alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Depresi Sejak Ibunya Meninggal, Sepupu Ditusuk dan Rumah Dibakar

BANJARMASIN – Kebakaran besar di Alalak Selatan RT 01, Banjarmasin Utara kemarin (17/8) dini hari ternyata dipicu nyala amarah.

Bukan musibah biasa akibat korsleting atau kompor meledak. Herli memang sengaja membakar rumah peninggalan orang tuanya.

Perkaranya, cekcok mulut dengan saudaranya. Bahkan, sebelum api berkobar hebat, pria 40 tahun itu menusuk sepupunya Mulyono.

Pria 43 tahun itu ditusuk saat mencoba menenangkan Herli.

Dampaknya, belasan rumah terbakar. Butuh satu jam bagi relawan damkar untuk memadamkannya.

Saksi mata, Tajeri menceritakan, Herli awalnya ribut dengan saudara perempuannya.

“Herli tampaknya marah karena rumah orang tuanya dijual sang kakak. Entah karena soal pembagian harta atau apa. Entahlah,” kata sekretaris rukun tetangga itu.

Sebelum ibu mereka meninggal dunia, rumah itu dijual untuk melunasi utang-utang keluarga.

“Baru sepekan lalu meninggal dunia. Setelah ibunya tiada, Herli jadi sering marah dan mengamuk. Ia sempat mau bunuh diri dengan bercebur ke sungai,” tambah pria 51 tahun itu.

Tajeri menduga Herli memang dirundung depresi. “Setahu saya, semasa remaja memang pernah dirawat karena gangguan jiwa. Tapi setelah beristri dan memiliki empat anak, normal-normal saja. Baru sekarang depresi lagi,” sambungnya.

Awalnya, Herli membakar kasur tidur. Bangunan rumah dari kayu membuat api menjalar ke mana-mana dengan cepat.

“Kami sempat menyiram kasurnya. Tapi api sudah keburu menjadi-jadi,” tukas Tajeri.

Semakin mencekam, saat rumahnya terbakar, Herli sempat mengunci dirinya di dalam. Diduga ia berusaha membakar dirinya.

Warga yang ingin mencegahnya terpaksa mundur melihat pisau di tangannya. “Tak lama, ia berlari keluar. Langsung bercebur ke sungai. Sekujur badannya melepuh, terkena luka bakar,” lanjutnya.

 

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, baru warga mulai menyisir sungai untuk mencari Herli. “Kami temukan ia sedang berendam di sungai. Langsung kami amankan ke mapolsek,” tutup Tajeri.

Sementara itu, Ketua RT 01, Eva Rosalin menyebutkan, 16 rumah terdampak kebakaran. 10 rumah ludes, sisanya rusak ringan dan berat.

“Sebanyak 20 keluarga atau 67 jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya masing-masing,” kata Eva.

Perihal masalah di keluarga Herli, Eva mengaku kurang mengetahuinya. “Saya tidak tahu. Sekarang saya hanya mengusahakan agar ada bantuan pemerintah dan dapur umum agar korban kebakaran tetap bisa makan,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Indra Agung Putra Perdana mengungkap, pelaku dan korban masih ditangani tim medis Rumah Sakit Ansari Saleh.

“Mulyono menderita luka tusuk di perut. Ketika berusaha menghalangi Herli, ia diserang dengan pisau,” jelasnya.
Dari keterangan istrinya, Herli memang sering melamun sejak ibunya meninggal.

“Beberapa jam sebelum kejadian, karena perilakunya yang tak wajar, ia sempat dibawa ke orang pintar untuk diobati,” tambah Indra.

“Motifnya masih kami dalami. Pelaku juga masih dirawat intensif,” tutupnya. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Kebakaran besar di Alalak Selatan RT 01, Banjarmasin Utara kemarin (17/8) dini hari ternyata dipicu nyala amarah.

Bukan musibah biasa akibat korsleting atau kompor meledak. Herli memang sengaja membakar rumah peninggalan orang tuanya.

Perkaranya, cekcok mulut dengan saudaranya. Bahkan, sebelum api berkobar hebat, pria 40 tahun itu menusuk sepupunya Mulyono.

Pria 43 tahun itu ditusuk saat mencoba menenangkan Herli.

Dampaknya, belasan rumah terbakar. Butuh satu jam bagi relawan damkar untuk memadamkannya.

Saksi mata, Tajeri menceritakan, Herli awalnya ribut dengan saudara perempuannya.

“Herli tampaknya marah karena rumah orang tuanya dijual sang kakak. Entah karena soal pembagian harta atau apa. Entahlah,” kata sekretaris rukun tetangga itu.

Sebelum ibu mereka meninggal dunia, rumah itu dijual untuk melunasi utang-utang keluarga.

“Baru sepekan lalu meninggal dunia. Setelah ibunya tiada, Herli jadi sering marah dan mengamuk. Ia sempat mau bunuh diri dengan bercebur ke sungai,” tambah pria 51 tahun itu.

Tajeri menduga Herli memang dirundung depresi. “Setahu saya, semasa remaja memang pernah dirawat karena gangguan jiwa. Tapi setelah beristri dan memiliki empat anak, normal-normal saja. Baru sekarang depresi lagi,” sambungnya.

Awalnya, Herli membakar kasur tidur. Bangunan rumah dari kayu membuat api menjalar ke mana-mana dengan cepat.

“Kami sempat menyiram kasurnya. Tapi api sudah keburu menjadi-jadi,” tukas Tajeri.

Semakin mencekam, saat rumahnya terbakar, Herli sempat mengunci dirinya di dalam. Diduga ia berusaha membakar dirinya.

Warga yang ingin mencegahnya terpaksa mundur melihat pisau di tangannya. “Tak lama, ia berlari keluar. Langsung bercebur ke sungai. Sekujur badannya melepuh, terkena luka bakar,” lanjutnya.

 

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, baru warga mulai menyisir sungai untuk mencari Herli. “Kami temukan ia sedang berendam di sungai. Langsung kami amankan ke mapolsek,” tutup Tajeri.

Sementara itu, Ketua RT 01, Eva Rosalin menyebutkan, 16 rumah terdampak kebakaran. 10 rumah ludes, sisanya rusak ringan dan berat.

“Sebanyak 20 keluarga atau 67 jiwa kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi ke rumah kerabatnya masing-masing,” kata Eva.

Perihal masalah di keluarga Herli, Eva mengaku kurang mengetahuinya. “Saya tidak tahu. Sekarang saya hanya mengusahakan agar ada bantuan pemerintah dan dapur umum agar korban kebakaran tetap bisa makan,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Utara, Kompol Indra Agung Putra Perdana mengungkap, pelaku dan korban masih ditangani tim medis Rumah Sakit Ansari Saleh.

“Mulyono menderita luka tusuk di perut. Ketika berusaha menghalangi Herli, ia diserang dengan pisau,” jelasnya.
Dari keterangan istrinya, Herli memang sering melamun sejak ibunya meninggal.

“Beberapa jam sebelum kejadian, karena perilakunya yang tak wajar, ia sempat dibawa ke orang pintar untuk diobati,” tambah Indra.

“Motifnya masih kami dalami. Pelaku juga masih dirawat intensif,” tutupnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/