alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Kalsel Dipastikan Tidak Kekurangan Gula

BANJARMASIN – Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin memastikan stok gula di Kalsel aman hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Menurutnya yang merupakan Ketua Koperasi Harus Manis Bersatu, ia sangat optimis karena pasokan dari daerah penghasil seperti Provinsi Jawa Timur cukup berlimpah. Selain itu pemerintah juga telah menambah stok gula dengan melakukan impor dari negara Thailand dan India.

“Karena stoknya yang berlimpah dari dalam negeri dan impor, makanya kamj optimis Kalsel tidak akan kekurangan gula hingga akhir tahun,” tegasnya, baru-baru tadi.

Melimpahnya gula pasir membuat harga jual mengalami penurunan, ditingkat distributor harga gula dijual Rp11.800 perkilogram. Harga tersebut masih tergolong normal karena masih dibawah Rp12.000 perkilogram.

“Stoknya di gudang mencapai 7.000 Ton. Stok ini terus bertambah karena terus disuplai secara rutin oleh daerah penghasil,” tambahnya.

H Aftahudin juga meminta masyarakat Kalsel tidak terlalu khawatir terhadap stok gula dipasaran. Dirinya pun menghimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membelinya apalagi sampai melakukan penyetokan.

“Beli seperlunya saja, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditengah kebijakan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel untuk menanggulangi masalah Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (sya/bin/ema)

BANJARMASIN – Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin memastikan stok gula di Kalsel aman hingga akhir tahun 2021 mendatang.

Menurutnya yang merupakan Ketua Koperasi Harus Manis Bersatu, ia sangat optimis karena pasokan dari daerah penghasil seperti Provinsi Jawa Timur cukup berlimpah. Selain itu pemerintah juga telah menambah stok gula dengan melakukan impor dari negara Thailand dan India.

“Karena stoknya yang berlimpah dari dalam negeri dan impor, makanya kamj optimis Kalsel tidak akan kekurangan gula hingga akhir tahun,” tegasnya, baru-baru tadi.

Melimpahnya gula pasir membuat harga jual mengalami penurunan, ditingkat distributor harga gula dijual Rp11.800 perkilogram. Harga tersebut masih tergolong normal karena masih dibawah Rp12.000 perkilogram.

“Stoknya di gudang mencapai 7.000 Ton. Stok ini terus bertambah karena terus disuplai secara rutin oleh daerah penghasil,” tambahnya.

H Aftahudin juga meminta masyarakat Kalsel tidak terlalu khawatir terhadap stok gula dipasaran. Dirinya pun menghimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam membelinya apalagi sampai melakukan penyetokan.

“Beli seperlunya saja, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ditengah kebijakan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan oleh Pemprov Kalsel untuk menanggulangi masalah Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (sya/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/