alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

WASPADA..!! Varian Delta Sudah 2 Bulan di Kalsel

Banjarmasin – Virus corona varian Delta akhirnya terkonfirmasi. Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim memastikan satu kasus spesimen varian Delta ditemukan. Terdeteksi sejak bulan Juni lalu. Pengidapnya adalah seorang laki-laki berusia 40 tahun. 

“Kami baru dapat info resminya dari Kementerian Kesehatan baru-baru tadi. Bahwa varian Delta ditemukan satu spesimen berasal dari Kota Banjarbaru,” beber Muslim kemarin.

Pria ini sebutnya, meski tinggal di Kota Banjarbaru, namun bekerja di Banjarmasin. “Dia juga memiliki KTP Banjarmasin, saat ini kami telusuri siapa saja yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Muslim belum bisa memberi keterangan panjang lebar, karena saat ini sebutnya tim sedang fokus melakukan tracking terhadap yang bersangkutan. Saat ditanya kondisi lelaki itu, Muslim belum bisa memastikan. “Saya baru bisa menyampaikan bahwa varian Delta sudah ada di Kalsel dari hasil positif 3 Juni lalu,” tuturnya.

Kabar varian delta masuk ke Kalsel sendiri dikuatkan dengan laporan dari Badan Litbangkes, Pusdatin dan Paskhas Kementerian Kesehatan RI. Hasil sekuensing virus SARS-CoV-2 dari 510 kasus konfirmasi di Indonesia pada minggu epidemiologi ke-30, ditemukan 165 kasus varian Delta atau 32,35 persen. Daerah baru yang terpapar varian delta pada Minggu tersebut adalah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat termasuk Kalsel.

Untuk diketahui, semua spesimen pasien Covid-19 di Kalsel yang memenuhi syarat dikirimkan ke laboratorium pusat di Jakarta. Syarat tersebut seperti pasien Covid-19 terinveksi dua kali dan sudah pernah divaksin. Selain itu, CT pasien di bawah 25.

“Varian ini (Delta) kan disebut-sebut dapat menular cepat, indikasinya kasus kita di Kalsel. Kami meminta masyarakat untuk terus waspada dan mematuhi protokol kesehatan,” imbaunya.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Kalsel sendiri masih tinggi. Contohnya kemarin, penambahan kasus baru sebanyak 559 orang. Jika selama ini penambahan kasus baru didominasi Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kemarin kasus di Kabupaten Kotabaru menjadi yang tertinggi, angkanya mencapai 108 orang, sama dengan Banjarmasin. (mof/ran/ema)

Banjarmasin – Virus corona varian Delta akhirnya terkonfirmasi. Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim memastikan satu kasus spesimen varian Delta ditemukan. Terdeteksi sejak bulan Juni lalu. Pengidapnya adalah seorang laki-laki berusia 40 tahun. 

“Kami baru dapat info resminya dari Kementerian Kesehatan baru-baru tadi. Bahwa varian Delta ditemukan satu spesimen berasal dari Kota Banjarbaru,” beber Muslim kemarin.

Pria ini sebutnya, meski tinggal di Kota Banjarbaru, namun bekerja di Banjarmasin. “Dia juga memiliki KTP Banjarmasin, saat ini kami telusuri siapa saja yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan,” ujarnya.

Muslim belum bisa memberi keterangan panjang lebar, karena saat ini sebutnya tim sedang fokus melakukan tracking terhadap yang bersangkutan. Saat ditanya kondisi lelaki itu, Muslim belum bisa memastikan. “Saya baru bisa menyampaikan bahwa varian Delta sudah ada di Kalsel dari hasil positif 3 Juni lalu,” tuturnya.

Kabar varian delta masuk ke Kalsel sendiri dikuatkan dengan laporan dari Badan Litbangkes, Pusdatin dan Paskhas Kementerian Kesehatan RI. Hasil sekuensing virus SARS-CoV-2 dari 510 kasus konfirmasi di Indonesia pada minggu epidemiologi ke-30, ditemukan 165 kasus varian Delta atau 32,35 persen. Daerah baru yang terpapar varian delta pada Minggu tersebut adalah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat termasuk Kalsel.

Untuk diketahui, semua spesimen pasien Covid-19 di Kalsel yang memenuhi syarat dikirimkan ke laboratorium pusat di Jakarta. Syarat tersebut seperti pasien Covid-19 terinveksi dua kali dan sudah pernah divaksin. Selain itu, CT pasien di bawah 25.

“Varian ini (Delta) kan disebut-sebut dapat menular cepat, indikasinya kasus kita di Kalsel. Kami meminta masyarakat untuk terus waspada dan mematuhi protokol kesehatan,” imbaunya.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Kalsel sendiri masih tinggi. Contohnya kemarin, penambahan kasus baru sebanyak 559 orang. Jika selama ini penambahan kasus baru didominasi Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, kemarin kasus di Kabupaten Kotabaru menjadi yang tertinggi, angkanya mencapai 108 orang, sama dengan Banjarmasin. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/