alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Sepi Pengunjung, Pedagang Pasar Minta PPKM Segera Dicabut

BANJARMASIN – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Banjarmasin menuai keluhan dari para pedagang pasar. Mereka meminta agar Pemkot Banjarmasin segera mencabut dan tidak memperpanjang lagi PPKM di Kota Banjarmasin. Setelah sekitar dua minggu penerapan PPKM di Banjarmasin, para pedagang mengaku merugi.

“Kami mohon kepada Pemkot Banjarmasin supaya PPKM dicabut dan tidak diperpanjang. Pasar sepi pengunjung, pendapatan kami turun drastis,” ujar Ayub salah satu pedagang pakaian di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Senin (9/8).

Ayub menceritakan bahkan harus merumahkan dua karyawannya. “Saya tidak mampu mengupah karyawan. Sebelumnya, mereka saya upah 50 ribu per hari. Sejak diterapkan PPKM, saya terpaksa memangkas upah mereka hingga 50 persen, dan sekarang terpaksa dua karyawan saya rumahkan dulu,” sebutnya.

Senada, Ainun, pedagang pakaian wanita di Pasar Sentra Antasari mengakui pemasukan sedang tak stabil. “Jangankan mau tambah pasokan barang, untuk kebutuhan harian saja kami harus menahan diri. Pasalnya, dalam sehari belum tentu ada yang membeli jualan kami,” ujarnya.

Terkait aturan PPKM, Ainun berharap ada subsidi dari Pemkot Banjarmasin. “Kami pasrah saja, mudah-mudahan PPKM jangan diperpanjang lagi. Saat ini kami perlu bantuan atau semacam subsidi ekonomi dari pemerintah, supaya kami bisa tetap bertahan,” tandasnya. (oza/bin/ema)

BANJARMASIN – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Banjarmasin menuai keluhan dari para pedagang pasar. Mereka meminta agar Pemkot Banjarmasin segera mencabut dan tidak memperpanjang lagi PPKM di Kota Banjarmasin. Setelah sekitar dua minggu penerapan PPKM di Banjarmasin, para pedagang mengaku merugi.

“Kami mohon kepada Pemkot Banjarmasin supaya PPKM dicabut dan tidak diperpanjang. Pasar sepi pengunjung, pendapatan kami turun drastis,” ujar Ayub salah satu pedagang pakaian di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Senin (9/8).

Ayub menceritakan bahkan harus merumahkan dua karyawannya. “Saya tidak mampu mengupah karyawan. Sebelumnya, mereka saya upah 50 ribu per hari. Sejak diterapkan PPKM, saya terpaksa memangkas upah mereka hingga 50 persen, dan sekarang terpaksa dua karyawan saya rumahkan dulu,” sebutnya.

Senada, Ainun, pedagang pakaian wanita di Pasar Sentra Antasari mengakui pemasukan sedang tak stabil. “Jangankan mau tambah pasokan barang, untuk kebutuhan harian saja kami harus menahan diri. Pasalnya, dalam sehari belum tentu ada yang membeli jualan kami,” ujarnya.

Terkait aturan PPKM, Ainun berharap ada subsidi dari Pemkot Banjarmasin. “Kami pasrah saja, mudah-mudahan PPKM jangan diperpanjang lagi. Saat ini kami perlu bantuan atau semacam subsidi ekonomi dari pemerintah, supaya kami bisa tetap bertahan,” tandasnya. (oza/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/