alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Duta Baca Puji SMS Dara Mengaca

BANJARMASIN – Duta Baca Indonesia Gola Gong memuji Strategi Merangkul Stakeholder Dalam Rangka Meningkatkan Minat Baca (SMS Dara Mengaca) di Kalimantan Selatan. Proyek Perubahan PKN II yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie Hj Nunung ini dinilainya mempunyai prospek yang cerah.

“Penamaannya dengan akronim memikat masyarakat, terutama anak muda. Semoga Kalimantan Selatan menembus 10 besar dalam hal Nilai Kegemaran Membaca Masyarakat. Sekarang masih di urutan 14. Saya yakin bisa,” ujarnya saat menonton Seminar Implementasi Proper SMS Dara Mengaca yang dirilis di YouTube Dispersip Kalsel.

SMS Dara Mengaca sendiri lahir dari pemikiran bahwa untuk meningkatkan minat baca di Kalsel harus dilakukan bersama-sama dan dikampanyekan oleh semua stakeholder. Dispersip Kalsel menggalang dukungan mendatangi beberapa Kabupaten Kota untuk mengandeng, merangkul dan bersinergi bersama pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan minat baca. Mereka rajin bersilaturrahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjelaskan berbagai program peningkatan minat baca.

Pustakawan Perpunas RI Titiek Kismiyati menilai program ini tidak lepas dari kelincahan Nurliani dalam merangkul berbagai pihak. “Itulah kelebihan Kadis yang pandai merangkul berbagai pihak terkait untuk kerjasama dan lagi konsep komunikasi seperti ini yang tidak di miliki kadis-kadis lain,” simpulnya.

Nurliani sendiri mengatakan pencapaian ini juga tidak lepas dari sinergi yang dibangun Dispersip Kalsel dengan banyak instansi pemerintahan, pendidikan, bahkan lembaga -lembaga seperti Polda, Korem, Lapas, Rutan dan lainnya. “Kita selalu ingin program ini menjadi kepedulian bersama,” ucapnya.

Dispersip telah mencatatkan sejarah mendorong Kalsel sebagai provinsi dengan Indeks Pembangunan Literasi tertinggi di Indonesia. Hal ini menurut Nurliani dilakukan dengan anggaran belanja yang pas-pasan. “Kita anggaran sedikit IPL justru terbaik/tertinggi se-Indonesia,” bangganya.

Keterbatasan ini juga dikomentari Master Dongeng Nasional, Kak Bimo. “Saya turut menyeksamai dinamika kegiatan di Dispersip Prov Kalsel dalam perjuangan meningkatkan minat baca masyarakat, ini sungguh mengharukan,” ucapnya.

Dia menilai ada ruh perjuangan yang kuat, bukan semata mengejar grade kemajuan tingkat baca, namun lebih dari itu, semuanya ini digerakkan kesungguhan untuk mengubah nasib dan martabat masyarakat. “Dimulai dari kesuksesan budaya literasi, ini adalah langkah besar yang terencana menuju suatu sukses besar,” ucapnya.(rls/ran/ema)

BANJARMASIN – Duta Baca Indonesia Gola Gong memuji Strategi Merangkul Stakeholder Dalam Rangka Meningkatkan Minat Baca (SMS Dara Mengaca) di Kalimantan Selatan. Proyek Perubahan PKN II yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie Hj Nunung ini dinilainya mempunyai prospek yang cerah.

“Penamaannya dengan akronim memikat masyarakat, terutama anak muda. Semoga Kalimantan Selatan menembus 10 besar dalam hal Nilai Kegemaran Membaca Masyarakat. Sekarang masih di urutan 14. Saya yakin bisa,” ujarnya saat menonton Seminar Implementasi Proper SMS Dara Mengaca yang dirilis di YouTube Dispersip Kalsel.

SMS Dara Mengaca sendiri lahir dari pemikiran bahwa untuk meningkatkan minat baca di Kalsel harus dilakukan bersama-sama dan dikampanyekan oleh semua stakeholder. Dispersip Kalsel menggalang dukungan mendatangi beberapa Kabupaten Kota untuk mengandeng, merangkul dan bersinergi bersama pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan minat baca. Mereka rajin bersilaturrahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjelaskan berbagai program peningkatan minat baca.

Pustakawan Perpunas RI Titiek Kismiyati menilai program ini tidak lepas dari kelincahan Nurliani dalam merangkul berbagai pihak. “Itulah kelebihan Kadis yang pandai merangkul berbagai pihak terkait untuk kerjasama dan lagi konsep komunikasi seperti ini yang tidak di miliki kadis-kadis lain,” simpulnya.

Nurliani sendiri mengatakan pencapaian ini juga tidak lepas dari sinergi yang dibangun Dispersip Kalsel dengan banyak instansi pemerintahan, pendidikan, bahkan lembaga -lembaga seperti Polda, Korem, Lapas, Rutan dan lainnya. “Kita selalu ingin program ini menjadi kepedulian bersama,” ucapnya.

Dispersip telah mencatatkan sejarah mendorong Kalsel sebagai provinsi dengan Indeks Pembangunan Literasi tertinggi di Indonesia. Hal ini menurut Nurliani dilakukan dengan anggaran belanja yang pas-pasan. “Kita anggaran sedikit IPL justru terbaik/tertinggi se-Indonesia,” bangganya.

Keterbatasan ini juga dikomentari Master Dongeng Nasional, Kak Bimo. “Saya turut menyeksamai dinamika kegiatan di Dispersip Prov Kalsel dalam perjuangan meningkatkan minat baca masyarakat, ini sungguh mengharukan,” ucapnya.

Dia menilai ada ruh perjuangan yang kuat, bukan semata mengejar grade kemajuan tingkat baca, namun lebih dari itu, semuanya ini digerakkan kesungguhan untuk mengubah nasib dan martabat masyarakat. “Dimulai dari kesuksesan budaya literasi, ini adalah langkah besar yang terencana menuju suatu sukses besar,” ucapnya.(rls/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/