alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Syarat PTM Tambah Vaksinasi Siswa, Aswan: Kendalanya di Ketersediaan

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan statemen anyar soal vaksinasi. Kali ini, Jokowi meminta agar vaksinasi turut menyasar kalangan pelajar agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bisa digelar.

Pernyataan Jokowi ini tentu sedikit banyak merubah persyaratan PTM terbatas tak lama ini. Sebab, sebelumnya salah satu syarat PTM terbatas hanya menekankan vaksinasi kalangan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, M Aswan juga telah mengetahui pernyataan presiden tersebut.

“Dari dulu memang persyaratan (PTM terbatas) ini terus berkembang. Soal vaksinasi sebelumnya instruksinya adalah para guru, nah kini berkembang lagi kepada pelajar, sehingga harus mempersiapkan lagi,” ujar Aswan.

Diakuinya, sebelum diumumkan presiden, sudah ada Kemendikbud mengumumkan agar dilakukan percepatan vaksinasi kepada anak usia sekolah di kelompok umur 12-17 tahun.

“Kalau pelajarnya siap divaksin, tapi kendalanya ketersediaan vaksin sendiri. Karena vaksinasi guru saja sempat terbatas, meskipun secara bertahap bisa memenuhi semuanya,” ujarnya.

Meskipun ujar Aswan, vaksinasi pelajar tetap harus mengantongi restu orang tua atau wali murid. “Sama halnya seperti PTM terbatas, izin dari orang tua juga penting bahkan wajib,” katanya.

Menindaklanjuti pengumuman presiden ini, Aswan pun akan merapatkannya, baik di internal Disdik maupun lintas SKPD.

“Dalam waktu dekat juga menyiapkan dan menyosialisasikan form ketersediaan orang tua atau wali murid, untuk anaknya divaksin sembari memutakhirkan data pelajar kita yang menenuhi kriteria menerima vaksin,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan statemen anyar soal vaksinasi. Kali ini, Jokowi meminta agar vaksinasi turut menyasar kalangan pelajar agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bisa digelar.

Pernyataan Jokowi ini tentu sedikit banyak merubah persyaratan PTM terbatas tak lama ini. Sebab, sebelumnya salah satu syarat PTM terbatas hanya menekankan vaksinasi kalangan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, M Aswan juga telah mengetahui pernyataan presiden tersebut.

“Dari dulu memang persyaratan (PTM terbatas) ini terus berkembang. Soal vaksinasi sebelumnya instruksinya adalah para guru, nah kini berkembang lagi kepada pelajar, sehingga harus mempersiapkan lagi,” ujar Aswan.

Diakuinya, sebelum diumumkan presiden, sudah ada Kemendikbud mengumumkan agar dilakukan percepatan vaksinasi kepada anak usia sekolah di kelompok umur 12-17 tahun.

“Kalau pelajarnya siap divaksin, tapi kendalanya ketersediaan vaksin sendiri. Karena vaksinasi guru saja sempat terbatas, meskipun secara bertahap bisa memenuhi semuanya,” ujarnya.

Meskipun ujar Aswan, vaksinasi pelajar tetap harus mengantongi restu orang tua atau wali murid. “Sama halnya seperti PTM terbatas, izin dari orang tua juga penting bahkan wajib,” katanya.

Menindaklanjuti pengumuman presiden ini, Aswan pun akan merapatkannya, baik di internal Disdik maupun lintas SKPD.

“Dalam waktu dekat juga menyiapkan dan menyosialisasikan form ketersediaan orang tua atau wali murid, untuk anaknya divaksin sembari memutakhirkan data pelajar kita yang menenuhi kriteria menerima vaksin,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/