alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pusat Karantina Menumpang Balai Kemensos, Pak RT: Mohon Dengarkan Tuntutan Warga

PPKM level 4 sudah hampir tiga pekan. Pandemi bahkan mengamuk sejak Juli. Tapi Pemko Banjarmasin baru menyiapkan fasilitas karantina. Lebih baik terlambat dari tidak sama sekali.

***

BANJARMASIN – Pemko akan memakai gedung milik Kementerian Sosial di Jalan Batu Besar untuk tempat isolasi terpadu (isoter).

Balai besar pelatihan sosial di kawasan Mulawarman itu akan ditempati warga yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Mereka yang harus isolasi mandiri, tapi kesulitan menjalaninya di rumah.

Ketua RT 33 Kelurahan Teluk Dalam, M Nor Hasim menyampaikan aspirasi dari warga yang bertetangga dengan isoter tersebut.

“Pastinya ada penjagaan. Perlu dibedakan mana yang isoman dan mana yang pengunjung,” pintanya.

Diingatkannya, balai itu berada di tengah permukiman padat penduduk. “Kalau keluar masuknya sampai tak diketahui, berbahaya sekali. Penghuni harus benar-benar terdaftar dan diawasi,” tambahnya.

Diingatkannya, dalam pemetaan penularan corona, RT-nya sudah masuk zona oranye. Karena sudah ada enam sampai tujuh warga yang sedang isoman.

“Sedangkan yang meninggal karena covid sudah empat orang. Jadi kami meminta protokol kesehatannya harus ketat sekali,” sambungnya.

Ditanya apakah sudah ada sosialisasi dari pemko kepada masyarakat sekitar, diakuinya belum ada.

“Belum, tapi beberapa waktu lalu sudah rapat sama wali kota,” ujarnya.

Dalam rapat itu, ia sampaikan semua permintaan warga RT 33. Tanpa sosialisasi, minimal ada surat pemberitahuan resmi.

“Jangan sama yang seperti sudah-sudah, sudah berjalan baru ribut,” tutup Hasim.

Sementara itu, kemarin (12/8) pagi Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi meninjau gedung tersebut.
Pada lantai dan kamarnya memerlukan sentuhan petugas kebersihan. Pada beberapa sudut, plafonnya juga jebol. Gedung itu rupanya kurang terawat.

“Masih dihitung berapa keperluan nakes untuk merawat warga isoman yang ditempatkan di sini,” jelasnya.
Machli mengklaim, gedung itu layak dan nyaman untuk karantina warga yang memerlukan isoman. Soal kapasitas, gedung itu memiliki 80 kamar.

“Di situ tidak ada pemasangan infus. Tapi akan disediakan oksigen konsentrator untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi warga yang memburuk,” jelasnya.

Perihal kriteria untuk dikarantina di sana, pertama, terpapar covid dan tidak bergejala. Kedua, tempat tinggalnya tak memadai untuk isoman. Lantaran ada balita atau lansia di rumahnya.

“Prosedurnya cukup melapor ke puskesmas sesuai domisili tempat tinggal. Lalu, puskesmas yang akan mengantar kemari,” jelasnya.

Perihal sikap masyarakat sekitar, ia menjamin takkan ada penularan keluar.

“Situasinya kan darurat. Kami berharap dukungan warga. Lagi pula, yang dirujuk kemari tak ada gejala. Kami bukan merawat orang sakit,” jelasnya.

Lantas, kapan isoter itu tersedia? Ternyata masih perlu 10 hari lagi untuk menyiapkannya.

“Kami melihat dulu kemampuan keuangan daerah. Kalau ternyata besar, akan dicari solusinya,” tutup Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin itu.

Booster Moderna untuk Nakes

DINAS Kesehatan Banjarmasin menerima pasokan vaksin, Rabu (11/8) malam. Tapi stok vaksin sebanyak 1.180 vial itu dari merek berbeda.

“Bila sebelumnya Sinovac, sekarang yang datang adalah Moderna,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (12/8).

Ia memastikan, stok baru akan dihabiskan untuk masyarakat umum. Khususnya yang belum kebagian vaksin.

“Kalau dosis pertama sudah Moderna, maka suntikan kedua tentu Moderna juga,” tambahnya.

Lalu, 250 vial akan ditujukan untuk mem-booster tenaga kesehatan.

“Secepatnya. Sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. Jumlah nakes yang akan menerima booster ini ribuan. Jadi sebenarnya masih kurang,” jelasnya.

Namanya saja booster, artinya nakes yang sudah dua kali divaksin dengan Sinovac, hanya akan menerima satu suntikan Moderna.

Mengutip hasil uji klinis, dibeberkannya, efikasi kedua vaksin ini cukup mencolok. Diakuinya, vaksin Moderna kemanjurannya lebih tinggi.

Tapi ditekankannya, apapun mereknya, intinya vaksin sama-sama untuk membentu antibody dalam melawan virus. “Cocok untuk warga Banjarmasin,” sebutnya.

Soal syarat, sebenarnya warga cuma perlu mendatangi puskesmas dengan membawa KTP. Tapi untuk mencegah kerumunan dan antrean panjang, Dinkes berencana membuat aplikasi untuk pendaftarannya.

Dia juga menegaskan, program ini gratis. Tidak dipungut biaya.

“Kalau dalam perjalanannya ada oknum yang meminta bayaran, saya pastikan bakal ditindak. Misalnya si petugas adalah tenaga kontrak, saya pecat. Kalau PNS, akan kami hukum,” tegasnya.

“Nakes sudah berjerih payah. Lalu muncul isu warga yang hendak divaksin malah ditarik bayaran. Benar-benar tidak mengenakkan sekali,” tutupnya. (war/fud/ema)

PPKM level 4 sudah hampir tiga pekan. Pandemi bahkan mengamuk sejak Juli. Tapi Pemko Banjarmasin baru menyiapkan fasilitas karantina. Lebih baik terlambat dari tidak sama sekali.

***

BANJARMASIN – Pemko akan memakai gedung milik Kementerian Sosial di Jalan Batu Besar untuk tempat isolasi terpadu (isoter).

Balai besar pelatihan sosial di kawasan Mulawarman itu akan ditempati warga yang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan. Mereka yang harus isolasi mandiri, tapi kesulitan menjalaninya di rumah.

Ketua RT 33 Kelurahan Teluk Dalam, M Nor Hasim menyampaikan aspirasi dari warga yang bertetangga dengan isoter tersebut.

“Pastinya ada penjagaan. Perlu dibedakan mana yang isoman dan mana yang pengunjung,” pintanya.

Diingatkannya, balai itu berada di tengah permukiman padat penduduk. “Kalau keluar masuknya sampai tak diketahui, berbahaya sekali. Penghuni harus benar-benar terdaftar dan diawasi,” tambahnya.

Diingatkannya, dalam pemetaan penularan corona, RT-nya sudah masuk zona oranye. Karena sudah ada enam sampai tujuh warga yang sedang isoman.

“Sedangkan yang meninggal karena covid sudah empat orang. Jadi kami meminta protokol kesehatannya harus ketat sekali,” sambungnya.

Ditanya apakah sudah ada sosialisasi dari pemko kepada masyarakat sekitar, diakuinya belum ada.

“Belum, tapi beberapa waktu lalu sudah rapat sama wali kota,” ujarnya.

Dalam rapat itu, ia sampaikan semua permintaan warga RT 33. Tanpa sosialisasi, minimal ada surat pemberitahuan resmi.

“Jangan sama yang seperti sudah-sudah, sudah berjalan baru ribut,” tutup Hasim.

Sementara itu, kemarin (12/8) pagi Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi meninjau gedung tersebut.
Pada lantai dan kamarnya memerlukan sentuhan petugas kebersihan. Pada beberapa sudut, plafonnya juga jebol. Gedung itu rupanya kurang terawat.

“Masih dihitung berapa keperluan nakes untuk merawat warga isoman yang ditempatkan di sini,” jelasnya.
Machli mengklaim, gedung itu layak dan nyaman untuk karantina warga yang memerlukan isoman. Soal kapasitas, gedung itu memiliki 80 kamar.

“Di situ tidak ada pemasangan infus. Tapi akan disediakan oksigen konsentrator untuk berjaga-jaga kalau ada kondisi warga yang memburuk,” jelasnya.

Perihal kriteria untuk dikarantina di sana, pertama, terpapar covid dan tidak bergejala. Kedua, tempat tinggalnya tak memadai untuk isoman. Lantaran ada balita atau lansia di rumahnya.

“Prosedurnya cukup melapor ke puskesmas sesuai domisili tempat tinggal. Lalu, puskesmas yang akan mengantar kemari,” jelasnya.

Perihal sikap masyarakat sekitar, ia menjamin takkan ada penularan keluar.

“Situasinya kan darurat. Kami berharap dukungan warga. Lagi pula, yang dirujuk kemari tak ada gejala. Kami bukan merawat orang sakit,” jelasnya.

Lantas, kapan isoter itu tersedia? Ternyata masih perlu 10 hari lagi untuk menyiapkannya.

“Kami melihat dulu kemampuan keuangan daerah. Kalau ternyata besar, akan dicari solusinya,” tutup Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin itu.

Booster Moderna untuk Nakes

DINAS Kesehatan Banjarmasin menerima pasokan vaksin, Rabu (11/8) malam. Tapi stok vaksin sebanyak 1.180 vial itu dari merek berbeda.

“Bila sebelumnya Sinovac, sekarang yang datang adalah Moderna,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi, kemarin (12/8).

Ia memastikan, stok baru akan dihabiskan untuk masyarakat umum. Khususnya yang belum kebagian vaksin.

“Kalau dosis pertama sudah Moderna, maka suntikan kedua tentu Moderna juga,” tambahnya.

Lalu, 250 vial akan ditujukan untuk mem-booster tenaga kesehatan.

“Secepatnya. Sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. Jumlah nakes yang akan menerima booster ini ribuan. Jadi sebenarnya masih kurang,” jelasnya.

Namanya saja booster, artinya nakes yang sudah dua kali divaksin dengan Sinovac, hanya akan menerima satu suntikan Moderna.

Mengutip hasil uji klinis, dibeberkannya, efikasi kedua vaksin ini cukup mencolok. Diakuinya, vaksin Moderna kemanjurannya lebih tinggi.

Tapi ditekankannya, apapun mereknya, intinya vaksin sama-sama untuk membentu antibody dalam melawan virus. “Cocok untuk warga Banjarmasin,” sebutnya.

Soal syarat, sebenarnya warga cuma perlu mendatangi puskesmas dengan membawa KTP. Tapi untuk mencegah kerumunan dan antrean panjang, Dinkes berencana membuat aplikasi untuk pendaftarannya.

Dia juga menegaskan, program ini gratis. Tidak dipungut biaya.

“Kalau dalam perjalanannya ada oknum yang meminta bayaran, saya pastikan bakal ditindak. Misalnya si petugas adalah tenaga kontrak, saya pecat. Kalau PNS, akan kami hukum,” tegasnya.

“Nakes sudah berjerih payah. Lalu muncul isu warga yang hendak divaksin malah ditarik bayaran. Benar-benar tidak mengenakkan sekali,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/