alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Al Falah Bangun Gedung Baru Rp7,9 Miliar; Tiga Lantai, Target Selesai 10 Bulan

BANJARBARU – Pasca kebakaran hebat beberapa waktu lalu. Saluran donasi dari sejumlah elemen masyarakat dan pihak lain untuk Ponpes Al Falah terus mengalir.

Terbaru, donasi yang terkumpul tercatat sudah lebih dari Rp10 miliar. Donasi ini telah dikonversi untuk pembangunan ulang atau gedung baru di kawasan ponpes Al Falah Putera pasca terbakar.

Direncanakan, bangunan baru akan berdiri megah dengan tiga tingkat. Nantinya bangunan ini bisa menampung 11 kelas baru dan sembilan asrama berukuran besar.

“Alhamdulillah bantuan banyak sekali berdatangan. Insya Allah mulai hari kita sudah bekerja untuk membangun lagi bangunan baru. Yang dulunya dua lantai dengan material papan, sekarang jadi tiga lantai dan full beton,” kata Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Falah, Nursyaid Ramli kemarin.

Di Al Falah putera sendiri, kemarin (9/8) dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Acara langsung dihadiri serta diresmikan oleh Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, HM Tambrin serta Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, Abdul Basit.

Dilanjut Nursyaid, gedung baru ini direncanakan bisa menampung ribuan siswa. Baik untuk keperluan kegiatan belajar mengajar maupun tempat tinggal atau asrama santri.

“Satu kelas bisa menampung 40 santri dan dikalikan 18 ruangan. Untuk asrama ada sembilan buah dengan panjang 15×9,5 meter, isinya nanti 50 sampai 60 santri, nah dikalikan dengan sembilan ruangan,” rincinya.

Untuk target, rencananya bangunan ini akan bisa digunakan selepas 10 bulan dari hari pertama pengerjaan kemarin. “Insya Allah selesai 10 bulan. Untuk biaya pembangunan estimasinya sekitar 7,9 miliar rupiah.”

Lalu, Kakanwil Kemenag Kalsel HM Tambrin mengaku sangat bersyukur atas dibangunnya kembali gedung tersebut. Pembangunan ini yang juga tak lepas dari hasil bantuan warga Kalsel ini nilainya akan jadi bangunan kebanggaan masyarakat Banua.

“Ini akan jadi kebanggaan umat Islam Kalsel. Tentu kita sangat berterima kasih kepada masyarakat Banua dan juga yang dari luar yang sangat sigap dan cepat dalam membantu dan bergotong royong,” ungkapnya.

Ia sendiri mengatakan jika dari Kemenag Kalsel sangat mendukung percepatan pembangunan ulang bangunan tersebut. “Kita akan mendukung percepatannya, bagaimanapun ini kebanggaan kita semua,” ujarnya.

Senada, Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah turut sangat bangga dan bersyukur. Apalagi kata Sekda bangunan baru ini jauh lebih besar dari yang sebelumnya.

“Alhamdulillah dari laporan, ini lebih besar dari yang terbakar yang dulunya ada 12 kelas, sekarang jadi 18 kelas. Alhamdulillah ini menjadi lebih baik. Kita berharap proges pembangunan tepat waktu bahkan kalau bisa lebih awal,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Pasca kebakaran hebat beberapa waktu lalu. Saluran donasi dari sejumlah elemen masyarakat dan pihak lain untuk Ponpes Al Falah terus mengalir.

Terbaru, donasi yang terkumpul tercatat sudah lebih dari Rp10 miliar. Donasi ini telah dikonversi untuk pembangunan ulang atau gedung baru di kawasan ponpes Al Falah Putera pasca terbakar.

Direncanakan, bangunan baru akan berdiri megah dengan tiga tingkat. Nantinya bangunan ini bisa menampung 11 kelas baru dan sembilan asrama berukuran besar.

“Alhamdulillah bantuan banyak sekali berdatangan. Insya Allah mulai hari kita sudah bekerja untuk membangun lagi bangunan baru. Yang dulunya dua lantai dengan material papan, sekarang jadi tiga lantai dan full beton,” kata Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Falah, Nursyaid Ramli kemarin.

Di Al Falah putera sendiri, kemarin (9/8) dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru. Acara langsung dihadiri serta diresmikan oleh Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, HM Tambrin serta Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, Abdul Basit.

Dilanjut Nursyaid, gedung baru ini direncanakan bisa menampung ribuan siswa. Baik untuk keperluan kegiatan belajar mengajar maupun tempat tinggal atau asrama santri.

“Satu kelas bisa menampung 40 santri dan dikalikan 18 ruangan. Untuk asrama ada sembilan buah dengan panjang 15×9,5 meter, isinya nanti 50 sampai 60 santri, nah dikalikan dengan sembilan ruangan,” rincinya.

Untuk target, rencananya bangunan ini akan bisa digunakan selepas 10 bulan dari hari pertama pengerjaan kemarin. “Insya Allah selesai 10 bulan. Untuk biaya pembangunan estimasinya sekitar 7,9 miliar rupiah.”

Lalu, Kakanwil Kemenag Kalsel HM Tambrin mengaku sangat bersyukur atas dibangunnya kembali gedung tersebut. Pembangunan ini yang juga tak lepas dari hasil bantuan warga Kalsel ini nilainya akan jadi bangunan kebanggaan masyarakat Banua.

“Ini akan jadi kebanggaan umat Islam Kalsel. Tentu kita sangat berterima kasih kepada masyarakat Banua dan juga yang dari luar yang sangat sigap dan cepat dalam membantu dan bergotong royong,” ungkapnya.

Ia sendiri mengatakan jika dari Kemenag Kalsel sangat mendukung percepatan pembangunan ulang bangunan tersebut. “Kita akan mendukung percepatannya, bagaimanapun ini kebanggaan kita semua,” ujarnya.

Senada, Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah turut sangat bangga dan bersyukur. Apalagi kata Sekda bangunan baru ini jauh lebih besar dari yang sebelumnya.

“Alhamdulillah dari laporan, ini lebih besar dari yang terbakar yang dulunya ada 12 kelas, sekarang jadi 18 kelas. Alhamdulillah ini menjadi lebih baik. Kita berharap proges pembangunan tepat waktu bahkan kalau bisa lebih awal,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/