alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Terasa Lebih Berat, Efek Samping Moderna itu Wajar; Cukup dengan Paracetamol

BANJARMASIN – Penerima vaksin COVID-19 merek Moderna sebaiknya menyiapkan obat penurun panas seperti paracetamol dan sejenisnya sebagai antisipasi efek samping.

Kepala Puskesmas Pekauman, Afri Amorrinto menjelaskan, efek samping dari Moderna lebih berat ketimbang Sinovac. Bahkan menurutnya, beberapa petugas puskesmas yang menerima booster langsung merasakannya.

“Hampir semua nakes di puskesmas saya merasakan efek sampingnya. Seperti pegal-pegal hingga demam,” ucapnya.

Lantaran efekasi vaksin Moderna memang lebih tinggi. Maka wajar jika efek sampingnya juga lebih berat.
“Kalau teorinya, bisa sampai tiga hari efek sampingnya. Tapi tidak masalah. Bisa saja langsung meminum obat penurun demam,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Puskesmas Pelambuan, Taufik Rahman.

“Kami berikan tiga tablet penurun panas. Obat itu kami anjurkan untuk diminum kalau diperlukan ketika efek samping vaksin Moderna ini terasa,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menganggap, efek samping vaksin sangat tergantung pada kondisi tubuh masing-masing orang.

“Keluhan demam itu wajar. Berarti menandakan respons tubuhnya bagus untuk vaksin,” tambahnya.

Lantas, bagaimana tanggapan si penerima vaksin moderna? Salah seorang nakes di Banjarmasin, M Rifky Maulani, mengaku menyiapkan termometer dan paracetamol untuk menghadapinya.

“Saran dari teman saya begitu. Kalau nanti tiba-tiba demam setelah disuntik vaksin, bisa langsung diantisipasi,” ujarnya.

Sisi lain, meski ada efek samping, tak lantas mengurungkan niatnya untuk menjalani booster. Lantaran profesinya yang selalu bersentuhan dengan keadaan darurat. “Agar kesehatan kita tetap terjaga,” tutupnya.

Seperti diketahui, Banjarmasin menerima kiriman 1.180 vial vaksin Moderna. Jika satu vial Sinovac bisa digunakan untuk 10 dosis, maka satu vial Moderna bisa digunakan hingga 14 dosis. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Penerima vaksin COVID-19 merek Moderna sebaiknya menyiapkan obat penurun panas seperti paracetamol dan sejenisnya sebagai antisipasi efek samping.

Kepala Puskesmas Pekauman, Afri Amorrinto menjelaskan, efek samping dari Moderna lebih berat ketimbang Sinovac. Bahkan menurutnya, beberapa petugas puskesmas yang menerima booster langsung merasakannya.

“Hampir semua nakes di puskesmas saya merasakan efek sampingnya. Seperti pegal-pegal hingga demam,” ucapnya.

Lantaran efekasi vaksin Moderna memang lebih tinggi. Maka wajar jika efek sampingnya juga lebih berat.
“Kalau teorinya, bisa sampai tiga hari efek sampingnya. Tapi tidak masalah. Bisa saja langsung meminum obat penurun demam,” tambahnya.

Senada dengan Kepala Puskesmas Pelambuan, Taufik Rahman.

“Kami berikan tiga tablet penurun panas. Obat itu kami anjurkan untuk diminum kalau diperlukan ketika efek samping vaksin Moderna ini terasa,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menganggap, efek samping vaksin sangat tergantung pada kondisi tubuh masing-masing orang.

“Keluhan demam itu wajar. Berarti menandakan respons tubuhnya bagus untuk vaksin,” tambahnya.

Lantas, bagaimana tanggapan si penerima vaksin moderna? Salah seorang nakes di Banjarmasin, M Rifky Maulani, mengaku menyiapkan termometer dan paracetamol untuk menghadapinya.

“Saran dari teman saya begitu. Kalau nanti tiba-tiba demam setelah disuntik vaksin, bisa langsung diantisipasi,” ujarnya.

Sisi lain, meski ada efek samping, tak lantas mengurungkan niatnya untuk menjalani booster. Lantaran profesinya yang selalu bersentuhan dengan keadaan darurat. “Agar kesehatan kita tetap terjaga,” tutupnya.

Seperti diketahui, Banjarmasin menerima kiriman 1.180 vial vaksin Moderna. Jika satu vial Sinovac bisa digunakan untuk 10 dosis, maka satu vial Moderna bisa digunakan hingga 14 dosis. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/