alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Prioritas Dana Desa Berubah

PELAIHARI – Prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 di Tala mengalami perubahan, jika dibandingkan dengan prioritas penggunaan dana desa pada tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan prioritas ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Perubahan prioritas ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di desa. Seperti penggunaan untuk bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Paling sedikit sebesar 8 persen dari dana desa yang diterima oleh masing-masing desa untuk kegiatan pencegahan pandemi Covid-19 dan kewenangan desa yang lain, yaitu untuk aksi Desa Aman Covid-19 dan pembentukan satuan tugas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tala Ibnul Qoyim, Kamis (12/08).

“Hampir dipastikan 130 desa menganggarkan 8 persen untuk pencegahan Covid-19. Hanya saja, untuk realisasi dana tersebut wujudnya seperti apa ditentukan desa masing-masing,” katanya.

Qoyim menyampaikan, dari dana desa tersebut bisa dilakukan pembinaan sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan mengurangi mobilitas.

Selain itu, juga digunakan untuk membentuk pos jaga desa atau memberdayakan pos jaga desa yang telah ada, menyiapkan tempat cuci tangan atau penyanitasi tangan dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai keperluan. (diskominfo/mr-156)

PELAIHARI – Prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 di Tala mengalami perubahan, jika dibandingkan dengan prioritas penggunaan dana desa pada tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan prioritas ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Perubahan prioritas ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di desa. Seperti penggunaan untuk bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD). Paling sedikit sebesar 8 persen dari dana desa yang diterima oleh masing-masing desa untuk kegiatan pencegahan pandemi Covid-19 dan kewenangan desa yang lain, yaitu untuk aksi Desa Aman Covid-19 dan pembentukan satuan tugas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pembinaan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tala Ibnul Qoyim, Kamis (12/08).

“Hampir dipastikan 130 desa menganggarkan 8 persen untuk pencegahan Covid-19. Hanya saja, untuk realisasi dana tersebut wujudnya seperti apa ditentukan desa masing-masing,” katanya.

Qoyim menyampaikan, dari dana desa tersebut bisa dilakukan pembinaan sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan mengurangi mobilitas.

Selain itu, juga digunakan untuk membentuk pos jaga desa atau memberdayakan pos jaga desa yang telah ada, menyiapkan tempat cuci tangan atau penyanitasi tangan dan melakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai keperluan. (diskominfo/mr-156)

Most Read

Artikel Terbaru

/