alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Belasan Karyawannya Tertular Covid, PMI Hampir Angkat Bendera Putih

BANJARMASIN – Menghadapi pandemi yang tak terkendali, bukan hanya rumah sakit, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Banjarmasin juga kewalahan.

Dari 60 karyawan PMI, belasan sudah tertular COVID-19. Sudah pasti pelayanan pun terganggu.

“Ada 14 orang yang positif covid. Sekarang lagi isolasi mandiri. Jadi kami kekurangan orang,” kata Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, (5/8).

Sempat terpikir untuk menutup layanan sementara waktu, tapi pasien yang memerlukan darah bakal menjadi korban. “Ya, sebenarnya mau lockdown. Tapi bagaimana dengan pelayanan,” tambahnya.

Sementara, ia memaksimalkan yang tersisa, baik di manajemen maupun laboratorium. “Yang biasa berjaga empat orang di depan, dikurangi menjadi dua saja,” lanjutnya.

Maka, ia meminta permakluman dan kesabaran dari masyarakat. Jika pelayanan menjadi lamban. Diceritakannya, tak sedikit warga yang marah-marah di PMI karena dibuat menunggu.

Dalam skenario terburuk, jika petugas PMI yang terinfeksi corona bertambah, mau tak mau jam layanan pun dikurangi. “Kecuali kalau sudah benar-benar tidak sanggup lagi, baru kami menyerah,” tutupnya.

Apalagi, belakangan permintaan plasma konvaselen semakin tinggi. Per tanggal 5 Agustus, antrean permintaan plasma sebanyak 184. Rinciannya, 24 untuk golongan darah A, 57 untuk golongan darah B, 92 untuk golongan darah O dan 11 untuk golongan darah AB. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Menghadapi pandemi yang tak terkendali, bukan hanya rumah sakit, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Banjarmasin juga kewalahan.

Dari 60 karyawan PMI, belasan sudah tertular COVID-19. Sudah pasti pelayanan pun terganggu.

“Ada 14 orang yang positif covid. Sekarang lagi isolasi mandiri. Jadi kami kekurangan orang,” kata Kepala UDD PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, (5/8).

Sempat terpikir untuk menutup layanan sementara waktu, tapi pasien yang memerlukan darah bakal menjadi korban. “Ya, sebenarnya mau lockdown. Tapi bagaimana dengan pelayanan,” tambahnya.

Sementara, ia memaksimalkan yang tersisa, baik di manajemen maupun laboratorium. “Yang biasa berjaga empat orang di depan, dikurangi menjadi dua saja,” lanjutnya.

Maka, ia meminta permakluman dan kesabaran dari masyarakat. Jika pelayanan menjadi lamban. Diceritakannya, tak sedikit warga yang marah-marah di PMI karena dibuat menunggu.

Dalam skenario terburuk, jika petugas PMI yang terinfeksi corona bertambah, mau tak mau jam layanan pun dikurangi. “Kecuali kalau sudah benar-benar tidak sanggup lagi, baru kami menyerah,” tutupnya.

Apalagi, belakangan permintaan plasma konvaselen semakin tinggi. Per tanggal 5 Agustus, antrean permintaan plasma sebanyak 184. Rinciannya, 24 untuk golongan darah A, 57 untuk golongan darah B, 92 untuk golongan darah O dan 11 untuk golongan darah AB. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

PKS Gaet Para Mantan

Retak yang Bikin Khawatir

Rob Sampai 24 Mei

Pemekaran Kecamatan Tergesa-gesa

/