alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Pendemi Bikin Inflasi Tinggi

BATULICIN – High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan digelar secara virtual, Kamis (19/8). Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengikutinya melalui Digital Live Room (DLR).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Ambo Sakka beserta instansi terkait hadir pada rapat tersebut. Deputi Bank Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Amanlison Sembiring mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung pelaksanaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2021.

Pada bulan Juli 2021, Kalsel tercatat mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dari bulan ke bulan, dan sebesar 2,64 persen. Sementara itu inflasi tahun berjalan dari bulan Januari sampai dengan Juli tercatat 0,98 persen.

Di sekitar tahun berjalan diperkirakan mencapai inflasi akan berada pada rentang target nasional sebesar 3+ -1 persen. Berada di bawah rentang tersebut yaitu sebesar 1,68 persen.

Di tengah tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19, tantangan yang dihadapi TPID Kalsel dalam mempertahankan kestabilan inflasi menjadi semakin berat dan kompleks.

Menurunnya, permintaan terhadap barang dan jasa sebagai akibat penurunan aktivitas masyarakat telah mendorong perkembangan harga-harga secara umum pada level yang terendah, mengakibatkan mengalami deflasi.

“Penyelenggaraan ini merupakan bentuk nyata sinergi kita semua untuk mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan turut mengundang pelaku usaha untuk memaparkan strategi kebijakan dalam melakukan usaha dan inovasi di sektor yang berdampak pada inflasi,” ujarnya.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TPID yang telah melakukan upaya, serta langkah, membina sinergi, dan kolaborasi. Karena ini kata kunci yang menjadi daya dorong, parsial dan tidak bisa sendiri.

Pengendalian inflasi dengan cara menciptakan stabilitas harga, melalui sistem ketersediaan barang, distribusi dan keterjangkauan harga. “Pada prinsipnya adalah kerja sama dan kolaborasi,” ujarnya.

Narasumber pada Rakor TPID tersebut Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan selaku Wakil Kepala Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP). (diskominfo/zal)

BATULICIN – High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan digelar secara virtual, Kamis (19/8). Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengikutinya melalui Digital Live Room (DLR).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Ambo Sakka beserta instansi terkait hadir pada rapat tersebut. Deputi Bank Indonesia Cabang Kalimantan Selatan Amanlison Sembiring mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung pelaksanaan Rakornas Pengendalian Inflasi 2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2021.

Pada bulan Juli 2021, Kalsel tercatat mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dari bulan ke bulan, dan sebesar 2,64 persen. Sementara itu inflasi tahun berjalan dari bulan Januari sampai dengan Juli tercatat 0,98 persen.

Di sekitar tahun berjalan diperkirakan mencapai inflasi akan berada pada rentang target nasional sebesar 3+ -1 persen. Berada di bawah rentang tersebut yaitu sebesar 1,68 persen.

Di tengah tingginya ketidakpastian kondisi ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19, tantangan yang dihadapi TPID Kalsel dalam mempertahankan kestabilan inflasi menjadi semakin berat dan kompleks.

Menurunnya, permintaan terhadap barang dan jasa sebagai akibat penurunan aktivitas masyarakat telah mendorong perkembangan harga-harga secara umum pada level yang terendah, mengakibatkan mengalami deflasi.

“Penyelenggaraan ini merupakan bentuk nyata sinergi kita semua untuk mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan turut mengundang pelaku usaha untuk memaparkan strategi kebijakan dalam melakukan usaha dan inovasi di sektor yang berdampak pada inflasi,” ujarnya.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TPID yang telah melakukan upaya, serta langkah, membina sinergi, dan kolaborasi. Karena ini kata kunci yang menjadi daya dorong, parsial dan tidak bisa sendiri.

Pengendalian inflasi dengan cara menciptakan stabilitas harga, melalui sistem ketersediaan barang, distribusi dan keterjangkauan harga. “Pada prinsipnya adalah kerja sama dan kolaborasi,” ujarnya.

Narasumber pada Rakor TPID tersebut Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan selaku Wakil Kepala Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP). (diskominfo/zal)

Most Read

Artikel Terbaru

/