alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Tuntut Pemerintah di Pengadilan, Korban Banjir Sodorkan 28 Bukti, Termasuk Barang Elektronik yang Rusak

BANJARMASIN – Dalam lanjutan sidang class action di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin kemarin (28/7), tim advokasi korban Banjir Kalsel membawa sejumlah alat bukti.

“Kami mengajukan 28 bukti,” kata koordinator tim advokasi korban banjir Kalsel, M Pazri seusai persidangan.
Namun, beberapa bukti perlu direvisi sesuai permintaan majelis hakim yang dipimpin Andriyani Masyitoh. Bahwa alat bukti berupa barang elektronik yang rusak akibat tersapu banjir, harus dipisahkan dengan alat bukti berupa dokumen.

“Empat bukti ditunda untuk diajukan pada sidang pekan depan,” tambah advokat muda itu.

Favehotel Banjarmasin

Contoh, mereka membawa surat keberatan kepada Gubernur Kalsel dan presiden yang tak digubris.
Plus sejumlah saksi. “Semula mau mengajukan 10 saksi, tapi kata majelis terlalu banyak, jadi kami putuskan menghadirkan tiga saksi fakta dan dua saksi ahli,” jelasnya.

Tergugat tentu tak mau kalah, mereka juga mengajukan bukti kepada hakim. Jumlahnya belasan.
Mengomentari bukti tergugat, ditekankannya, surat-surat yang mereka bawa tak membantah secara langsung dan konkrit pada objek sengketa 1, 2 dan 3. Khususnya tentang ketiadaan pemberitahuan bencana secara dini dan ketiadaan SK (surat keputusan) pembentukan tim penanggulangan banjir yang melanda pada awal tahun 2021 tersebut.

“Bukti tergugat hanya berisi aturan-aturan normatif, tidak ada tindakan kongkrit untuk membantah dalil-dali kami sebagai penggugat,” sindirnya.

Sementara itu, kuasa hukum Gubernur Kalsel dari Biro Hukum Setdaprov Kalsel, Bambang Eko Mintharjo memastikan juga akan menghadirkan saksi.

“Kami membawa alat bukti, sekitar di bawah 20 buah. Pokoknya bisa menjawab semua gugatan mereka,” kata Bambang. “Kami juga akan mendatangkan sejumlah saksi pada sidang selanjutnya,” cetusnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Dalam lanjutan sidang class action di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin kemarin (28/7), tim advokasi korban Banjir Kalsel membawa sejumlah alat bukti.

“Kami mengajukan 28 bukti,” kata koordinator tim advokasi korban banjir Kalsel, M Pazri seusai persidangan.
Namun, beberapa bukti perlu direvisi sesuai permintaan majelis hakim yang dipimpin Andriyani Masyitoh. Bahwa alat bukti berupa barang elektronik yang rusak akibat tersapu banjir, harus dipisahkan dengan alat bukti berupa dokumen.

“Empat bukti ditunda untuk diajukan pada sidang pekan depan,” tambah advokat muda itu.

Favehotel Banjarmasin

Contoh, mereka membawa surat keberatan kepada Gubernur Kalsel dan presiden yang tak digubris.
Plus sejumlah saksi. “Semula mau mengajukan 10 saksi, tapi kata majelis terlalu banyak, jadi kami putuskan menghadirkan tiga saksi fakta dan dua saksi ahli,” jelasnya.

Tergugat tentu tak mau kalah, mereka juga mengajukan bukti kepada hakim. Jumlahnya belasan.
Mengomentari bukti tergugat, ditekankannya, surat-surat yang mereka bawa tak membantah secara langsung dan konkrit pada objek sengketa 1, 2 dan 3. Khususnya tentang ketiadaan pemberitahuan bencana secara dini dan ketiadaan SK (surat keputusan) pembentukan tim penanggulangan banjir yang melanda pada awal tahun 2021 tersebut.

“Bukti tergugat hanya berisi aturan-aturan normatif, tidak ada tindakan kongkrit untuk membantah dalil-dali kami sebagai penggugat,” sindirnya.

Sementara itu, kuasa hukum Gubernur Kalsel dari Biro Hukum Setdaprov Kalsel, Bambang Eko Mintharjo memastikan juga akan menghadirkan saksi.

“Kami membawa alat bukti, sekitar di bawah 20 buah. Pokoknya bisa menjawab semua gugatan mereka,” kata Bambang. “Kami juga akan mendatangkan sejumlah saksi pada sidang selanjutnya,” cetusnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/