alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Rencana Embung Tiga Danau di Banjarbaru Masih Disusun

BANJARBARU – April lalu Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin melempar wacana untuk memanfaatkan tiga danau eks tambang intan PT Galuh Cempaka, yakni Danau Seran, Danau Caramin dan Danau Galuh Cempaka dijadikan embung, sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Kecamatan Cempaka.

Lantas bagaimana perkembangan rencana tersebut? Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru ditunjuk sebagai leading sector, ternyata masih fokus pada perencanaan. “Ini melibatkan banyak pihak, tak hanya lingkup Pemko saja, tapi juga ada kewenangan pusat dan provinsi di dalamnya,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, Subrianto.

Menurut Subri, sekarang pihak konsultan baru menyelesaikan pengukuran topografinya. Dilanjutkan pada tahapan penggambaran serta perhitungan teknisnya.

“Kita lagi menggenjot master plannya. Jika sudah lengkap, maka kita akan ekspos,” katanya.

Dari master plan ini nanti akan diketahui apa saja yang diperlukan, termasuk Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Karena itu, Subri pun tak berani memastikan kapan proyek ini bisa dimulai, mengingat prosesnya cukup panjang.

“Jika master plan selesai, mungkin 2022 baru bisa, itupun dengan catatan segala macam hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan dan ranah hukumnya rampung. Jadi tidak bisa tergesa-gesa juga,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – April lalu Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin melempar wacana untuk memanfaatkan tiga danau eks tambang intan PT Galuh Cempaka, yakni Danau Seran, Danau Caramin dan Danau Galuh Cempaka dijadikan embung, sebagai upaya mitigasi bencana banjir di Kecamatan Cempaka.

Lantas bagaimana perkembangan rencana tersebut? Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru ditunjuk sebagai leading sector, ternyata masih fokus pada perencanaan. “Ini melibatkan banyak pihak, tak hanya lingkup Pemko saja, tapi juga ada kewenangan pusat dan provinsi di dalamnya,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Banjarbaru, Subrianto.

Menurut Subri, sekarang pihak konsultan baru menyelesaikan pengukuran topografinya. Dilanjutkan pada tahapan penggambaran serta perhitungan teknisnya.

“Kita lagi menggenjot master plannya. Jika sudah lengkap, maka kita akan ekspos,” katanya.

Dari master plan ini nanti akan diketahui apa saja yang diperlukan, termasuk Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Karena itu, Subri pun tak berani memastikan kapan proyek ini bisa dimulai, mengingat prosesnya cukup panjang.

“Jika master plan selesai, mungkin 2022 baru bisa, itupun dengan catatan segala macam hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan dan ranah hukumnya rampung. Jadi tidak bisa tergesa-gesa juga,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/