alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Sudah Lulus, Tujuh Pelamar CPNS Dibatalkan

BANJARMASIN – Tujuh pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Kalsel harus berbesar hati. Kelulusan mereka dianulir oleh Pemprov Kalsel melalui surat bernomor 810/ 2198- PPL.1/BKD yang ditandatangani Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, 15 Agustus tadi.

Tujuh pelamar ini adalah, Dwi Rosinta Arlinda, Lisda Handayani, keduanya melamar di formasi Ahli Pertama Bidan, Rizky Camia Maulani, Ahli Pertama Pekerja Sosial, Obed Nego Turnif, Adi Purnomo, keduanya di formasi Analis Keolahragaan, Rachmad Noviandri, Analis Pengujian Kelaiakan Kapal Perikanan dan Madoni, Terampil Penguji Mutu Barang.

Padahal tujuh orang ini sudah dinyatakan lulus tes administrasi pada pengumuman 2 Agustus lalu. Dalam suratnya, Roy menjelaskan, ada terdapat kekeliruan penetapan kelulusan seleksi administrasi bagi tujuh orang pelamar tersebut. “Peserta atas nama tersebut yang sebelumnya berstatus lulus seleksi administrasi, diralat menjadi tidak lulus seleksi administrasi,” tulisnya.

Pihaknya menjelaskan, karena pelamar formasi umum tersebut memiliki kualifikasi pendidikan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 528 Tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021.

Meski demikian, bagi ketujuh pelamar yang dinyatakan dibatalkan kelulusan nya pada seleksi administrasi ini berhak melakukansanggahan. “Sanggahan dilakukan hanya secara online melalui laman https:/sscasn.bkn.go.id dan tidak diperbolehkan memperbaharui atau memperbaiki dokumen yang telah diunggah pada masa pendaftaran,” tambahnya.

Sekdaprov menegaskan, berdasarkan pengumuman kelulusan sebelumnya Nomor 810/1764-PPL.1/BKD/2021 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Formasi Tahun 2021, dinyatakan bahwa, apabila peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat PembinaKepegawaian (PPK), kemudian terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan/tidak memenuhi persyaratan, PPK berhak membatalkan kelulusan yang bersangkutan.

Untuk detail waktu sanggahan terangnya akan diinformasikan oleh tim seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kalsel melalui telepon dan/atau e-mail pelamar yang diisikan pada form biodata pendaftaran akun SSCASN 2021. “Keputusan tim seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel Tahun 2021 ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Sedianya pengumuman hasil sanggah seleksi penerimaan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk jabatan fungsional akan disampaikan 15 Agustus tadi, namun Pemprov mengundur jadwalnya pada 20 Agustus mendatang.

Dikonfirmasi soal alasan pengunduran ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan tak merespon. Beberapa kali dihubungi, dia tak menjawab panggilan telepon.

Seperti diketahui, sampai hari terakhir masa sanggah pada Sabtu (7/8) lalu, ada sebanyak 383 pelamar yang menyampaikan sanggahan. Untuk penyanggah di formasi CPNS ada sebanyak 365 pelamar. Sedangkan di formasi PPPK non guru ada sebanyak 18 pelamar. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Tujuh pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Kalsel harus berbesar hati. Kelulusan mereka dianulir oleh Pemprov Kalsel melalui surat bernomor 810/ 2198- PPL.1/BKD yang ditandatangani Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, 15 Agustus tadi.

Tujuh pelamar ini adalah, Dwi Rosinta Arlinda, Lisda Handayani, keduanya melamar di formasi Ahli Pertama Bidan, Rizky Camia Maulani, Ahli Pertama Pekerja Sosial, Obed Nego Turnif, Adi Purnomo, keduanya di formasi Analis Keolahragaan, Rachmad Noviandri, Analis Pengujian Kelaiakan Kapal Perikanan dan Madoni, Terampil Penguji Mutu Barang.

Padahal tujuh orang ini sudah dinyatakan lulus tes administrasi pada pengumuman 2 Agustus lalu. Dalam suratnya, Roy menjelaskan, ada terdapat kekeliruan penetapan kelulusan seleksi administrasi bagi tujuh orang pelamar tersebut. “Peserta atas nama tersebut yang sebelumnya berstatus lulus seleksi administrasi, diralat menjadi tidak lulus seleksi administrasi,” tulisnya.

Pihaknya menjelaskan, karena pelamar formasi umum tersebut memiliki kualifikasi pendidikan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 528 Tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2021.

Meski demikian, bagi ketujuh pelamar yang dinyatakan dibatalkan kelulusan nya pada seleksi administrasi ini berhak melakukansanggahan. “Sanggahan dilakukan hanya secara online melalui laman https:/sscasn.bkn.go.id dan tidak diperbolehkan memperbaharui atau memperbaiki dokumen yang telah diunggah pada masa pendaftaran,” tambahnya.

Sekdaprov menegaskan, berdasarkan pengumuman kelulusan sebelumnya Nomor 810/1764-PPL.1/BKD/2021 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Formasi Tahun 2021, dinyatakan bahwa, apabila peserta seleksi sudah dinyatakan lulus oleh Pejabat PembinaKepegawaian (PPK), kemudian terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan/tidak memenuhi persyaratan, PPK berhak membatalkan kelulusan yang bersangkutan.

Untuk detail waktu sanggahan terangnya akan diinformasikan oleh tim seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kalsel melalui telepon dan/atau e-mail pelamar yang diisikan pada form biodata pendaftaran akun SSCASN 2021. “Keputusan tim seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Pemprov Kalsel Tahun 2021 ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” tegasnya.

Sedianya pengumuman hasil sanggah seleksi penerimaan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk jabatan fungsional akan disampaikan 15 Agustus tadi, namun Pemprov mengundur jadwalnya pada 20 Agustus mendatang.

Dikonfirmasi soal alasan pengunduran ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Sulkan tak merespon. Beberapa kali dihubungi, dia tak menjawab panggilan telepon.

Seperti diketahui, sampai hari terakhir masa sanggah pada Sabtu (7/8) lalu, ada sebanyak 383 pelamar yang menyampaikan sanggahan. Untuk penyanggah di formasi CPNS ada sebanyak 365 pelamar. Sedangkan di formasi PPPK non guru ada sebanyak 18 pelamar. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/