Sofi’i tidak dapat menutupi kesedihan dari raut wajahnya.

“Saya sudah berusaha maksimal menampilkan yang terbaik. Namun, Tuhan berkehendak lain,” ujarnya.

Ia pun harus pensiun dari perhelatan olahraga nasional empat tahunan ini dengan lapang dada. Mengenai langkah selanjutnya setelah pensiun, Sofi’i mengutarakan kesiapan bila diperlukan menjadi pelatih wushu untuk regenerasi atlet Kalsel ke depan.

Sekretaris Umum Wushu Kalsel, Nandra Novansyah memuji perjuangan Sofi’i walaupun harus tersingkir di awal kejuaraan. Menurutnya, Sofi’i merupakan sosok yang pantas untuk menjadi pelatih wushu Kalsel.

“Itu memang sudah rencana kami. Terlebih lagi Sofi’i sudah berpengalaman dengan mengikuti tiga kali PON. Ini demi perkembangan wushu Kalsel,” tutupnya.(bir/dye/ema)

MERAUKE – Atlet wushu andalan Kalsel, Muhammad Sofi’i harus angkat koper lebih dulu dalam perhelatan PON Papua XX 2021 di GOR Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Papua, kemarin (30/9). Kebetulan Sofi’i yang turun di kategori sanda kelas 75 kilogram langsung menghadapi lawan kuat Jeka Aspardio dari Sumatera Utara.

Jeka Aspardio merupakan peraih medali emas Pra-PON 2019. Sempat memberikan perlawanan sengit kepada Jeka Aspardio, Sofi’i harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir 0-2.
Usai pertandingan, Sofi’i tidak dapat menutupi kesedihan dari raut wajahnya.

“Saya sudah berusaha maksimal menampilkan yang terbaik. Namun, Tuhan berkehendak lain,” ujarnya.

Ia pun harus pensiun dari perhelatan olahraga nasional empat tahunan ini dengan lapang dada. Mengenai langkah selanjutnya setelah pensiun, Sofi’i mengutarakan kesiapan bila diperlukan menjadi pelatih wushu untuk regenerasi atlet Kalsel ke depan.

Sekretaris Umum Wushu Kalsel, Nandra Novansyah memuji perjuangan Sofi’i walaupun harus tersingkir di awal kejuaraan. Menurutnya, Sofi’i merupakan sosok yang pantas untuk menjadi pelatih wushu Kalsel.

“Itu memang sudah rencana kami. Terlebih lagi Sofi’i sudah berpengalaman dengan mengikuti tiga kali PON. Ini demi perkembangan wushu Kalsel,” tutupnya.(bir/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/