alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Jurkani Sudah Meminta Maaf

BANJARMASIN – Sidang lanjutan dugaan pemukulan oleh anggota timses H2D dengan terdakwa Jurkani, berlanjut kemarin (26/7) di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Kepada majelis hakim yang dipimpin Heru Kuntjoro, terdakwa mengajukan pembelaan diri sendiri secara tertulis.
Di sana Jurkani mengatakan, sebagai praktisi hukum, ia justru kerap membantu warga mencari keadilan lewat pengadilan. “Karena itu saya menaati hukum yang berlaku di negara ini,” katanya.

Jurkani mengaku menyesali perbuatannya terhadap korban. “Saya pun sudah memohon maaf kepada pelapor saat mediasi di Polresta Banjarmasin,” tambahnya.

Favehotel Banjarmasin

Selama 61 tahun hidupnya, Jurkani juga mengaku tak pernah terlibat tindak pidana. “Saya sebagai tulang punggung keluarga, memohon kepada majelis hakim memberikan putusan seringan-ringannya untuk mendapatkan rasa keadilan seadil-adilnya,” harapnya.

Menanggapi pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Radityo tak bergeming dari tuntutan awal.
Alasannya, penyampaian pledoi hanya berisi asumsi-asumsi saja, tak disertai bukti. “Tidak didukung alat bukti yang sah di dalam persidangan,” tegasnya.

Dari keterangan saksi dan surat visum, jaksa yakin ada penganiayaan terhadap korban. “Tetap pada tuntutan awal (pasal 351 KUHP),” tegas Radityo.

Diwartakan sebelumnya, Jurkani diduga memukul warga di sekitar Masjid Nurul Iman, Banjarmasin Selatan pada 31 Maret lalu. Berawal dari kehadiran calon gubernur Denny Indrayana untuk salat subuh berjemaah. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Sidang lanjutan dugaan pemukulan oleh anggota timses H2D dengan terdakwa Jurkani, berlanjut kemarin (26/7) di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Kepada majelis hakim yang dipimpin Heru Kuntjoro, terdakwa mengajukan pembelaan diri sendiri secara tertulis.
Di sana Jurkani mengatakan, sebagai praktisi hukum, ia justru kerap membantu warga mencari keadilan lewat pengadilan. “Karena itu saya menaati hukum yang berlaku di negara ini,” katanya.

Jurkani mengaku menyesali perbuatannya terhadap korban. “Saya pun sudah memohon maaf kepada pelapor saat mediasi di Polresta Banjarmasin,” tambahnya.

Favehotel Banjarmasin

Selama 61 tahun hidupnya, Jurkani juga mengaku tak pernah terlibat tindak pidana. “Saya sebagai tulang punggung keluarga, memohon kepada majelis hakim memberikan putusan seringan-ringannya untuk mendapatkan rasa keadilan seadil-adilnya,” harapnya.

Menanggapi pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Radityo tak bergeming dari tuntutan awal.
Alasannya, penyampaian pledoi hanya berisi asumsi-asumsi saja, tak disertai bukti. “Tidak didukung alat bukti yang sah di dalam persidangan,” tegasnya.

Dari keterangan saksi dan surat visum, jaksa yakin ada penganiayaan terhadap korban. “Tetap pada tuntutan awal (pasal 351 KUHP),” tegas Radityo.

Diwartakan sebelumnya, Jurkani diduga memukul warga di sekitar Masjid Nurul Iman, Banjarmasin Selatan pada 31 Maret lalu. Berawal dari kehadiran calon gubernur Denny Indrayana untuk salat subuh berjemaah. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/