alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Normalisasi Sungai Dimulai Lagi, Sungai Veteran dan Ahmad Yani Masih Difokuskan

BANJARMASIN – Di tengah kesibukan menangani pandemi, Pemko Banjarmasin kembali melanjutkan normalisasi sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengatakan, pekerjaan akan dimulai September.

“Sudah dilelang. Pengerukan dan pembongkaran jembatan sudah bisa dimulai bulan depan,” ujarnya kemarin (26/8).

Bukan hanya normalisasi sungai untuk mengadang ancaman banjir, Doyo juga menjanjikan penyiringan. Ditambah peninggian jembatan untuk akses kampung-kampung.

“Fokusnya masih Sungai Veteran dan Ahmad Yani. Nilai kontaknya Rp1,4 miliar,” sebutnya.

Tak lama setelah banjir menyurut, jembatan-jembatan yang dianggap menyumbat aliran sungai diberi tanda silang dengan cat semprot.

Belum semuanya dibongkar. Sebagian pemilik masih meminta waktu untuk membongkar sendiri. “Kami akan kembali ingatkan mereka,” tegasnya.

Diakuinya, normalisasi sungai sempat terhenti. Tapi bukan tanpa alasan.

“Dulu, karena masa tanggap darurat banjir, maka boleh tanpa dilelang. Sekarang semuanya harus melalui prosedur anggaran yang ada,” jelasnya.

Tujuan akhir dari normalisasi adalah menyambungkan sungai kecil dan sedang di Banjarmasin menuju sungai besar, yakni Sungai Martapura.

“Maka kami juga mengajukan rencana pembebasan lahan di kawasan lain. Misalkan Sungai Kelayan. Sudah pasti anggarannya tak sedikit. Semoga terwujud,” harapnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Di tengah kesibukan menangani pandemi, Pemko Banjarmasin kembali melanjutkan normalisasi sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengatakan, pekerjaan akan dimulai September.

“Sudah dilelang. Pengerukan dan pembongkaran jembatan sudah bisa dimulai bulan depan,” ujarnya kemarin (26/8).

Bukan hanya normalisasi sungai untuk mengadang ancaman banjir, Doyo juga menjanjikan penyiringan. Ditambah peninggian jembatan untuk akses kampung-kampung.

“Fokusnya masih Sungai Veteran dan Ahmad Yani. Nilai kontaknya Rp1,4 miliar,” sebutnya.

Tak lama setelah banjir menyurut, jembatan-jembatan yang dianggap menyumbat aliran sungai diberi tanda silang dengan cat semprot.

Belum semuanya dibongkar. Sebagian pemilik masih meminta waktu untuk membongkar sendiri. “Kami akan kembali ingatkan mereka,” tegasnya.

Diakuinya, normalisasi sungai sempat terhenti. Tapi bukan tanpa alasan.

“Dulu, karena masa tanggap darurat banjir, maka boleh tanpa dilelang. Sekarang semuanya harus melalui prosedur anggaran yang ada,” jelasnya.

Tujuan akhir dari normalisasi adalah menyambungkan sungai kecil dan sedang di Banjarmasin menuju sungai besar, yakni Sungai Martapura.

“Maka kami juga mengajukan rencana pembebasan lahan di kawasan lain. Misalkan Sungai Kelayan. Sudah pasti anggarannya tak sedikit. Semoga terwujud,” harapnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/