alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Sukriadi Harus Batal Pulang Kampung, karena Meregang Nyawa di Penginapan

BANJARMASIN – Sukriadi tak sempat pulang kampung ke Banyu Urip, Surabaya. Pria 55 tahun itu keburu menjadi jenazah.

Warga Jawa Timur itu ditemukan tak bernyawa di Penginapan Blitar di Jalan Barito Hilir RT 35 Banjarmasin Barat, Senin (9/8) petang.

Ceritanya, sore itu Sukriadi dan kawan-kawannya hendak pulang kampung. Karena tertinggal kapal, mereka memilih mencari penginapan.

Penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga Telaga Biru. Syukur anggota Polsek Banjarmasin Barat lekas datang ke lokasi untuk mengamankan TKP.

Menurut teman sekamarnya, Yoko, sebelumnya korban mengeluh masuk angin. Ia kemudian merebahkan diri untuk rehat sejenak. Tapi mendadak malah kejang-kejang.

Panik, Yoko bergegas keluar kamar dan berteriak untuk meminta pertolongan.
Warga yang pertama datang memeriksa denyut nadinya. Tapi tubuh Sukriadi sudah dingin. Ia sudah tak bernapas.

Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah Rumah Sakit Ulin untuk divisum.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkap, dari olah TKP tak ditemukan kejanggalan.

“Begitu pula hasil visum, tak ditemukan tanda-tanda seperti korban kekerasan. Dugaannya serangan jantung,” ujarnya.

“Cucu korban yang kebetulan berdinas di Polda Kalsel telah membuat pernyataan murni musibah. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga,” tambahnya mewakili Kapolsek AKP Faizal Rahman. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Sukriadi tak sempat pulang kampung ke Banyu Urip, Surabaya. Pria 55 tahun itu keburu menjadi jenazah.

Warga Jawa Timur itu ditemukan tak bernyawa di Penginapan Blitar di Jalan Barito Hilir RT 35 Banjarmasin Barat, Senin (9/8) petang.

Ceritanya, sore itu Sukriadi dan kawan-kawannya hendak pulang kampung. Karena tertinggal kapal, mereka memilih mencari penginapan.

Penemuan jenazah itu sontak menggegerkan warga Telaga Biru. Syukur anggota Polsek Banjarmasin Barat lekas datang ke lokasi untuk mengamankan TKP.

Menurut teman sekamarnya, Yoko, sebelumnya korban mengeluh masuk angin. Ia kemudian merebahkan diri untuk rehat sejenak. Tapi mendadak malah kejang-kejang.

Panik, Yoko bergegas keluar kamar dan berteriak untuk meminta pertolongan.
Warga yang pertama datang memeriksa denyut nadinya. Tapi tubuh Sukriadi sudah dingin. Ia sudah tak bernapas.

Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar pemulasaran jenazah Rumah Sakit Ulin untuk divisum.
Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkap, dari olah TKP tak ditemukan kejanggalan.

“Begitu pula hasil visum, tak ditemukan tanda-tanda seperti korban kekerasan. Dugaannya serangan jantung,” ujarnya.

“Cucu korban yang kebetulan berdinas di Polda Kalsel telah membuat pernyataan murni musibah. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga,” tambahnya mewakili Kapolsek AKP Faizal Rahman. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/