alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Harga Cabai Mulai Turun

BANJARBARU – Harga Cabai Rawit Lokal alias Rawit Banjar di Kalimantan Selatan mulai turun. Jika sebelumnya tembus di angka Rp86.600, pantauan Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan minggu ini turun sekitar Rp12.800 menjadi Rp73.800.

Kendati turun, namun pedasnya harga cabai masih dirasakan sejumlah warga. Sebut saja Purwanto, pedagang sayur Karang Anyar Kota Banjabaru itu mengaku masih belum berani membeli cabai di tengkulak. “Masih mahal pak. Jadi nggak beli dulu di tengkulak. Kalau sudah normal, baru beli,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (12/8).

Pedasnya harga cabai juga masih dirasakan Nur Laila. Penjual Gorengan Guntung Manggis ini mengaku terpaksa mencampur cabai rawit tiung dengan jumlah yang besar. “Ya rawitnya mahal. Mau bagaimana lagi? Jadi kami biasanya campur-campur kalau bikin sambel,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani tak menampik mulai terjadi penurunan harga cabai di Kalimantan Selatan. Selain Cabai Rawit Lokal Segar turun hingga di angka Rp73.800, Cabai Merah Besar, Cabai Merah Keriting Segar, Cabai Rawit Hijau Segar, dan juga Cabai Rawit Tiung Segar mengalami penurunan. Namun belum signifikan. “Iya pantuan kami berangsur turun,” pungkasnya.

Dijelaskannya, harga Cabai Rawit Lokal atau Rawit Banjar memang harga normalnya di kisaran Rp70 ribu. Pasalnya, jika di bawah harga tersebut petani lokal untungnya sangat tipis bahkan merugi. “Sekarang tinggal konsumen aja lagi yang memilih, karena masih ada alternatif lain yang lebih murah, yaitu Cabe Rawit Tiung, Taji atau Rawit Hijau, tergantung selera dan kemampuan konsumen,” ujarnya. (mat/bin/ema)

Harga Cabe di Kalsel

– Cabai Merah Besar Segar: Rp25.500

– Cabai Merah Keriting Segar: Rp28.800

– Cabai Rawit Hijau Segar: Rp35.000

– Cabai Rawit Lokal Segar: Rp73.800

– Cabai Rawit Taji Segar: Rp41.700

– Cabai Rawit Tiung Segar: Rp42.200

BANJARBARU – Harga Cabai Rawit Lokal alias Rawit Banjar di Kalimantan Selatan mulai turun. Jika sebelumnya tembus di angka Rp86.600, pantauan Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan minggu ini turun sekitar Rp12.800 menjadi Rp73.800.

Kendati turun, namun pedasnya harga cabai masih dirasakan sejumlah warga. Sebut saja Purwanto, pedagang sayur Karang Anyar Kota Banjabaru itu mengaku masih belum berani membeli cabai di tengkulak. “Masih mahal pak. Jadi nggak beli dulu di tengkulak. Kalau sudah normal, baru beli,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (12/8).

Pedasnya harga cabai juga masih dirasakan Nur Laila. Penjual Gorengan Guntung Manggis ini mengaku terpaksa mencampur cabai rawit tiung dengan jumlah yang besar. “Ya rawitnya mahal. Mau bagaimana lagi? Jadi kami biasanya campur-campur kalau bikin sambel,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Birhasani tak menampik mulai terjadi penurunan harga cabai di Kalimantan Selatan. Selain Cabai Rawit Lokal Segar turun hingga di angka Rp73.800, Cabai Merah Besar, Cabai Merah Keriting Segar, Cabai Rawit Hijau Segar, dan juga Cabai Rawit Tiung Segar mengalami penurunan. Namun belum signifikan. “Iya pantuan kami berangsur turun,” pungkasnya.

Dijelaskannya, harga Cabai Rawit Lokal atau Rawit Banjar memang harga normalnya di kisaran Rp70 ribu. Pasalnya, jika di bawah harga tersebut petani lokal untungnya sangat tipis bahkan merugi. “Sekarang tinggal konsumen aja lagi yang memilih, karena masih ada alternatif lain yang lebih murah, yaitu Cabe Rawit Tiung, Taji atau Rawit Hijau, tergantung selera dan kemampuan konsumen,” ujarnya. (mat/bin/ema)

Harga Cabe di Kalsel

– Cabai Merah Besar Segar: Rp25.500

– Cabai Merah Keriting Segar: Rp28.800

– Cabai Rawit Hijau Segar: Rp35.000

– Cabai Rawit Lokal Segar: Rp73.800

– Cabai Rawit Taji Segar: Rp41.700

– Cabai Rawit Tiung Segar: Rp42.200

Most Read

Artikel Terbaru

/