alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Merasa Dipermainkan, Nelayan Kembalikan Bantuan Perusahaan Tambang

KOTABARU – Kelompok Nelayan Hidup Bersama yang mengeluhkan limbah tambang di Desa Mekarpura sepakat mengembalikan bantuan dari PT Sebuku Tanjung Coal, senin (16/8).

Mereka merasa di bohongi oleh perusahaan, karena bantuan dari perusahaan tidak sesuai dengan kesepakatan. Dan mereka merasa dipermainkan.

Mahdin, Ketua Kelompok Nelayan Hidup Bersama mengatakan, mereka dari nelayan sepakat untuk mengembalikan jaring ikan bantuan dari PT Sebuku Tanjung Coal, karena menurutnya bantuan tersebut hanya akan memecahbelah mereka di Kelompok Nelayan Hidup Bersama.

Menurutnya, bantuan dari perusahaan tambang tersebut keluar dari kesepakatan dan yang dijanjikan oleh perusahaan.

“Kami sepakat untuk mengembalikan, karena ini tidak sesuai dengan apa yang menjadi permohonan kami, yaitu jaring selengkapnya. Kekurangannya sangat banyak sekali. Talinya kurang, pelampungnya kurang, dan timahnya. Ini tidak bisa digunakan. Rencana kami kembalikan besok,” jelas Mahdin.

Sedangkan Joni dan Emang menegaskan sebagai anggota Kelompok Nelayan Hidup Bersama Bersikeras untuk mengembalikan.

Tanggapan perusahaan waktu ketemu di Kantor Desa Mekarpura meminta kepada nelayan agar barang tersebut disimpan di rumah dulu atau dititip di kantor desa. Namun, Joni tegas menolak. “Pokoknya kami sepakat untuk mengembalikan,” tegas Joni.

“Kami berterimakasih banyak kepada perusahaan sudah membantu jaring ini, tapi jaring ini tidak bisa digunakan dan kami tidak mau juga menampung ini. Takutnya, nanti ada bermasalah,” jelas Emang.

Yohanes Dallo selaku Humas PT Sebuku Tanjung Coal saat di konfitmasi langsung mengatakan, masalah ini hanya mis komunikasi saja. “Untuk permintaan nelayan satu set, kami tidak paham. Ternyata beda dengan apa yang diinginkan masyarakat. Karena kami cuma mengacu di isi proposal tersebut. Ini mis komunikasi saja dan nanti akan kami bicarakan lagi gimana baiknya, kita akan carikan solusi,” jelas Dallo.

Sekadar informasi, sebelumnya nelayan selalu mengeluhkan tercemarnya laut di perairan Tanjung Serdang dekat dengan pelabuhan tambang. Keluhan tersebut mendapatkan respons dari perusahaan, yang akhirnya ingin memnabtu nelayan melalui CSR Peruasahaan. (mr-155/ema)

KOTABARU – Kelompok Nelayan Hidup Bersama yang mengeluhkan limbah tambang di Desa Mekarpura sepakat mengembalikan bantuan dari PT Sebuku Tanjung Coal, senin (16/8).

Mereka merasa di bohongi oleh perusahaan, karena bantuan dari perusahaan tidak sesuai dengan kesepakatan. Dan mereka merasa dipermainkan.

Mahdin, Ketua Kelompok Nelayan Hidup Bersama mengatakan, mereka dari nelayan sepakat untuk mengembalikan jaring ikan bantuan dari PT Sebuku Tanjung Coal, karena menurutnya bantuan tersebut hanya akan memecahbelah mereka di Kelompok Nelayan Hidup Bersama.

Menurutnya, bantuan dari perusahaan tambang tersebut keluar dari kesepakatan dan yang dijanjikan oleh perusahaan.

“Kami sepakat untuk mengembalikan, karena ini tidak sesuai dengan apa yang menjadi permohonan kami, yaitu jaring selengkapnya. Kekurangannya sangat banyak sekali. Talinya kurang, pelampungnya kurang, dan timahnya. Ini tidak bisa digunakan. Rencana kami kembalikan besok,” jelas Mahdin.

Sedangkan Joni dan Emang menegaskan sebagai anggota Kelompok Nelayan Hidup Bersama Bersikeras untuk mengembalikan.

Tanggapan perusahaan waktu ketemu di Kantor Desa Mekarpura meminta kepada nelayan agar barang tersebut disimpan di rumah dulu atau dititip di kantor desa. Namun, Joni tegas menolak. “Pokoknya kami sepakat untuk mengembalikan,” tegas Joni.

“Kami berterimakasih banyak kepada perusahaan sudah membantu jaring ini, tapi jaring ini tidak bisa digunakan dan kami tidak mau juga menampung ini. Takutnya, nanti ada bermasalah,” jelas Emang.

Yohanes Dallo selaku Humas PT Sebuku Tanjung Coal saat di konfitmasi langsung mengatakan, masalah ini hanya mis komunikasi saja. “Untuk permintaan nelayan satu set, kami tidak paham. Ternyata beda dengan apa yang diinginkan masyarakat. Karena kami cuma mengacu di isi proposal tersebut. Ini mis komunikasi saja dan nanti akan kami bicarakan lagi gimana baiknya, kita akan carikan solusi,” jelas Dallo.

Sekadar informasi, sebelumnya nelayan selalu mengeluhkan tercemarnya laut di perairan Tanjung Serdang dekat dengan pelabuhan tambang. Keluhan tersebut mendapatkan respons dari perusahaan, yang akhirnya ingin memnabtu nelayan melalui CSR Peruasahaan. (mr-155/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/