alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Airlangga Sampaikan PPKM Kalsel Diperpanjang

BANJARBARU – Rencana perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kalsel ternyata sudah diketahui Pemprov Kalsel sebelum adanya rilis dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Sabtu (21/8) tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim mengatakan, rencana perpanjangan PPKM level 4 di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel sudah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua KPC-PEN dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (20/8) tadi.

“Menko Perekonomian dalam rapat menyampaikan akan memperpanjang PPKM, namun keputusan resminya menunggu Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri),” kata Muslim, kemarin.

Dalam rilis KPC-PEN, ada enam kabupaten/kota di Kalsel yang masuk dalam perpanjangan PPKM level 4 jilid 3 dari 24 Agustus sampai 6 September 2021. Yakni, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ada satu daerah yang sebenarnya dikeluarkan dari daftar PPKM level 4 pada edisi ini, yaitu Kabupaten Barito Kuala. Namun, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebelumnya di level 3, sekarang masuk level 4.

Muslim menuturkan, penerapan PPKM level 4, jilid 3 nantinya akan diatur di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri. “Jadi kita tunggu Inmendagri-nya untuk mengetahui bagaimana aturan PPKM nanti,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah poin penting.

Pertama, mengenai mobilitas. Dia mengatakan, tingkat pergerakan masyarakat di Kalsel sudah turun, tapi masih relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Itu yang kami minta tekan kembali, karena penanganan di hulu ini penting,” ujarnya di hadapan rekan-rekan media.

Kedua, mengenai testing dan tracing. Jelasnya, tingkat testing dan tracing di Kalsel rata-rata masih rendah dan di bawah anjuran instruksi Mendagri.

“Menemukan kasus aktif karena di-testing itu lebih baik daripada tidak di-testing, sebab malah bisa menjadi peningkatan kasus yang tidak terlihat. Karena itu, kami meminta peningkatan testing kembali,” papar Airlangga.

Di sisi lain, mantan Menteri Perindustrian ini mengapresiasi penyediaan isolasi terpadu di Kalimantan Selatan. Serta, mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Banua yang jauh membaik.

“Untuk pertumbuhan ekonomi di Kalsel, kami berterima kasih karena sudah mencapai 4,40 persen. Kita lihat, kontribusi besarnya di sektor pertambangan, pertanian, dan industri, sesuai dengan nature di Kalsel,” ucap Airlangga.

Kendati begitu, dia mengungkapkan, persentase tersebut masih sedikit di bawah dari provinsi lainnya di Kalimantan. Hal ini pun menjadi tantangan ke depannya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Rencana perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Kalsel ternyata sudah diketahui Pemprov Kalsel sebelum adanya rilis dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Sabtu (21/8) tadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim mengatakan, rencana perpanjangan PPKM level 4 di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel sudah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua KPC-PEN dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (20/8) tadi.

“Menko Perekonomian dalam rapat menyampaikan akan memperpanjang PPKM, namun keputusan resminya menunggu Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri),” kata Muslim, kemarin.

Dalam rilis KPC-PEN, ada enam kabupaten/kota di Kalsel yang masuk dalam perpanjangan PPKM level 4 jilid 3 dari 24 Agustus sampai 6 September 2021. Yakni, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ada satu daerah yang sebenarnya dikeluarkan dari daftar PPKM level 4 pada edisi ini, yaitu Kabupaten Barito Kuala. Namun, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebelumnya di level 3, sekarang masuk level 4.

Muslim menuturkan, penerapan PPKM level 4, jilid 3 nantinya akan diatur di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri. “Jadi kita tunggu Inmendagri-nya untuk mengetahui bagaimana aturan PPKM nanti,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah poin penting.

Pertama, mengenai mobilitas. Dia mengatakan, tingkat pergerakan masyarakat di Kalsel sudah turun, tapi masih relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Itu yang kami minta tekan kembali, karena penanganan di hulu ini penting,” ujarnya di hadapan rekan-rekan media.

Kedua, mengenai testing dan tracing. Jelasnya, tingkat testing dan tracing di Kalsel rata-rata masih rendah dan di bawah anjuran instruksi Mendagri.

“Menemukan kasus aktif karena di-testing itu lebih baik daripada tidak di-testing, sebab malah bisa menjadi peningkatan kasus yang tidak terlihat. Karena itu, kami meminta peningkatan testing kembali,” papar Airlangga.

Di sisi lain, mantan Menteri Perindustrian ini mengapresiasi penyediaan isolasi terpadu di Kalimantan Selatan. Serta, mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Banua yang jauh membaik.

“Untuk pertumbuhan ekonomi di Kalsel, kami berterima kasih karena sudah mencapai 4,40 persen. Kita lihat, kontribusi besarnya di sektor pertambangan, pertanian, dan industri, sesuai dengan nature di Kalsel,” ucap Airlangga.

Kendati begitu, dia mengungkapkan, persentase tersebut masih sedikit di bawah dari provinsi lainnya di Kalimantan. Hal ini pun menjadi tantangan ke depannya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/