alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Biaya PCR Turun, Penumpang Tetap Sepi

BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor akhirnya menurunkan biaya tes polymerase chain reaction (PCR). Dari sebelumnya sampai Rp888 ribu menjadi Rp525 ribu.

Penurunan tarif tes PCR sendiri menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang batas maksimal biaya tes PCR di luar Pulau Jawa Bali, Rp525 ribu.

Namun, turunnya tarif tes PCR ternyata belum bisa mendongkrak jumlah penumpang. Bandara terletak di Banjarbaru ini tetap sepi.

“Saat ini jumlah penumpang masih stabil, kalau masih PPKM kemungkinan masih tetap. Mungkin kalau nanti sudah masuk level 2 dan 1 baru meningkat,” kata Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor.

Dia mengungkapkan, selama PPKM level 4 jumlah penumpang di Bandara Internasional Syansudin Noor turun signifikan. “Biasanya penumpang kita setiap harinya rata-rata 2 ribu lebih, sekarang cuma sekitar 800,” ungkapnya.

Disampaikan Zulfian, penumpang jauh menurun karena masyarakat lebih memilih menunda perjalanan, dibandingkan harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya tes PCR. “Juga masih banyak warga yang belum bervaksin. Karena syarat terbang juga wajib sudah divaksin,” ucapnya.

Secara terpisah, Area Manager Lion Air Kalselteng, Agung Purnama juga menyampaikan jika sejauh ini jumlah penumpang yang mereka layani belum ada kenaikan. Padahal, bandara sudah menurunkan tarif tes PCR sejak kemarin (20/8).

“Kita berharap penumpang meningkat. Tapi, memang sampai hari ini belum kelihata kenaikan yang signifikan,” ucapnya.

Dia menduga, kemungkinan calon penumpang masih wait and see apakah PPKM hingga 23 agustus diperpanjang atau tidak. “Karena tinggal beberapa hari lagi PPKM akan berakhir,” paparnya.

Terkait penurunan tarif tes PCR, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim memastikan semua fasilitas kesehatan di Banua akan menerapkan aturan biaya tertinggi tes PCR sesuai edaran Kemenkes. “Kebijakan itu otomatis berlaku di tiap daerah, termasuk di Kalsel,” katanya.

Muslim menuturkan pembinaan bakal dilakukan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan semua faskes mematuhi aturan biaya tertinggi tes PCR tersebut. “Tapi kalau dalam rangka testing dan tracing disiapkan pemerintah secara gratis,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

 

BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor akhirnya menurunkan biaya tes polymerase chain reaction (PCR). Dari sebelumnya sampai Rp888 ribu menjadi Rp525 ribu.

Penurunan tarif tes PCR sendiri menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang batas maksimal biaya tes PCR di luar Pulau Jawa Bali, Rp525 ribu.

Namun, turunnya tarif tes PCR ternyata belum bisa mendongkrak jumlah penumpang. Bandara terletak di Banjarbaru ini tetap sepi.

“Saat ini jumlah penumpang masih stabil, kalau masih PPKM kemungkinan masih tetap. Mungkin kalau nanti sudah masuk level 2 dan 1 baru meningkat,” kata Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor.

Dia mengungkapkan, selama PPKM level 4 jumlah penumpang di Bandara Internasional Syansudin Noor turun signifikan. “Biasanya penumpang kita setiap harinya rata-rata 2 ribu lebih, sekarang cuma sekitar 800,” ungkapnya.

Disampaikan Zulfian, penumpang jauh menurun karena masyarakat lebih memilih menunda perjalanan, dibandingkan harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya tes PCR. “Juga masih banyak warga yang belum bervaksin. Karena syarat terbang juga wajib sudah divaksin,” ucapnya.

Secara terpisah, Area Manager Lion Air Kalselteng, Agung Purnama juga menyampaikan jika sejauh ini jumlah penumpang yang mereka layani belum ada kenaikan. Padahal, bandara sudah menurunkan tarif tes PCR sejak kemarin (20/8).

“Kita berharap penumpang meningkat. Tapi, memang sampai hari ini belum kelihata kenaikan yang signifikan,” ucapnya.

Dia menduga, kemungkinan calon penumpang masih wait and see apakah PPKM hingga 23 agustus diperpanjang atau tidak. “Karena tinggal beberapa hari lagi PPKM akan berakhir,” paparnya.

Terkait penurunan tarif tes PCR, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim memastikan semua fasilitas kesehatan di Banua akan menerapkan aturan biaya tertinggi tes PCR sesuai edaran Kemenkes. “Kebijakan itu otomatis berlaku di tiap daerah, termasuk di Kalsel,” katanya.

Muslim menuturkan pembinaan bakal dilakukan Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan semua faskes mematuhi aturan biaya tertinggi tes PCR tersebut. “Tapi kalau dalam rangka testing dan tracing disiapkan pemerintah secara gratis,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/