alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Eks Pasar Lama Menjadi Nol Kilometer

PELAIHARI – Masyarakat Kabupaten Tala , Khususnya Kota Pelaihari, tidak lama lagi akan mempunyai Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di kawasan eks lokasi bangunan Pasar Lama.

RTH tersebut nantinya akan ada nama-nama tokoh pendiri daerah yang direncanakan menjadi Titik Nol Kilometer Kota Pelaihari. Sehingga, bisa menjadi ciri khas dan punya daya tarik dari sisi pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tala HM Sukamta ketika meninjau pembangunan RTH bersama Komis III DPRD Tala, Rabu (4/8) pagi. Ia menjelaskan, rumah-rumah berciri khas yang berada di sekitar RTH akan menjadi edukasi bagi anak-anak. Sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak untuk tidak mengetahui nama tokoh pendiri Tala, karena di sana akan dibuat nama-nama seluruh tokoh pendiri yang telah berjasa bagi daerah. “Tentu akan menjadi hal penting karena menyangkut edukasi cagar budaya,” ucapnya.

Ia mengatakan, di RTH ini akan dijadikan Titik Nol Kilometernya Kota Pelaihari dan menjadi sebuah wisata baru. RTH juga bertepatan dengan jalur menuju wisata Pantai Takisung dan Batakan, sehingga masyarakat yang berangkat maupun kembali dari berwisata ke pantai bisa singgah.

“Di sini nantinya juga ada wisata kuliner. Jadi, selain edukasi cagar budaya, juga bisa menikmati jajanan sambil beristirahat,” kata Sukamta.

Dia berharap, dengan dibangunnya RTH bisa menjadi ciri khas bagi masyarakat Tala. Apabila di media sosial melihat foto ataupun video orang sudah bisa menebak bahwa itu di Tanah Laut.

“Selama ini kita belum memiliki ciri khas. Semoga dengan dibangunnya RTH bisa membuat Tala lebih dikenal di kalangan luas,” harapnya.

Ketua Komisi III DPRD Tala Arkani mengatakan, dana yang digunakan untuk pembangunan eks pasar lama sebesar Rp 2,8 miliar. “Proyek pengerjaannya sudah 20,7 persen,” pungkasnya.(prokopim/mr-156)

PELAIHARI – Masyarakat Kabupaten Tala , Khususnya Kota Pelaihari, tidak lama lagi akan mempunyai Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru di kawasan eks lokasi bangunan Pasar Lama.

RTH tersebut nantinya akan ada nama-nama tokoh pendiri daerah yang direncanakan menjadi Titik Nol Kilometer Kota Pelaihari. Sehingga, bisa menjadi ciri khas dan punya daya tarik dari sisi pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tala HM Sukamta ketika meninjau pembangunan RTH bersama Komis III DPRD Tala, Rabu (4/8) pagi. Ia menjelaskan, rumah-rumah berciri khas yang berada di sekitar RTH akan menjadi edukasi bagi anak-anak. Sehingga tidak ada alasan bagi anak-anak untuk tidak mengetahui nama tokoh pendiri Tala, karena di sana akan dibuat nama-nama seluruh tokoh pendiri yang telah berjasa bagi daerah. “Tentu akan menjadi hal penting karena menyangkut edukasi cagar budaya,” ucapnya.

Ia mengatakan, di RTH ini akan dijadikan Titik Nol Kilometernya Kota Pelaihari dan menjadi sebuah wisata baru. RTH juga bertepatan dengan jalur menuju wisata Pantai Takisung dan Batakan, sehingga masyarakat yang berangkat maupun kembali dari berwisata ke pantai bisa singgah.

“Di sini nantinya juga ada wisata kuliner. Jadi, selain edukasi cagar budaya, juga bisa menikmati jajanan sambil beristirahat,” kata Sukamta.

Dia berharap, dengan dibangunnya RTH bisa menjadi ciri khas bagi masyarakat Tala. Apabila di media sosial melihat foto ataupun video orang sudah bisa menebak bahwa itu di Tanah Laut.

“Selama ini kita belum memiliki ciri khas. Semoga dengan dibangunnya RTH bisa membuat Tala lebih dikenal di kalangan luas,” harapnya.

Ketua Komisi III DPRD Tala Arkani mengatakan, dana yang digunakan untuk pembangunan eks pasar lama sebesar Rp 2,8 miliar. “Proyek pengerjaannya sudah 20,7 persen,” pungkasnya.(prokopim/mr-156)

Most Read

Artikel Terbaru

/