alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Tes Antigen di Pos Penyekatan, Ada yang Reaktif

BANJARMASIN – Dengan berat hati, Busra menjalani tes antigen. Pria 48 tahun itu mengaku sedang apes lantaran kedapatan menurunkan masker ke dagu.

Warga Jalan Pramuka itu satu dari 41 orang yang dites di posko penyekatan PPKM di Jalan ahmad Yani km 6, Selasa (24/8) malam.

Tes menyasar pengendara yang hendak memasuki ibu kota provinsi ini. Utamanya yang tidak memakai masker.
Busra menceritakan, ia mengantongi surat tes swab dengan hasil negatif. “Saya tadi merokok. Masker diturunkan ke dagu. Tahu-tahu ternyata ada razia,” kisahnya.

Senada dengan Suryani. Warga Kapuas, Kalteng itu terjaring saat hendak menjemput anaknya.

Ia tak memiliki surat vaksin atau hasil tes swab. Alhasil, ia harus dites di tempat. Syukur, sama seperti Busra, hasil tes Suryani juga negatif.

“Saya tidak tahu kalau PPKM di Banjarmasin diperpanjang lagi. Makanya mau menjemput anak di pondok pesantren karena sedang liburan,” ujarnya.

Di posko penyekatan lainnya pun ada tes serupa. Tes acak juga menyasar kafe-kafe yang ramai dikunjungi.

“Kami melihat masih ada saja warga yang tidak mengenakan masker. Hasil sampel ini akan memudahkan Dinas Kesehatan untuk pelacakan,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan, malam itu ada 250 sampel yang dialokasikan untuk lima kecamatan.

Sekitar 201 sudah terpakai. Hasilnya, dua dinyatakan reaktif. Salah satunya warga Banjarbaru.

“Satu reaktif di pos penyekatan Bundaran Kayu Tangi. Seorang lagi di kawasan Lingkar Selatan,” sebutnya.

Tindakannya, keduanya disuruh menjalani isolasi mandiri. Lalu disampaikan ke satgas dari kota warga bersangkutan untuk dilanjutkan dengan pelacakan.

“Setelah ini bakal ada tes acak dadakan lagi,” pungkas Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin tersebut. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Dengan berat hati, Busra menjalani tes antigen. Pria 48 tahun itu mengaku sedang apes lantaran kedapatan menurunkan masker ke dagu.

Warga Jalan Pramuka itu satu dari 41 orang yang dites di posko penyekatan PPKM di Jalan ahmad Yani km 6, Selasa (24/8) malam.

Tes menyasar pengendara yang hendak memasuki ibu kota provinsi ini. Utamanya yang tidak memakai masker.
Busra menceritakan, ia mengantongi surat tes swab dengan hasil negatif. “Saya tadi merokok. Masker diturunkan ke dagu. Tahu-tahu ternyata ada razia,” kisahnya.

Senada dengan Suryani. Warga Kapuas, Kalteng itu terjaring saat hendak menjemput anaknya.

Ia tak memiliki surat vaksin atau hasil tes swab. Alhasil, ia harus dites di tempat. Syukur, sama seperti Busra, hasil tes Suryani juga negatif.

“Saya tidak tahu kalau PPKM di Banjarmasin diperpanjang lagi. Makanya mau menjemput anak di pondok pesantren karena sedang liburan,” ujarnya.

Di posko penyekatan lainnya pun ada tes serupa. Tes acak juga menyasar kafe-kafe yang ramai dikunjungi.

“Kami melihat masih ada saja warga yang tidak mengenakan masker. Hasil sampel ini akan memudahkan Dinas Kesehatan untuk pelacakan,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan, malam itu ada 250 sampel yang dialokasikan untuk lima kecamatan.

Sekitar 201 sudah terpakai. Hasilnya, dua dinyatakan reaktif. Salah satunya warga Banjarbaru.

“Satu reaktif di pos penyekatan Bundaran Kayu Tangi. Seorang lagi di kawasan Lingkar Selatan,” sebutnya.

Tindakannya, keduanya disuruh menjalani isolasi mandiri. Lalu disampaikan ke satgas dari kota warga bersangkutan untuk dilanjutkan dengan pelacakan.

“Setelah ini bakal ada tes acak dadakan lagi,” pungkas Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin tersebut. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/