alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

2 Bandar Togel Diringkus Polres Tabalong

TANJUNG – Di tengah pandemi Covid-19, masih ada saja yang berjudi toto gelap (Togel). Untungnya Satreskrim Polres Tabalong berhasil menangkap bandar. Dua orang diringkus aparat.

Dari penangkapan di Desa Teratau Kecamatan Jaro tersebut, aparat juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, uang tunai dan kartu ATM.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Iptu Mujiono menjelaskan, penangkapan dilakukan diawali dari HDR (22), warga Desa Teratau saat berada di pinggiran jalan desanya.

 “HDR ditangkap Selasa 3 Agustus 2021 siang di pinggir jalan. Petugas menyita barang bukti satu kartu ATM, KTP, satu telepon genggam dan uang tunai Rp 530 ribu,” katanya, Rabu (4/8).

Kemudian, dari pengembangan kasus tersebut, AR (43), warga desa yang sama terlibat dan langsung ditindaklanjuti petugas dengan menyambangi rumahnya. “AR ditangkap di depan rumah. Petugas menyita satu telepon genggam dan uang tunai Rp 460ribu,” imbuhnya.

Keduanya dikategorikan sebagai bandar Togel, sebagaimana informasi yang didapati petugas. Karena ulahnya, mereka dijerat pelanggaran Pasal 303 ayat 1e dn 2e KUHPidana tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun. (ibn/ema)

TANJUNG – Di tengah pandemi Covid-19, masih ada saja yang berjudi toto gelap (Togel). Untungnya Satreskrim Polres Tabalong berhasil menangkap bandar. Dua orang diringkus aparat.

Dari penangkapan di Desa Teratau Kecamatan Jaro tersebut, aparat juga mengamankan barang bukti berupa telepon genggam, uang tunai dan kartu ATM.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Iptu Mujiono menjelaskan, penangkapan dilakukan diawali dari HDR (22), warga Desa Teratau saat berada di pinggiran jalan desanya.

 “HDR ditangkap Selasa 3 Agustus 2021 siang di pinggir jalan. Petugas menyita barang bukti satu kartu ATM, KTP, satu telepon genggam dan uang tunai Rp 530 ribu,” katanya, Rabu (4/8).

Kemudian, dari pengembangan kasus tersebut, AR (43), warga desa yang sama terlibat dan langsung ditindaklanjuti petugas dengan menyambangi rumahnya. “AR ditangkap di depan rumah. Petugas menyita satu telepon genggam dan uang tunai Rp 460ribu,” imbuhnya.

Keduanya dikategorikan sebagai bandar Togel, sebagaimana informasi yang didapati petugas. Karena ulahnya, mereka dijerat pelanggaran Pasal 303 ayat 1e dn 2e KUHPidana tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun. (ibn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/