alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Meski Pasien Non Covid Berkurang, Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Masih Rawan di RS Ansari Saleh

BANJARMASIN – Tingkat keterisian tempat tidur pasien (BOR) di Banjarmasin masih rawan. Contoh di Rumah Sakit Ansari Saleh yang belum menurun.

Bahkan, fasilitas perawatan covid di rumah sakit di Jalan Hasan Basri itu hampir penuh.

Dari 188 tempat tidur yang disediakan, per 10 Agustus sudah diisi 175 pasien. “Sudah terisi 93 persen,” kata Direktur RSU Ansari Saleh, dr Izzak Zoelkarnain, kemarin (11/8).

Namun, ia belum terlampau khawatir. Sebab, antara jumlah yang masuk dan sembuh masih seimbang. Yang dikhawatirkan bila tingkat kesembuhannya rendah.

“Relatif stabil. Jadi yang masuk 10-15 orang per hari. Yang keluar juga sampai 15 orang, bahkan pernah sampai 20 orang,” jelasnya.

Bila muncul penambahan drastis, manajemen sudah menyusun strategi. Ruangan lain akan diubah menjadi fasilitas covid. Misalkan IGD dan dua ruangan Nilam.

Ketiga ruangan itu bisa dipakai untuk merawat pasien corona. “Di IGD ada 17 bed, selama yang masuk sedikit, bisa digunakam sementara waktu. Lalu ada 67 bed di ruang Nilam,” sebutnya.

Perihal pasien umum (non covid), ia melihat ada penurunan dari hari biasa. Bahkan turun sampai 50 persen. Ditanya mengapa, dr Izzak enggan berkomentar. “Intinya masih ada 180 bed untuk perawatan pasien non covid,” pungkasnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Tingkat keterisian tempat tidur pasien (BOR) di Banjarmasin masih rawan. Contoh di Rumah Sakit Ansari Saleh yang belum menurun.

Bahkan, fasilitas perawatan covid di rumah sakit di Jalan Hasan Basri itu hampir penuh.

Dari 188 tempat tidur yang disediakan, per 10 Agustus sudah diisi 175 pasien. “Sudah terisi 93 persen,” kata Direktur RSU Ansari Saleh, dr Izzak Zoelkarnain, kemarin (11/8).

Namun, ia belum terlampau khawatir. Sebab, antara jumlah yang masuk dan sembuh masih seimbang. Yang dikhawatirkan bila tingkat kesembuhannya rendah.

“Relatif stabil. Jadi yang masuk 10-15 orang per hari. Yang keluar juga sampai 15 orang, bahkan pernah sampai 20 orang,” jelasnya.

Bila muncul penambahan drastis, manajemen sudah menyusun strategi. Ruangan lain akan diubah menjadi fasilitas covid. Misalkan IGD dan dua ruangan Nilam.

Ketiga ruangan itu bisa dipakai untuk merawat pasien corona. “Di IGD ada 17 bed, selama yang masuk sedikit, bisa digunakam sementara waktu. Lalu ada 67 bed di ruang Nilam,” sebutnya.

Perihal pasien umum (non covid), ia melihat ada penurunan dari hari biasa. Bahkan turun sampai 50 persen. Ditanya mengapa, dr Izzak enggan berkomentar. “Intinya masih ada 180 bed untuk perawatan pasien non covid,” pungkasnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/