alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Menanti Sapi Limosin dari Presiden, Daging Kurbang Diserahkan Langsung ke Penerima

Seekor sapi limosin seberat 1 ton dari Presiden Joko Widodo menjadi salah satu hewan kurban dari total 21 ekor sapi yang siap dipotong di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Jumlah ini mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 10 ekor sapi kurban.

Itu belum termasuk 20 ekor kambing yang akan dipotong pada saat Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7) mendatang. “Tahun ini mulai bertambah banyak dibandingkan tahun lalu. Ketika itu kami tak menerima banyak hewan kurban karena pandemi,” terang Sekretaris Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Samsul Rani.

Favehotel Banjarmasin

Bahkan yang menggembirakan, ujarnya, adanya bantuan hewan kurban dari Presiden dengan berat 1 ton. “Akan diserahkan besok (hari ini). Kabarnya sedang menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ucapnya.

Samsul mengatakan, teknis pembagian hewan kurban tak dilakukan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Jadi masyarakat tak harus datang ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Hal ini untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19. “Kami tak melakukan pembagian di tempat,” ujarnya.

Konsepnya, terang mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalsel itu, daging kurban akan diserahkan oleh pengurus masjid kepada warga tak mampu yang berada di tempat tinggalnya masing-masing. Warga tak mampu ini sejak jauh hari sudah didata. “Kami di Sabilal hanya melakukan pemotongan, pembagian atau distribusi akan diantar dan diserahkan ke warga tak mampu langsung oleh pengurus dan karyawan,” beber Samsul.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengungkapkan, permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. “Tahun ini lumayan tinggi,” ujarnya kemarin.

Meski permintaan tinggi, dia memastikan ketersediaan hewan kurban di Kalsel aman. “Tahun ini disediakan sebanyak 14.550 ekor sapi. Tak hanya dari peternak sapi Kalsel, juga datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” terangnya.

Dari jumlah ketersediaan tersebut tambahnya, perkiraan kebutuhan untuk hewan kurban tahun ini sekitar 13 ribu ekor. Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar adalah daerah yang paling tinggi permintaan. “Tahun lalu kebutuhan hanya 12 ribu lebih saja,” sebut Parmi.

Dia menyampaikan, sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19), diumbau agar kegiatan kurban memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini terangnya, harus menghindari kerumunan massa dengan dibatasi yang hadir pada saat pemotongan. Dan setelah selesai panitia mengantarkan langsung ke tempat penerima hewan kurban. “Penerima daging kurban tidak mengambil ke tempat pemotongan hewan kurban,” ingatnya. (mof/tof/ema)

Seekor sapi limosin seberat 1 ton dari Presiden Joko Widodo menjadi salah satu hewan kurban dari total 21 ekor sapi yang siap dipotong di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Jumlah ini mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 10 ekor sapi kurban.

Itu belum termasuk 20 ekor kambing yang akan dipotong pada saat Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7) mendatang. “Tahun ini mulai bertambah banyak dibandingkan tahun lalu. Ketika itu kami tak menerima banyak hewan kurban karena pandemi,” terang Sekretaris Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Samsul Rani.

Favehotel Banjarmasin

Bahkan yang menggembirakan, ujarnya, adanya bantuan hewan kurban dari Presiden dengan berat 1 ton. “Akan diserahkan besok (hari ini). Kabarnya sedang menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ucapnya.

Samsul mengatakan, teknis pembagian hewan kurban tak dilakukan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Jadi masyarakat tak harus datang ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Hal ini untuk menghindari kerumunan massa yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19. “Kami tak melakukan pembagian di tempat,” ujarnya.

Konsepnya, terang mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalsel itu, daging kurban akan diserahkan oleh pengurus masjid kepada warga tak mampu yang berada di tempat tinggalnya masing-masing. Warga tak mampu ini sejak jauh hari sudah didata. “Kami di Sabilal hanya melakukan pemotongan, pembagian atau distribusi akan diantar dan diserahkan ke warga tak mampu langsung oleh pengurus dan karyawan,” beber Samsul.

Terpisah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengungkapkan, permintaan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. “Tahun ini lumayan tinggi,” ujarnya kemarin.

Meski permintaan tinggi, dia memastikan ketersediaan hewan kurban di Kalsel aman. “Tahun ini disediakan sebanyak 14.550 ekor sapi. Tak hanya dari peternak sapi Kalsel, juga datang dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” terangnya.

Dari jumlah ketersediaan tersebut tambahnya, perkiraan kebutuhan untuk hewan kurban tahun ini sekitar 13 ribu ekor. Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar adalah daerah yang paling tinggi permintaan. “Tahun lalu kebutuhan hanya 12 ribu lebih saja,” sebut Parmi.

Dia menyampaikan, sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 8017/SE/PK.320/F/06/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease ( Covid-19), diumbau agar kegiatan kurban memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini terangnya, harus menghindari kerumunan massa dengan dibatasi yang hadir pada saat pemotongan. Dan setelah selesai panitia mengantarkan langsung ke tempat penerima hewan kurban. “Penerima daging kurban tidak mengambil ke tempat pemotongan hewan kurban,” ingatnya. (mof/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/