alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Canggih, Potong Kurban Pakai Alat Restraining Box

AMUNTAI – Ada yang menarik pada pemotongan hewan kurban yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (21/7). Alat pemotong khusus digunakan untuk memotong tujuh ekor sapi.

Mekanisme kerja alat khusus pemotong sapi dan kerbau ini sangat ringkas. Sapi dituntun untuk masuk ke alat. Selanjutnya sapi diikat pada tiang, dan direbahkan. Alat ini tidak menyakiti hewan akan dikurbankan. Apalagi posisi kepala sapi persis di atas saluran air. Sapi pun siap untuk dikurbankan.

Alat khusus ini perdana digunakan Pemda HSU. Bupati HSU Abdul Wahid HK melihat langsung cara kerja alat pemotongan portable tersebut. Abdul Wahid menilai alat ini sederhana. Bahkan hanya membutuhkan empat orang untuk mengikat sapi. “Dulu mau potong ada yang ikat kaki sapi ke pohon. Merobohkan sapi juga begitu sulit. Pakai alat pemotong hewan kurban ini jadi lebih mudah,” banding Abdul Wahid saat melihat prosesi pemotongan hewan kurban di samping Dinas Pertanian HSU itu.

Favehotel Banjarmasin

Kabid Peternakan HSU Dinas Pertanian HSU, Akhmad Rijani menyampaikan alat tersebut bernama restraining box. “Tahun kemarin belum ada alatnya,” ungkapnya.

Keunggulan alat ini membuat hewan kurban yang akan dipotong tidak stres. Hal itu juga berpengaruh terhadap kualitas daging kurban. Selain itu, efisiensi waktu dalam merebahkan ternak. Risiko sapi lepas atau ngamuk lebih kecil. “Sapi atau kerbau yang dipotong dalam keadaan stres tidak baik pada kualitas daging,” paparnya.

Alat ini sebenarnya bisa dibuat pada bengkel las umum. Namun tentu harus melihat spesifikasi restraining box yang benar. Apalagi sifatnya elektrik, tentu harga merebahkan sapi juga lebih mahal ketimbang yang manual. (mar/dye/ema)

AMUNTAI – Ada yang menarik pada pemotongan hewan kurban yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (21/7). Alat pemotong khusus digunakan untuk memotong tujuh ekor sapi.

Mekanisme kerja alat khusus pemotong sapi dan kerbau ini sangat ringkas. Sapi dituntun untuk masuk ke alat. Selanjutnya sapi diikat pada tiang, dan direbahkan. Alat ini tidak menyakiti hewan akan dikurbankan. Apalagi posisi kepala sapi persis di atas saluran air. Sapi pun siap untuk dikurbankan.

Alat khusus ini perdana digunakan Pemda HSU. Bupati HSU Abdul Wahid HK melihat langsung cara kerja alat pemotongan portable tersebut. Abdul Wahid menilai alat ini sederhana. Bahkan hanya membutuhkan empat orang untuk mengikat sapi. “Dulu mau potong ada yang ikat kaki sapi ke pohon. Merobohkan sapi juga begitu sulit. Pakai alat pemotong hewan kurban ini jadi lebih mudah,” banding Abdul Wahid saat melihat prosesi pemotongan hewan kurban di samping Dinas Pertanian HSU itu.

Favehotel Banjarmasin

Kabid Peternakan HSU Dinas Pertanian HSU, Akhmad Rijani menyampaikan alat tersebut bernama restraining box. “Tahun kemarin belum ada alatnya,” ungkapnya.

Keunggulan alat ini membuat hewan kurban yang akan dipotong tidak stres. Hal itu juga berpengaruh terhadap kualitas daging kurban. Selain itu, efisiensi waktu dalam merebahkan ternak. Risiko sapi lepas atau ngamuk lebih kecil. “Sapi atau kerbau yang dipotong dalam keadaan stres tidak baik pada kualitas daging,” paparnya.

Alat ini sebenarnya bisa dibuat pada bengkel las umum. Namun tentu harus melihat spesifikasi restraining box yang benar. Apalagi sifatnya elektrik, tentu harga merebahkan sapi juga lebih mahal ketimbang yang manual. (mar/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/