alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Pesimis dengan Nasib 5 Daerah, Hanya Batola yang Diprediksi Turun Level

BANJARMASIN – Penentuan PPKM level 4 IV di Kalsel diputuskan pemerintah pusat hari ini. Apakah ada perubahan status untuk daerah-daerah ini?

Ada enam kabupaten dan kota di Kalsel yang sedang PPKM 4, yakni Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Kota Banjarmasin serta Banjarbaru. Status ini ditetapkan oleh pemerintah pusat karena dinilai penularan kasus Covid-19 masih tinggi.

Peluang penurunan level disebut juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim terbuka untuk Kabupaten Barito Kuala. Dua indikator penilaian dikatakannya menunjukkan hasil yang bagus. Seperti menurunnya kasus dan bagusnya kapasitas respon.

“Kalau berbicara peluang, Barito Kuala bisa saja turun level. Karena dua indikator menunjukkan nilai yang bagus. Seperti dapat ditekannya transmisi penularan,” ujar Muslim kemarin.

Dari hasil rapat koordinasi pihaknya, laju penularan kasus di Barito Kuala terangnya dapat ditekan dan dikendalikan. “Tetap saja keputusan ada di pemerintah pusat. Kami (Satgas Covid-19) Kalsel menunggu dari Mendagri. Memang peluang penurunan PPKM level 4 terbuka,” tambahnya.

Sementara nasib lima daerah lain, Muslim agak pesimis. Menurutnya, laju penularan kasus masih tinggi. Dia mencontohkan kasus di Banjarmasin dan Banjarbaru, dari laporan harian, angka kasus di dua daerah ini masih mengalami penambahan. Bahkan jumlahnya tak sedikit. Kemarin saja di Banjarmasin, penambahan kasus baru sebanyak 43 orang. Sementara di Banjarbaru kasus baru ditemukan sebanyak 55 orang.

Penambahan cukup tinggi kasus baru, terjadi pula di Kabupaten Tanah Laut, dengan jumlah 50 orang. Termasuk di Tanah Bumbu dengan jumlah kasus baru 44 orang. Kedua daerah ini juga berstatus PPKM level IV. “Kalau berbicara level PPKM, dua indikator seperti transmisi dan penularan serta kapasitas respon, lima daerah ini belum terkendali maksimal,” sebutnya.

Muslim menambahkan, penerapan PPKM berikut levelnya akan diperpanjang sampai 6 September mendatang. Dari hasil rakor sendiri (sebelum disampaikan Mendagri), disebut-sebut Barito Kuala mengalami penurunan level dari 4 ke 3. Namun, penerapan PPKM level 4 akan diberlakukan juga di kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Mengacu data Satgas Covid-19 Kalsel, angka kasus di HST mengalami kenaikan signifikan. Kemarin saja, penambahan kasus baru ditemukan sebanyak 46 orang. Kasus kematian karena Covid-19 di daerah ini pun juga terbilang tinggi, angkanya mencapai 152 orang dengan jumlah total kasus sebanyak 2.664 orang. “Kita tunggu saja besok (hari ini) kepastinya. Saya belum bisa memastikan, karena keputusan ada di pemerintah pusat,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu.

Sementara itu, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Sabtu (21/8) merilis beberapa daerah luar Pulau Jawa yang masuk dalam penerapan PPKM level IV jilid tiga. Dari data itu, ada enam kabupaten/kota di Kalsel yang masuk di dalamnya.

Enam daerah itu yakni, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ada satu daerah yang sebenarnya dikeluarkan dari daftar PPKM level 4 pada edisi ini, yaitu Kabupaten Barito Kuala. Namun, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebelumnya di level 3, sekarang masuk level 4.

Pj Sekda HST Muhammad Yani mengatakan akan memberlakukan pengetatan wilayah dan akan membatasi jam operasional kafe serta kedai kopi.”Kita ke pengendalian Prokes. Operasi Yustisi akan digelar kembali. Kafe dan kedai kita batasi jam bukanya. Untuk penyekatan tunggu hasil rapat hari Senin (hari ini),” katanya, Minggu (22/8).

Menurut Yani kasus Covid-19 meningkat dikarenakan masifnya tracking, tracing dan testing yang Pemkab lakukan. Walupun ia tak menampik jika PPKM Mikro di tingkat kelurahan dan desa yang diberlakukan belum maksimal.”Karena selama ini kita fokusnya edukasi Prokes saja,” jelasnya.

Melihat pola data yang dilaporkan, Sekda optimis dalam sepuluh hari ke depan level PPKM di HST bisa turun. Ini karena jumlah ketersediaan bad untuk Covid-19 di RS H Damanhuri Barabai semakin menurun.

Menurut informasi dari KPC PEN, perpanjangan PPKM level 4 akan berlaku dari 24 Agustus sampai 6 September 2021. Akan tetapi, kemarin daerah belum menerima putusan resmi dari pemerintah pusat.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Presiden RI dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pelaksanaan perpanjangan PPKM level 4.

“Kami belum menerima keputusan presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri. Kita lihat dulu isi instruksinya bagaimana,” katanya.

Kasus Covid-19 di Banjarbaru sendiri hingga kini masih tinggi. Kemarin di kota ini ada 55 kasus baru. Tambahan itu membuat jumlah terkonfirmasi positif menjadi 9.355. Di mana 310 di antaranya meninggal dunia.

Daerah yang juga berstatus level 4 adalah Tanah Laut. Bupati Tanah Laut Sukamta bahkan sudah mengetahui perpanjangan PPKM di daerahnya. membenarkan hal tersebut, “Betul, Karena kasus positif baru belum turun secara signifikan,” ucapnya, Minggu (22/8).

Selanjutnya dia mengatakan kegiatan PPKM level 4 di Tanah Laut masih sama dengan peraturan yang sebelumnya.”Pembatasannya seperti sebelumnya, kecuali ada perubahan dari Mendagri,” jelasnya.

Sementara total kasus Covid-19 se-Kalsel sudah mencapai 62.927. Setelah kemarin ada tambahan kasus baru sebanyak 410. Dari jumlah kasus itu, 49.954 di antaranya sudah sembuh. 10.993 masih dirawat dan 1.980 lainnya meninggal dunia. (mof/ris/mal/mr-56/by/ran)

BANJARMASIN – Penentuan PPKM level 4 IV di Kalsel diputuskan pemerintah pusat hari ini. Apakah ada perubahan status untuk daerah-daerah ini?

Ada enam kabupaten dan kota di Kalsel yang sedang PPKM 4, yakni Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Kota Banjarmasin serta Banjarbaru. Status ini ditetapkan oleh pemerintah pusat karena dinilai penularan kasus Covid-19 masih tinggi.

Peluang penurunan level disebut juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim terbuka untuk Kabupaten Barito Kuala. Dua indikator penilaian dikatakannya menunjukkan hasil yang bagus. Seperti menurunnya kasus dan bagusnya kapasitas respon.

“Kalau berbicara peluang, Barito Kuala bisa saja turun level. Karena dua indikator menunjukkan nilai yang bagus. Seperti dapat ditekannya transmisi penularan,” ujar Muslim kemarin.

Dari hasil rapat koordinasi pihaknya, laju penularan kasus di Barito Kuala terangnya dapat ditekan dan dikendalikan. “Tetap saja keputusan ada di pemerintah pusat. Kami (Satgas Covid-19) Kalsel menunggu dari Mendagri. Memang peluang penurunan PPKM level 4 terbuka,” tambahnya.

Sementara nasib lima daerah lain, Muslim agak pesimis. Menurutnya, laju penularan kasus masih tinggi. Dia mencontohkan kasus di Banjarmasin dan Banjarbaru, dari laporan harian, angka kasus di dua daerah ini masih mengalami penambahan. Bahkan jumlahnya tak sedikit. Kemarin saja di Banjarmasin, penambahan kasus baru sebanyak 43 orang. Sementara di Banjarbaru kasus baru ditemukan sebanyak 55 orang.

Penambahan cukup tinggi kasus baru, terjadi pula di Kabupaten Tanah Laut, dengan jumlah 50 orang. Termasuk di Tanah Bumbu dengan jumlah kasus baru 44 orang. Kedua daerah ini juga berstatus PPKM level IV. “Kalau berbicara level PPKM, dua indikator seperti transmisi dan penularan serta kapasitas respon, lima daerah ini belum terkendali maksimal,” sebutnya.

Muslim menambahkan, penerapan PPKM berikut levelnya akan diperpanjang sampai 6 September mendatang. Dari hasil rakor sendiri (sebelum disampaikan Mendagri), disebut-sebut Barito Kuala mengalami penurunan level dari 4 ke 3. Namun, penerapan PPKM level 4 akan diberlakukan juga di kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Mengacu data Satgas Covid-19 Kalsel, angka kasus di HST mengalami kenaikan signifikan. Kemarin saja, penambahan kasus baru ditemukan sebanyak 46 orang. Kasus kematian karena Covid-19 di daerah ini pun juga terbilang tinggi, angkanya mencapai 152 orang dengan jumlah total kasus sebanyak 2.664 orang. “Kita tunggu saja besok (hari ini) kepastinya. Saya belum bisa memastikan, karena keputusan ada di pemerintah pusat,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu.

Sementara itu, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Sabtu (21/8) merilis beberapa daerah luar Pulau Jawa yang masuk dalam penerapan PPKM level IV jilid tiga. Dari data itu, ada enam kabupaten/kota di Kalsel yang masuk di dalamnya.

Enam daerah itu yakni, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ada satu daerah yang sebenarnya dikeluarkan dari daftar PPKM level 4 pada edisi ini, yaitu Kabupaten Barito Kuala. Namun, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sebelumnya di level 3, sekarang masuk level 4.

Pj Sekda HST Muhammad Yani mengatakan akan memberlakukan pengetatan wilayah dan akan membatasi jam operasional kafe serta kedai kopi.”Kita ke pengendalian Prokes. Operasi Yustisi akan digelar kembali. Kafe dan kedai kita batasi jam bukanya. Untuk penyekatan tunggu hasil rapat hari Senin (hari ini),” katanya, Minggu (22/8).

Menurut Yani kasus Covid-19 meningkat dikarenakan masifnya tracking, tracing dan testing yang Pemkab lakukan. Walupun ia tak menampik jika PPKM Mikro di tingkat kelurahan dan desa yang diberlakukan belum maksimal.”Karena selama ini kita fokusnya edukasi Prokes saja,” jelasnya.

Melihat pola data yang dilaporkan, Sekda optimis dalam sepuluh hari ke depan level PPKM di HST bisa turun. Ini karena jumlah ketersediaan bad untuk Covid-19 di RS H Damanhuri Barabai semakin menurun.

Menurut informasi dari KPC PEN, perpanjangan PPKM level 4 akan berlaku dari 24 Agustus sampai 6 September 2021. Akan tetapi, kemarin daerah belum menerima putusan resmi dari pemerintah pusat.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan Presiden RI dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pelaksanaan perpanjangan PPKM level 4.

“Kami belum menerima keputusan presiden dan Instruksi Menteri Dalam Negeri. Kita lihat dulu isi instruksinya bagaimana,” katanya.

Kasus Covid-19 di Banjarbaru sendiri hingga kini masih tinggi. Kemarin di kota ini ada 55 kasus baru. Tambahan itu membuat jumlah terkonfirmasi positif menjadi 9.355. Di mana 310 di antaranya meninggal dunia.

Daerah yang juga berstatus level 4 adalah Tanah Laut. Bupati Tanah Laut Sukamta bahkan sudah mengetahui perpanjangan PPKM di daerahnya. membenarkan hal tersebut, “Betul, Karena kasus positif baru belum turun secara signifikan,” ucapnya, Minggu (22/8).

Selanjutnya dia mengatakan kegiatan PPKM level 4 di Tanah Laut masih sama dengan peraturan yang sebelumnya.”Pembatasannya seperti sebelumnya, kecuali ada perubahan dari Mendagri,” jelasnya.

Sementara total kasus Covid-19 se-Kalsel sudah mencapai 62.927. Setelah kemarin ada tambahan kasus baru sebanyak 410. Dari jumlah kasus itu, 49.954 di antaranya sudah sembuh. 10.993 masih dirawat dan 1.980 lainnya meninggal dunia. (mof/ris/mal/mr-56/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/