alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Level 4 Diperpanjang, Banjarbaru Siapkan 9 RS Alternatif

BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru kewalahan. Lonjakan pasien Covid-19 benar-benar mengkhawatirkan. Selain ruangan yang penuh, ratusan tenaga kesehatan juga terpaksa isoman akibat tertular Covid-19.

Kondisi ini pun memaksa manajemen pihak RSDI Banjarbaru melakukan penutupan layanan. Pelayanan direncanakan ditutup selama sepekan hingga tanggal 8 Agustus. Bahkan akses masuk ke RSDI juga diportal.

“Pengecualian untuk layanan kegawatan kebidanan seperti mau bersalin, keguguran atau pendarahan. Selain itu masih ditutup,” konfirmasi Kabag Tata Usaha RSDI Banjarbaru, Firmansyah.

Memang dijelaskan Firman juga, bahwa pertimbangan lainnya penutupan layanan dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kesehatan mereka yang menjalani karantina atau isolasi mandiri gegara tertular Covid-19 saat melalukan pelayanan. Keseluruhan RSDI memiliki 900 karyawan.

“Jika ditotal sudah ada lebih dari 233 nakes RSD Isaman yang menjalani Isoman sampai sekarang ini. IGD juga sistem buka tutup, untuk kondisi sekarang tutup dulu sampai nanti ada perubahan lagi,” jawabnya.

Kondisi darurat ini membuat Pemko secepatnya mengumpulkan pihak Rumah Sakit alternatif lainnya yang beroperasi di Banjarbaru. Baik RS di bawah bendera TNI-Polri ataupun yang dikelola swasta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza mengklaim sudah berkoordinasi dengan seluruh RS yang ada di Banjarbaru. Permintaannya cuman satu: membantu dalam penanganan pasien Covid-19 untuk membantu RSDI Banjarbaru.

“Kita hari ini tadi (kemarin) rapat bersama 9 RS yang ada di Banjarbaru. Kita meminta agar pihak RS ini ikut atau berperan dalam menangani Covid-19,” ujarnya kemarin

Adapun, sembilan rumah sakit ini terdiri dari RSU Syifa Medika Banjarbaru, RSU Mawar, RSD Idaman Banjarbaru, RSU Nirwana, RSU Almansyur Medika, RS TK IV Guntung Payung, RS Permata Husada, RSI Sultan Agung Banjarbaru serta RS TNI AU Syamsudin Noor.

Dari seluruh RS yang dipanggil, Rizana menyebut jika semua fasilitas layanan kesehatan ini menyatakan siap. Yang mana dijelaskannya bahwa memang sebagian RS ini sudah melayani pasien Covid-19 sebelumnya.

“Alhamdulillah semuanya siap, total ada 9 RS yang menyatakan kesiapannya, itu juga termasuk yang berstatus swasta. Beberapa RS juga sudah melayani pasien Covid-19,” ungkapnya.

Dilanjutnya, dalam waktu dekat juga akan ada penambahan ruangan yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19 di sejumlah RS. “Yang sudah melayani pasien (Covid-19) juga sudah 75 persen beroperasi.”

Meski sudah ada sejumlah RS yang melakukan pelayanan untuk penyintas Covid-19. Rizana meminta agar layanan bisa lebih ditingkatkan. Mengingat diakuinya sekarang kondisi lonjakan pasien di Banjarbaru sangat tinggi. 

“Tadi ada beberapa yang kita sampaikan dan agar segera disiapkan. Semisal tambahan ruangan cadangan, lalu juga antisipasi terkait stok oksigen yang memang kita lihat masih jadi masalah secara nasional,” ceritanya.

Kelangkaan oksigen inilah kata Rizana yang harus benar-benar diantisipasi oleh tiap-tiap RS. Dikarenakan ketika suatu waktu terjadi lonjakan pasien, ketersediaan oksigen begitu vital dalam menangani pasien dengan kondisi berat.

“Tadi pihak RS juga memaparkan jika kendala mereka ada pada stok oksigen, dan ini tak hanya terjadi di tempat kita namun di luar juga sama saja. Nah kita di Kalimantan ini mendatangkan dari luar pulau, sedangkan di luar pulau juga sama-sama memerlukan,” bebernya.

Dengan kondisi ini, RS dorong Rizana juga agar menyiapkan generator, agar bisa memproduksi oksigen secara mendiri.

“Kita juga ada kendala di SDM kesehatannya. Kita jujur kekurangan karena banyak nakes yang harus isolasi mandiri juga. Tadi kita minta pihak RS untuk bisa merekrut nakes untuk menanggulangi kekurangan ini,” pungkasnya.

Adapun, sempat jadi pertanyaan besar warga Banjarbaru. Akhirnya, Kota Banjarbaru resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV yang awalnya direncanakan berakhir tanggal 2 Agustus 2021.

Perpanjangan ini diketahui selepas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM Level IV diperpanjang dari tanggal 3 sampai 9 Agustus 2021 pada Senin (2/8) petang.

Keputusan perpanjangan PPKM Level IV di Banjarbaru ini tampak tertuang di salinan surat Instruksi Forkopimda Kota Banjarbaru yang diterima Radar Banjarmasin. Surat dengan nomer 180/2/KUM/2021 ini diterbitkan tertanggal 2 Agustus 2021.

Sama halnya dengan pengumuman Presiden, PPKM Level IV di Banjarbaru digelar sampai 9 Agustus 2021. Adapun, untuk regulasi atau aturan yang tertuang masih sama dengan PPKM Level IV jilid 1 sepekan terakhir.

Adapun, surat instruksi ini telah dibubuhi tandatangan dari unsur Forkopimda Banjarbaru. Yang mana terdiri dari Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar, Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid, Dandim 1006/MTP, Letkol Inf. Imam Muchtarom, Kajari Banjarbaru, Andri Irawan serta Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru, Benny Sudarsono.

Terkait kabar perpanjangan, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ketika dikonfirmasi membenarkan ihwal perpanjangan tersebut. “Benar,” singkat Wali Kota mengabarkan. 

Wali Kota juga berpesan dan meminta agar seluruh elemen masyarakat di Banjarbaru dapat bersama-sama menerapkan disiplin protokol kesehatan. 

“Hal ini agar kita bisa menekan laju penularan dan tentunya bersama-sama saling menjaga demi keselamatan dan kesehatan semuanya,” pinta Wali Kota. (rvn/bin/ema) 

BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru kewalahan. Lonjakan pasien Covid-19 benar-benar mengkhawatirkan. Selain ruangan yang penuh, ratusan tenaga kesehatan juga terpaksa isoman akibat tertular Covid-19.

Kondisi ini pun memaksa manajemen pihak RSDI Banjarbaru melakukan penutupan layanan. Pelayanan direncanakan ditutup selama sepekan hingga tanggal 8 Agustus. Bahkan akses masuk ke RSDI juga diportal.

“Pengecualian untuk layanan kegawatan kebidanan seperti mau bersalin, keguguran atau pendarahan. Selain itu masih ditutup,” konfirmasi Kabag Tata Usaha RSDI Banjarbaru, Firmansyah.

Memang dijelaskan Firman juga, bahwa pertimbangan lainnya penutupan layanan dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kesehatan mereka yang menjalani karantina atau isolasi mandiri gegara tertular Covid-19 saat melalukan pelayanan. Keseluruhan RSDI memiliki 900 karyawan.

“Jika ditotal sudah ada lebih dari 233 nakes RSD Isaman yang menjalani Isoman sampai sekarang ini. IGD juga sistem buka tutup, untuk kondisi sekarang tutup dulu sampai nanti ada perubahan lagi,” jawabnya.

Kondisi darurat ini membuat Pemko secepatnya mengumpulkan pihak Rumah Sakit alternatif lainnya yang beroperasi di Banjarbaru. Baik RS di bawah bendera TNI-Polri ataupun yang dikelola swasta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza mengklaim sudah berkoordinasi dengan seluruh RS yang ada di Banjarbaru. Permintaannya cuman satu: membantu dalam penanganan pasien Covid-19 untuk membantu RSDI Banjarbaru.

“Kita hari ini tadi (kemarin) rapat bersama 9 RS yang ada di Banjarbaru. Kita meminta agar pihak RS ini ikut atau berperan dalam menangani Covid-19,” ujarnya kemarin

Adapun, sembilan rumah sakit ini terdiri dari RSU Syifa Medika Banjarbaru, RSU Mawar, RSD Idaman Banjarbaru, RSU Nirwana, RSU Almansyur Medika, RS TK IV Guntung Payung, RS Permata Husada, RSI Sultan Agung Banjarbaru serta RS TNI AU Syamsudin Noor.

Dari seluruh RS yang dipanggil, Rizana menyebut jika semua fasilitas layanan kesehatan ini menyatakan siap. Yang mana dijelaskannya bahwa memang sebagian RS ini sudah melayani pasien Covid-19 sebelumnya.

“Alhamdulillah semuanya siap, total ada 9 RS yang menyatakan kesiapannya, itu juga termasuk yang berstatus swasta. Beberapa RS juga sudah melayani pasien Covid-19,” ungkapnya.

Dilanjutnya, dalam waktu dekat juga akan ada penambahan ruangan yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19 di sejumlah RS. “Yang sudah melayani pasien (Covid-19) juga sudah 75 persen beroperasi.”

Meski sudah ada sejumlah RS yang melakukan pelayanan untuk penyintas Covid-19. Rizana meminta agar layanan bisa lebih ditingkatkan. Mengingat diakuinya sekarang kondisi lonjakan pasien di Banjarbaru sangat tinggi. 

“Tadi ada beberapa yang kita sampaikan dan agar segera disiapkan. Semisal tambahan ruangan cadangan, lalu juga antisipasi terkait stok oksigen yang memang kita lihat masih jadi masalah secara nasional,” ceritanya.

Kelangkaan oksigen inilah kata Rizana yang harus benar-benar diantisipasi oleh tiap-tiap RS. Dikarenakan ketika suatu waktu terjadi lonjakan pasien, ketersediaan oksigen begitu vital dalam menangani pasien dengan kondisi berat.

“Tadi pihak RS juga memaparkan jika kendala mereka ada pada stok oksigen, dan ini tak hanya terjadi di tempat kita namun di luar juga sama saja. Nah kita di Kalimantan ini mendatangkan dari luar pulau, sedangkan di luar pulau juga sama-sama memerlukan,” bebernya.

Dengan kondisi ini, RS dorong Rizana juga agar menyiapkan generator, agar bisa memproduksi oksigen secara mendiri.

“Kita juga ada kendala di SDM kesehatannya. Kita jujur kekurangan karena banyak nakes yang harus isolasi mandiri juga. Tadi kita minta pihak RS untuk bisa merekrut nakes untuk menanggulangi kekurangan ini,” pungkasnya.

Adapun, sempat jadi pertanyaan besar warga Banjarbaru. Akhirnya, Kota Banjarbaru resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV yang awalnya direncanakan berakhir tanggal 2 Agustus 2021.

Perpanjangan ini diketahui selepas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM Level IV diperpanjang dari tanggal 3 sampai 9 Agustus 2021 pada Senin (2/8) petang.

Keputusan perpanjangan PPKM Level IV di Banjarbaru ini tampak tertuang di salinan surat Instruksi Forkopimda Kota Banjarbaru yang diterima Radar Banjarmasin. Surat dengan nomer 180/2/KUM/2021 ini diterbitkan tertanggal 2 Agustus 2021.

Sama halnya dengan pengumuman Presiden, PPKM Level IV di Banjarbaru digelar sampai 9 Agustus 2021. Adapun, untuk regulasi atau aturan yang tertuang masih sama dengan PPKM Level IV jilid 1 sepekan terakhir.

Adapun, surat instruksi ini telah dibubuhi tandatangan dari unsur Forkopimda Banjarbaru. Yang mana terdiri dari Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar, Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid, Dandim 1006/MTP, Letkol Inf. Imam Muchtarom, Kajari Banjarbaru, Andri Irawan serta Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru, Benny Sudarsono.

Terkait kabar perpanjangan, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin ketika dikonfirmasi membenarkan ihwal perpanjangan tersebut. “Benar,” singkat Wali Kota mengabarkan. 

Wali Kota juga berpesan dan meminta agar seluruh elemen masyarakat di Banjarbaru dapat bersama-sama menerapkan disiplin protokol kesehatan. 

“Hal ini agar kita bisa menekan laju penularan dan tentunya bersama-sama saling menjaga demi keselamatan dan kesehatan semuanya,” pinta Wali Kota. (rvn/bin/ema) 

Most Read

Artikel Terbaru

/