alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Hadapi PPKM Level 4, Developer Gencarkan Promosi Online

BANJARMASIN – Pemberlakukan PPKM level IV di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru dipastikan berdampak masih terhadap sektor usaha di kedua kota tersebut. Salah satunya sektor usaha perumahan yang dipastikan bakal semakin berat merambah pasar. Sebelum PPKM, sektor perumahan di Banjarmasin dan Banjarbaru sudah cukup terseok.

“Dengan diberlakukannya PPKM, tentu akan semakin menambah beban para developer. Pasalnya, daya beli masyarakat dipastikan turun dan lebih fokus melakukan transaksi untuk kebutuhan pokok harian dibandingkan untuk perumahan,” ujar H Yuli, salah satu developer perumahan di Kota Banjarmasin, belum lama tadi.

H Yuli menuturkan walaupun tantangan semakin berat, dirinya tetap berupaya memaksimalkan penjualan unit perumahan yang dikelolanya. “Salah satunya dengan mengencarkan pemasaran perumahan secara online, terutama di media sosial (medsos) dan marketplace online. Dengan pola ini, kami bisa menjangkau calon konsumen, tanpa keluar banyak biaya dan cukup efektif dalam hal pemasaran,” sambungnya.

Favehotel Banjarmasin

Adapun opsi lain, seperti promo atau potongan harga, H Yuli menyatakan masih melihat kondisi pasar. “Kalau memang diperlukan promo atau diskon, tentunya itu merupakan opsi terakhir. Yang penting saat ini, calon konsumen harus mengetahui dulu unit-unit rumah yang kami pasarkan,” tambahnya.

Untuk saat ini, harga rumah bersubsidi paling sederhana tipe 36 masih dijual senilai Rp150 jutaan ke atas. “Pembelian secara kredit tetap jadi andalan, dengan uang muka minimal 30 persen dan angsuran antara Rp1 jutaan hingga Rp3 jutaan dengan masa angsuran maksimal hingga 20 tahun,” tandasnya. (oza/bin/ema)

BANJARMASIN – Pemberlakukan PPKM level IV di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru dipastikan berdampak masih terhadap sektor usaha di kedua kota tersebut. Salah satunya sektor usaha perumahan yang dipastikan bakal semakin berat merambah pasar. Sebelum PPKM, sektor perumahan di Banjarmasin dan Banjarbaru sudah cukup terseok.

“Dengan diberlakukannya PPKM, tentu akan semakin menambah beban para developer. Pasalnya, daya beli masyarakat dipastikan turun dan lebih fokus melakukan transaksi untuk kebutuhan pokok harian dibandingkan untuk perumahan,” ujar H Yuli, salah satu developer perumahan di Kota Banjarmasin, belum lama tadi.

H Yuli menuturkan walaupun tantangan semakin berat, dirinya tetap berupaya memaksimalkan penjualan unit perumahan yang dikelolanya. “Salah satunya dengan mengencarkan pemasaran perumahan secara online, terutama di media sosial (medsos) dan marketplace online. Dengan pola ini, kami bisa menjangkau calon konsumen, tanpa keluar banyak biaya dan cukup efektif dalam hal pemasaran,” sambungnya.

Favehotel Banjarmasin

Adapun opsi lain, seperti promo atau potongan harga, H Yuli menyatakan masih melihat kondisi pasar. “Kalau memang diperlukan promo atau diskon, tentunya itu merupakan opsi terakhir. Yang penting saat ini, calon konsumen harus mengetahui dulu unit-unit rumah yang kami pasarkan,” tambahnya.

Untuk saat ini, harga rumah bersubsidi paling sederhana tipe 36 masih dijual senilai Rp150 jutaan ke atas. “Pembelian secara kredit tetap jadi andalan, dengan uang muka minimal 30 persen dan angsuran antara Rp1 jutaan hingga Rp3 jutaan dengan masa angsuran maksimal hingga 20 tahun,” tandasnya. (oza/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/