alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Overload, TPS Perlu Ditambah di Banjarmasin

BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin mendeteksi peningkatan beban sampah rumah tangga.

Dampaknya, sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di kota ini mengalami overload (kelebihan muatan).
Bagi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DLH, Marzuki, mau tak mau pemko harus menambah jumlah TPS di permukiman.

“Jumlah TPS tidak setara dengan permukiman yang dilayani. Ada satu TPS yang melayani tiga sampai empat kelurahan, bahkan sampai enam kelurahan,” ujarnya Jumat (13/8) lalu.

Menurutnya, ini dampak wajar dari perumahan-perumahan baru yang dibuka.

“Idealnya satu TPS untuk satu kelurahan. Kami akan meminta setiap kelurahan menyediakan lahan untuk dijadikan TPS bagi warganya,” harapnya.

Ditanya di mana saja TPS yang sudah overload itu, pria yang juga menjabat Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH itu menyebut setidaknya ada empat TPS yang menampung sampah melebihi kapasitas normalnya.

Yakni TPS di Jalan Lingkar Selatan Dalam, TPS Belitung (depan gedung navigasi), TPS di Jalan HKSN serta satu TPS di Jalan Sutoyo S.

Saking banyaknya sampah yang masuk, sampah selalu meluber ke jalan. Mengganggu arus lalu lintas kendaraan.
Selain meminta kelurahan mencarikan lahan untuk dibangun TPS baru, DLH juga merencanakan sebuah depo sampah.

“Untuk yang sampahnya meluber sampai ke jalan, akan dibuatkan depo seperti di eks pasar buah Pengambangan,” jelasnya.

Sementara kawasan yang sama sekali belum memiliki TPS, contoh Kelurahan Mantuil, warganya sudah menuntut dibangunkan TPS.

Selama ini, warga Mantuil kerap membuang sampah langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalan Gubernur Subarjo. “Lahannya sudah siap. Rencananya hendak dibangun di dekat Jembatan Bromo,” tutup Marzuki. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin mendeteksi peningkatan beban sampah rumah tangga.

Dampaknya, sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) di kota ini mengalami overload (kelebihan muatan).
Bagi Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DLH, Marzuki, mau tak mau pemko harus menambah jumlah TPS di permukiman.

“Jumlah TPS tidak setara dengan permukiman yang dilayani. Ada satu TPS yang melayani tiga sampai empat kelurahan, bahkan sampai enam kelurahan,” ujarnya Jumat (13/8) lalu.

Menurutnya, ini dampak wajar dari perumahan-perumahan baru yang dibuka.

“Idealnya satu TPS untuk satu kelurahan. Kami akan meminta setiap kelurahan menyediakan lahan untuk dijadikan TPS bagi warganya,” harapnya.

Ditanya di mana saja TPS yang sudah overload itu, pria yang juga menjabat Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH itu menyebut setidaknya ada empat TPS yang menampung sampah melebihi kapasitas normalnya.

Yakni TPS di Jalan Lingkar Selatan Dalam, TPS Belitung (depan gedung navigasi), TPS di Jalan HKSN serta satu TPS di Jalan Sutoyo S.

Saking banyaknya sampah yang masuk, sampah selalu meluber ke jalan. Mengganggu arus lalu lintas kendaraan.
Selain meminta kelurahan mencarikan lahan untuk dibangun TPS baru, DLH juga merencanakan sebuah depo sampah.

“Untuk yang sampahnya meluber sampai ke jalan, akan dibuatkan depo seperti di eks pasar buah Pengambangan,” jelasnya.

Sementara kawasan yang sama sekali belum memiliki TPS, contoh Kelurahan Mantuil, warganya sudah menuntut dibangunkan TPS.

Selama ini, warga Mantuil kerap membuang sampah langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Jalan Gubernur Subarjo. “Lahannya sudah siap. Rencananya hendak dibangun di dekat Jembatan Bromo,” tutup Marzuki. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/