alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Taekwondo Kalsel Tersingkir Sebelum Bertanding di PON XX Papua

JAYAPURA – Kabar memilukan bagi kontingen Kalsel terjadi di cabang olahraga taekwondo di PON XX 2021 Papua. Satu-satunya atlet Kalsel, Hadad Wiqoldi Putra harus tersingkir sebelum memulai pertarungan. Atlet muda Kalsel itu didiskualifikasi karena berat badannya tidak memenuhi syarat.

Hadad semestinya turun di nomor pertandingan kyorugi kelas 58 kilogram. Saat uji timbang badan, ternyata berat badan Hadad naik menjadi 59,5 kilogram.

Sebelum keputusan dibuat, panitia sempat memberikan kesempatan kepada Hadad untuk menurunkan berat badannya. Namun, tidak semudah itu memang. Total dari tiga kali kesempatan yang diberikan, Hadad hanya mampu menurunkan hingga 58,55 kilogram saja. Alhasil, Hadad harus rela langkahnya terhenti bahkan sebelum memulai pertandingan. Hal ini tentu menimbulkan rasa kekecewaan baginya dan sang pelatih, Iwan Gunawan.

“Tentu sangat kecewa sekali. Seakan kehadiran kami di sini sia-sia. Mendengar kabar ini, kami pasti sangat malu dan ingin cepat pulang rasanya,” tutur Iwan.

Padahal, hasil drawing Hadad akan berjumpa taekwondoin Jambi di babak awal. “Untuk lawan (Jambi, Red) kami sangat optimis bisa melaju sampai semifinal. Namun, sayang sekali pil pahit ini harus kami terima,” ungkap Iwan.

Kenapa berat badan sang atlet bisa naik, Iwan tak ingin menerka-nerka. Namun, perjalanan panjang yang ditempuh bersama Hadad disinyalir menjadi salah satu alasannya. “Mungkin dia kelelahan, sehingga mengalami stres. Menuju ke sini, kami harus menjalani tiga kali transit dari Jakarta, Makassar, bahkan harus ke Timika terlebih dahulu,” ucapnya.

Menurutnya, ini akan menjadi pembelajaran baginya sebagai pelatih dan juga Hadad ke depan. “Untuk seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, KONI Kalsel, hingga semuanya yang sudah mendukung kami selama ini, kami memohon maaf sebesar-besarnya. Pulang dari sini, kami akan persiapkan diri lebih baik lagi. Untuk Hadad, jangan bersedih. Kesempatan kedua selalu akan datang,” hiburnya.

Hadad sendiri terkejut dengan hasil uji timbang pihak panitia. Sebelum uji timbang, dia sudah timbang badan dan tidak ada masalah. “Tapi saat di panitia jadi selisih 1,5 kilogram. Saya juga cukup heran. Selain saya, dua atlet lain dari tuan rumah juga mengalami hal serupa,” ungkapnya.

Padahal sejak awal keberangkatan, Hadad sudah menjalani puasa makan dan hanya memperbanyak minum air putih demi menjaga berat badannya. “H-1 saya sudah jogging, skipping, jumping jack, sampai push-up. Pasti ini membuat kecewa. Tapi, masih ada PON mendatang, saya harus bangkit,” tutupnya.(bir/dye/ema)

JAYAPURA – Kabar memilukan bagi kontingen Kalsel terjadi di cabang olahraga taekwondo di PON XX 2021 Papua. Satu-satunya atlet Kalsel, Hadad Wiqoldi Putra harus tersingkir sebelum memulai pertarungan. Atlet muda Kalsel itu didiskualifikasi karena berat badannya tidak memenuhi syarat.

Hadad semestinya turun di nomor pertandingan kyorugi kelas 58 kilogram. Saat uji timbang badan, ternyata berat badan Hadad naik menjadi 59,5 kilogram.

Sebelum keputusan dibuat, panitia sempat memberikan kesempatan kepada Hadad untuk menurunkan berat badannya. Namun, tidak semudah itu memang. Total dari tiga kali kesempatan yang diberikan, Hadad hanya mampu menurunkan hingga 58,55 kilogram saja. Alhasil, Hadad harus rela langkahnya terhenti bahkan sebelum memulai pertandingan. Hal ini tentu menimbulkan rasa kekecewaan baginya dan sang pelatih, Iwan Gunawan.

“Tentu sangat kecewa sekali. Seakan kehadiran kami di sini sia-sia. Mendengar kabar ini, kami pasti sangat malu dan ingin cepat pulang rasanya,” tutur Iwan.

Padahal, hasil drawing Hadad akan berjumpa taekwondoin Jambi di babak awal. “Untuk lawan (Jambi, Red) kami sangat optimis bisa melaju sampai semifinal. Namun, sayang sekali pil pahit ini harus kami terima,” ungkap Iwan.

Kenapa berat badan sang atlet bisa naik, Iwan tak ingin menerka-nerka. Namun, perjalanan panjang yang ditempuh bersama Hadad disinyalir menjadi salah satu alasannya. “Mungkin dia kelelahan, sehingga mengalami stres. Menuju ke sini, kami harus menjalani tiga kali transit dari Jakarta, Makassar, bahkan harus ke Timika terlebih dahulu,” ucapnya.

Menurutnya, ini akan menjadi pembelajaran baginya sebagai pelatih dan juga Hadad ke depan. “Untuk seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel, KONI Kalsel, hingga semuanya yang sudah mendukung kami selama ini, kami memohon maaf sebesar-besarnya. Pulang dari sini, kami akan persiapkan diri lebih baik lagi. Untuk Hadad, jangan bersedih. Kesempatan kedua selalu akan datang,” hiburnya.

Hadad sendiri terkejut dengan hasil uji timbang pihak panitia. Sebelum uji timbang, dia sudah timbang badan dan tidak ada masalah. “Tapi saat di panitia jadi selisih 1,5 kilogram. Saya juga cukup heran. Selain saya, dua atlet lain dari tuan rumah juga mengalami hal serupa,” ungkapnya.

Padahal sejak awal keberangkatan, Hadad sudah menjalani puasa makan dan hanya memperbanyak minum air putih demi menjaga berat badannya. “H-1 saya sudah jogging, skipping, jumping jack, sampai push-up. Pasti ini membuat kecewa. Tapi, masih ada PON mendatang, saya harus bangkit,” tutupnya.(bir/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/