alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Ditinggal ke Pasar, Ludes Terbakar

MARABAHAN – Lagi-lagi, diduga karena korsleting listrik, satu rumah di Desa Karya Tani, Handil 1 Kecamatan Barambai, Batola, ludes terbakar, Minggu (25/7) sekitar pukul 08.00 Wita.

Nasib naas menimpa Masdar (60). Rumah yang baru saja ditinggal pergi ke pasar, hangus terbakar. Dirinya bersama istri hanya bisa pasrah melihat rumahnya rata dengan tanah. Hanya ada beberapa barang yang berhasil diamankan warga sekitar.

“Saat terbakar rumah kosong. Pemilik rumah dan istrinya sedang pergi ke pasar,” ungkap Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasat Reskrim Iptu Suparli.

Favehotel Banjarmasin

Ia mengungkapkan, kebakaran kali ini diduga akibat korsleting listrik (arus pendek) di ruang tengah rumah.

“Berdasarkan pengakuan para saksi, ada kepulan asap dari rumah korban. Dan membuka paksa pintu depan. Meliha api sudah menyala, warga menyempatkan menyelamatkan barang-barang milik korban,” ceritanya.

Sekitar 10 menit sejak pertama kali api terlihat, api menjulang tinggi. Hal ini dibarengi dengan suara leduman yang nyaring. Diduga berasal dari gas elpiji yang terbakar. “Kerugian ditaksir sekita Rp 100 juta,” ujarnya.

Yadi, anggota BPK Raja Tumpang menceritakan, kebakaran hanya menimpa satu rumah saja. Api berhasil dikuasai tanpa menjalar ke rumah lain. “Untung saja saat kebakaran angin tidak ada. Kobaran api tidak terlalu besar,” ceritanya. (bar/tri/ema)

MARABAHAN – Lagi-lagi, diduga karena korsleting listrik, satu rumah di Desa Karya Tani, Handil 1 Kecamatan Barambai, Batola, ludes terbakar, Minggu (25/7) sekitar pukul 08.00 Wita.

Nasib naas menimpa Masdar (60). Rumah yang baru saja ditinggal pergi ke pasar, hangus terbakar. Dirinya bersama istri hanya bisa pasrah melihat rumahnya rata dengan tanah. Hanya ada beberapa barang yang berhasil diamankan warga sekitar.

“Saat terbakar rumah kosong. Pemilik rumah dan istrinya sedang pergi ke pasar,” ungkap Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasat Reskrim Iptu Suparli.

Favehotel Banjarmasin

Ia mengungkapkan, kebakaran kali ini diduga akibat korsleting listrik (arus pendek) di ruang tengah rumah.

“Berdasarkan pengakuan para saksi, ada kepulan asap dari rumah korban. Dan membuka paksa pintu depan. Meliha api sudah menyala, warga menyempatkan menyelamatkan barang-barang milik korban,” ceritanya.

Sekitar 10 menit sejak pertama kali api terlihat, api menjulang tinggi. Hal ini dibarengi dengan suara leduman yang nyaring. Diduga berasal dari gas elpiji yang terbakar. “Kerugian ditaksir sekita Rp 100 juta,” ujarnya.

Yadi, anggota BPK Raja Tumpang menceritakan, kebakaran hanya menimpa satu rumah saja. Api berhasil dikuasai tanpa menjalar ke rumah lain. “Untung saja saat kebakaran angin tidak ada. Kobaran api tidak terlalu besar,” ceritanya. (bar/tri/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/